- Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menybut alat militer canggih tidak menjamin kedaulatan negara.
- Pemerintah harus memprioritaskan ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya alam demi memperkuat pertahanan nirmiliter.
- Kemandirian ekonomi serta industri padat karya penting guna mengatasi masalah pengangguran dan menjaga keamanan nasional.
Suara.com - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menilai kepemilikan peralatan militer canggih tidak otomatis menjamin kedaulatan Indonesia. Menurutnya, kekuatan pertahanan modern harus ditopang ketahanan pangan, industri pertahanan yang kuat, dan kemandirian ekonomi.
Gatot menyebut doktrin pertahanan menghadapi perubahan seiring berkembangnya ancaman.
Kedaulatan negara tidak lagi hanya ditentukan oleh seberapa kuat persenjataan militer, tetapi juga kemampuan negara menjaga ketahanan ekonomi, pangan, siber, dan stabilitas sosial.
"Ketahanan nasional seperti itulah yang harus terus kita wujudkan," ucap Gatot dalam webinar Kamu Bertanya, Jenderal Gatot Menjawab pada Rabu (19/8/2026).
Menurut Gatot, situasi geopolitik dunia yang semakin memanas membuat Indonesia harus memperkuat kemandirian nasional.
Sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif, Indonesia dinilai tetap berpotensi menjadi sasaran kepentingan negara lain.
Karena itu, kemandirian ekonomi menjadi fondasi penting dalam menjaga kedaulatan.
Gatot menyoroti kondisi ekonomi dalam negeri, termasuk tingginya angka pengangguran, yang menurutnya tidak boleh dianggap sebagai persoalan ekonomi semata.
"Jika tidak terkelola bisa menjadi bom waktu sosial. Dapat menjadi ancaman terhadap keamanan nasional" katanya.
Gatot juga menyoroti tingginya angka pengangguran di kalangan anak muda. Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu demoralisasi apabila tidak segera ditangani.
Selain itu, ia menyinggung puluhan ribu calon mahasiswa yang telah dinyatakan lolos perguruan tinggi negeri tetapi tidak melanjutkan proses pendaftaran karena terkendala mahalnya biaya pendidikan.
![Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. [Dok TNI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2017/04/12/75894-panglima-tni-jenderal-gatot-nurmantyo-dok-tni.jpg)
Tiga Pilar untuk Menjaga Kedaulatan
Gatot kemudian menyebut tiga aspek yang harus menjadi prioritas pemerintah untuk menjaga kedaulatan Indonesia di masa mendatang.
Pertama, memperkuat pertahanan nirmiliter, terutama melalui ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya alam. Menurut Gatot, ketergantungan terhadap impor kebutuhan pokok dapat menjadi titik lemah bagi sebuah negara.
Ketika kebutuhan dasar masyarakat sepenuhnya bergantung pada negara lain, Indonesia dinilai rentan terhadap tekanan ekonomi maupun politik dari luar.