Kenapa Jepang Dilanda Kebangkrutan? 1.000 Perusahaan Tutup dalam Sebulan

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:19 WIB
Kenapa Jepang Dilanda Kebangkrutan? 1.000 Perusahaan Tutup dalam Sebulan
Potret menara Tokyo (Instagram/kansai_paint_official)
baca 10 detik
  • Kebangkrutan perusahaan di Jepang melampaui 1.000 kasus selama dua bulan berturut-turut pada Juli.
  • Kelangkaan pekerja dan biaya bahan baku akibat pelemahan yen menjadi pemicu utama kebangkrutan.
  • Usaha kecil dengan utang di bawah 100 juta yen mendominasi angka kebangkrutan tersebut.

Suara.com - Laju kebangkrutan perusahaan di Jepang terus membengkak hingga menembus angka 1.028 kasus sepanjang bulan Juli 2026. Fenomena ini menandai bulan kedua secara berturut-turut di mana angka kegagalan bisnis di negara tersebut berada di atas level seribu.

Pemicu utamanya bukan sekadar penurunan permintaan pasar, melainkan kombinasi fatal antara krisis jumlah pekerja dan lonjakan biaya operasional. Usaha skala kecil menjadi kelompok paling rentan yang gagal bertahan di tengah tekanan ekonomi ini.

Total kewajiban finansial dari seluruh perusahaan yang gulung tikar tersebut melesat 41,4 persen dibanding tahun lalu hingga menyentuh 236,3 miliar yen. Lonjakan nilai utang ini didorong secara signifikan oleh bangkrutnya penyedia sistem transaksi kartu kredit asal Osaka, Zentoshin.

Pemerintah Daerah Tokyo mendorong para pekerja perkantoran meninggalkan setelan jas dan beralih ke pakaian santai seperti celana pendek. (BBC)
Pemerintah Daerah Tokyo mendorong para pekerja perkantoran meninggalkan setelan jas dan beralih ke pakaian santai seperti celana pendek. (BBC)

Perusahaan yang memfasilitasi pencairan cepat bagi pemilik restoran tersebut ambruk dengan beban utang mencapai 115,16 miliar yen. Kasus Zentoshin ini berpotensi menjadi kebangkrutan dengan nilai liabilitas terbesar di Jepang sepanjang tahun ini.

Di sisi lain, kelangkaan tenaga kerja mencatatkan rekor kasus tertinggi yang memaksa 63 perusahaan berhenti beroperasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 kasus dipicu oleh ketidakmampuan perusahaan menanggung lonjakan biaya gaji pegawai.

"Kenaikan gaji tidak bisa dihindari untuk mengamankan pekerja, tetapi perusahaan memperburuk arus kas mereka dengan menaikkan upah di luar kemampuan ketika mereka tidak mampu menghasilkan pendapatan yang cukup," ujar seorang pejabat dari lembaga riset tersebut, dikutip dari JapanToday, Rabu (19/8/2026).

Mengapa Pelemahan Mata Uang Makin Memperberat Beban Bisnis?

Tekanan harga bahan baku yang kian mahal akibat melemahnya nilai tukar yen juga menyeret 93 perusahaan ke jurang kebangkrutan. Angka ini menjadi rekor tertinggi untuk kategori kebangkrutan akibat inflasi sejak dua tahun terakhir.

Dampak krisis ini menjalar ke hampir seluruh urat nadi perekonomian dengan lonjakan kasus di tujuh dari sepuluh sektor industri utama. Sektor konstruksi, perdagangan eceran, dan transportasi menjadi bidang yang mengalami penurunan paling kentara.

baca juga

Sektor informasi dan komunikasi mendapati angka kebangkrutan melonjak tajam hingga 62,5 persen secara tahunan. Penurunan ini banyak dialami oleh pengembang perangkat lunak yang terdisrupsi oleh pesatnya adopsi teknologi kecerdasan buatan.

Sektor jasa menyumbang jumlah kegagalan bisnis terbanyak secara keseluruhan dengan total 342 kasus. Fakta ini menegaskan bahwa bisnis berbasis pelayanan sangat rentan terhadap dinamika kenaikan upah pekerja.

Usaha berskala kecil dengan nilai utang di bawah 100 juta yen mendominasi hampir 80 persen dari keseluruhan kasus yang tercatat. Hal ini membuktikan bahwa daya tahan finansial pengusaha kecil sangat rapuh saat berhadapan dengan gelombang inflasi.

Bagaimana Asal-usul Kebangkrutan Korporasi Ini Bermula?

Kondisi ekonomi Jepang dalam beberapa tahun terakhir terus dibayangi oleh krisis demografi yang memicu kelangkaan tenaga kerja secara terstruktur. Hal tersebut memaksa sektor bisnis menaikkan penawaran gaji demi mempertahankan operasional harian mereka.

Di saat yang sama, pelemahan mata uang yen terhadap dolar AS melipatgandakan beban impor untuk pasokan energi dan bahan baku mentah. Kombinasi beban gaji dan biaya produksi yang tinggi ini akhirnya menggerus margin keuntungan bisnis secara drastis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Tengah Persaingan Industri Bahan Bangunan, Semen Gresik Perkuat Kepercayaan Konsumen

Di Tengah Persaingan Industri Bahan Bangunan, Semen Gresik Perkuat Kepercayaan Konsumen

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia

Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:26 WIB

Terkini

Transisi Menuju Motor Listrik: Menguntungkan Kelas Pekerja atau Jadi Beban Baru?

Transisi Menuju Motor Listrik: Menguntungkan Kelas Pekerja atau Jadi Beban Baru?

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:16 WIB

BRI KKB National Expo 2026 Torehkan Rekor MURI, Hadir Serentak di 131 Lokasi

BRI KKB National Expo 2026 Torehkan Rekor MURI, Hadir Serentak di 131 Lokasi

Bali | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:15 WIB

BRI Pecahkan Rekor MURI Lewat Gelaran BRI KKB National Expo 2026, Serentak 131 Lokasi

BRI Pecahkan Rekor MURI Lewat Gelaran BRI KKB National Expo 2026, Serentak 131 Lokasi

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:14 WIB

Apakah Sunscreen Bisa Menghilangkan Flek Hitam yang Sudah Menahun?

Apakah Sunscreen Bisa Menghilangkan Flek Hitam yang Sudah Menahun?

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:12 WIB

Hadir di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Torehkan Rekor MURI

Hadir di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Torehkan Rekor MURI

Jakarta | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:11 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Melejit jadi Rp69.000/kg, Gula hingga Bawang Ikut Naik

Harga Cabai Rawit Merah Melejit jadi Rp69.000/kg, Gula hingga Bawang Ikut Naik

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:09 WIB

6 Langkah Teknik Sandwich Bedak dan Setting Spray agar Makeup Tahan Air

6 Langkah Teknik Sandwich Bedak dan Setting Spray agar Makeup Tahan Air

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:08 WIB

BRI KKB National Expo 2026 Digelar Serentak di 131 Lokasi, Raih Rekor MURI

BRI KKB National Expo 2026 Digelar Serentak di 131 Lokasi, Raih Rekor MURI

Riau | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:06 WIB

Saat AI Makin Boros, Teknologi Ini Hadir untuk Mengendalikan Konsumsi Token

Saat AI Makin Boros, Teknologi Ini Hadir untuk Mengendalikan Konsumsi Token

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:03 WIB

BRI KKB National Expo 2026 Hadir Serentak di 131 Lokasi, Torehkan Rekor MURI

BRI KKB National Expo 2026 Hadir Serentak di 131 Lokasi, Torehkan Rekor MURI

Kaltim | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:00 WIB

×