Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:26 WIB
Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas
Ilustrasi BUMN (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Pemerintah menutup 290 BUMN untuk menghemat biaya operasional dan menargetkan sisa maksimal 300 perusahaan pada akhir 2026.
  • Sebanyak 52 persen dari 1.043 BUMN merugi Rp20 triliun sepanjang 2025 dan menimbulkan potensi kerugian hingga Rp50 triliun.
  • Pakar UGM menilai reformasi BUMN harus mengatasi korupsi struktural serta memisahkan fungsi bisnis dan kepentingan politik.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah telah menutup 290 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai bagian dari perampingan korporasi pelat merah.

Pemerintah mengklaim langkah tersebut telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun per tahun yang berasal dari gaji direksi dan komisaris serta berbagai biaya operasional.

Kini pemerintah menargetkan jumlah BUMN tersisa maksimal 300 perusahaan pada akhir 2026. Artinya, lebih dari 750 entitas BUMN lainnya masih akan ditutup atau dikonsolidasikan.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono menilai perampingan tersebut memang dapat menjadi salah satu cara mengurangi beban negara.

"Oleh karena itu, cukup alasan kalau pemerintah akan melakukan perampingan terhadap BUMN yang ada, terutama BUMN yang rugi bisa dihapus atau digabungkan dengan BUMN yang lain," kata Subarsono kepada Suara.com, Rabu (19/8/2026).

Namun, kebijakan itu tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan di tubuh BUMN. Jika kemudian pemerintah tidak membongkar penyebab perusahaan negara terus mengalami kerugian.

Merujuk data Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang mengungkap 52 persen dari total 1.043 BUMN mengalami kerugian dengan nilai mencapai Rp20 triliun sepanjang 2025.

Kerugian tersebut disebut menjadi salah satu penyebab munculnya opportunity loss atau potensi keuntungan yang hilang hingga Rp50 triliun.

Diakui Subarsono, pemerintah memang memiliki sejumlah pilihan untuk menangani BUMN berkinerja buruk. Tetapi langkah tersebut hanya akan efektif apabila dibarengi pembenahan tata kelola.

baca juga

"Namun saya ingatkan bahwa perampingan atau meliquidasi BUMN hanya salah satu cara untuk mengurangi kerugian negara. Diagnosa utama dalam mereformasi BUMN adalah memberantas korupsi yang terjadi di dalam tubuh BUMN," tegasnya

Ia menilai praktik korupsi dan perburuan rente merupakan persoalan yang jauh lebih mendasar dibandingkan sekadar banyaknya jumlah BUMN. Apalagi, perusahaan negara mengelola aset, anggaran, dan proyek berskala besar yang rentan bersinggungan dengan kepentingan politik dan birokrasi.

"Praktik rent-seeking (perburuan rente) kerap dijumpai dan menjadi salah satu masalah sistemik dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," imbuhnya.

Masalah tersebut tercermin dari hasil survei Litbang Kompas 2025. Korupsi menempati posisi pertama sebagai masalah utama BUMN dengan angka 46,8 persen, disusul kurangnya transparansi 16,2 persen, intervensi politik 10,4 persen, dan manajemen tidak profesional 9,5 persen.

"Politisasi jabatan di tubuh BUMN kerap memicu balas jasa politik, di mana figur yang dipilih bukan profesional murni, melainkan alat untuk mengamankan rente kelompok tertentu," tambahnya.

Ia menegaskan reformasi BUMN harus menyentuh persoalan struktural, bukan hanya mengurangi jumlah perusahaan. Pemerintah perlu memisahkan BUMN strategis, komersial, tidak strategis, serta BUMN sakit agar perusahaan negara yang dipertahankan benar-benar memiliki fungsi dan nilai tambah yang jelas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Urgensi Kehadiran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Urgensi Kehadiran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:22 WIB

Bahlil Ungkap Alasan Presiden Bentuk Bursa Mineral: Prabowo Mau Seluruh Kekayaan Kita Yang Atur!

Bahlil Ungkap Alasan Presiden Bentuk Bursa Mineral: Prabowo Mau Seluruh Kekayaan Kita Yang Atur!

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:44 WIB

Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Agung RI untuk Kokohkan Tata Kelola

Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Agung RI untuk Kokohkan Tata Kelola

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Wacana Amnesti Koruptor BUMN Sesat Berbahaya, Berpotensi Bikin Korupsi Makin Subur

Wacana Amnesti Koruptor BUMN Sesat Berbahaya, Berpotensi Bikin Korupsi Makin Subur

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:18 WIB

Siapa Sardjito? Kandidat Bos Bursa Mineral Pilihan Prabowo

Siapa Sardjito? Kandidat Bos Bursa Mineral Pilihan Prabowo

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:59 WIB

253 Ton Logistik Telah Dikirim ke NTT, Kapal Rumah Sakit Segera Berlabuh

253 Ton Logistik Telah Dikirim ke NTT, Kapal Rumah Sakit Segera Berlabuh

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:04 WIB

Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia

Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:07 WIB

Terkini

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:31 WIB

DPO Kasus Pemalsuan Sertifikat Pamar Lubis Ditangkap Buser Polda Metro Jaya

DPO Kasus Pemalsuan Sertifikat Pamar Lubis Ditangkap Buser Polda Metro Jaya

Kalbar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:19 WIB

13 Kode Redeem FF Hari Ini 3 Oktober 2026: Klaim Skin SG2 dan Hadiah Naruto Sekarang!

13 Kode Redeem FF Hari Ini 3 Oktober 2026: Klaim Skin SG2 dan Hadiah Naruto Sekarang!

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Ngaku Bawa MBG, Dua Pikap di Tulang Bawang Ternyata Selundupkan Rokok Ilegal Senilai Rp1,2 Miliar

Ngaku Bawa MBG, Dua Pikap di Tulang Bawang Ternyata Selundupkan Rokok Ilegal Senilai Rp1,2 Miliar

Lampung | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Saat Kekuatan Super Bertemu dengan Masalah Finansial: Dilema Kocak Lee Jun-ho di Drama Cashero

Saat Kekuatan Super Bertemu dengan Masalah Finansial: Dilema Kocak Lee Jun-ho di Drama Cashero

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Bolehkah Mencampur Serum Niacinamide dengan Serum Centella Asiatica?

Bolehkah Mencampur Serum Niacinamide dengan Serum Centella Asiatica?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:09 WIB

Bukan Cuma Lembaga Keuangan, Luthfi Dorong Ekonomi Syariah Jateng Masuk ke UMKM

Bukan Cuma Lembaga Keuangan, Luthfi Dorong Ekonomi Syariah Jateng Masuk ke UMKM

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:09 WIB

Mulai Rp50 Ribuan! Rekomendasi Serum Bebas Pewangi agar Jerawat Minggat Tanpa Bikin Kering

Mulai Rp50 Ribuan! Rekomendasi Serum Bebas Pewangi agar Jerawat Minggat Tanpa Bikin Kering

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Lindungi Anak-Anak, Wali Kota Surabaya Stop Izin Diskotek Baru

Lindungi Anak-Anak, Wali Kota Surabaya Stop Izin Diskotek Baru

Jatim | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:53 WIB

Detik-detik Menegangkan Bhabinkamtibmas Lamteng Gagalkan Aksi Nekat Pria yang hendak Bunuh Diri

Detik-detik Menegangkan Bhabinkamtibmas Lamteng Gagalkan Aksi Nekat Pria yang hendak Bunuh Diri

Lampung | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:45 WIB

×