Soroti PLTU Suralaya, Pramono: Polusi Jakarta Tak Tuntas Hanya Lewat Mobil Listrik

Muhamad Yasir, Adiyoga Priyambodo

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:27 WIB
Soroti PLTU Suralaya, Pramono: Polusi Jakarta Tak Tuntas Hanya Lewat Mobil Listrik
Pembangkit listrik batubara di Suralaya, Cilegon, Banten, Indonesia (Greenpeace)
baca 10 detik
  • Polusi udara ibu kota memerlukan pengendalian emisi industri di kawasan penyangga.
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti emisi PLTU Suralaya di Banten yang berkontribusi memperburuk kualitas udara.
  • Pemprov DKI Jakarta menargetkan penggunaan lebih dari 10.000 bus listrik hingga tahun 2030 untuk menekan emisi transportasi.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai persoalan polusi udara di Jakarta tidak akan tuntas hanya dengan membenahi sektor transportasi. Emisi dari industri dan PLTU berbahan bakar batu bara di kawasan penyangga Jakarta juga harus dikendalikan.

Pramono menyoroti keberadaan industri yang masih menggunakan batu bara di wilayah aglomerasi Jakarta. Salah satunya PLTU Suralaya di Banten yang disebut turut berkontribusi terhadap persoalan kualitas udara Jakarta.

Hal itu disampaikan Pramono seusai menghadiri Indonesia International Transport Summit 2026 di The Tribrata Hotel and Convention Center, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).

Menurut Pramono, penanganan polusi udara Jakarta harus dilakukan secara lintas wilayah karena sumber emisi tidak hanya berasal dari dalam Ibu Kota.

“Persoalan utamanya bagaimana koordinasi di aglomerasi Jakarta ini, terutama bagi daerah-daerah yang masih mengizinkan industrinya menggunakan bahan bakar batu bara. Kalau itu tidak diizinkan, saya yakin dampaknya akan jauh lebih besar,” kata dia.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (ANTARA/Lifia Mawaddah)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (ANTARA/Lifia Mawaddah)

PLTU Suralaya Disorot

Pramono mengatakan emisi dari kawasan penyangga menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhitungkan dalam upaya memperbaiki kualitas udara Jakarta.

Ia mencontohkan PLTU Suralaya di Banten yang masih menggunakan batu bara sebagai bahan bakar.

“Problem-nya bukan hanya semata-mata transportasi di Jakarta. Ada persoalan-persoalan lain, misalnya pembakaran industri-industri di selingkaran Jakarta, salah satunya yang terkenal adalah Suralaya, yang menggunakan bahan bakar yang masih tidak ramah lingkungan,” ungkapnya.

baca juga

Menurut Pramono, kebijakan Pemprov DKI dalam menekan emisi transportasi tidak akan maksimal apabila wilayah sekitar Jakarta masih membiarkan industri menggunakan pembangkit berbahan bakar batu bara.

“Apa pun yang dilakukan pemerintah di dalam Jakarta dengan membuat mobil listrik, transportasinya diperbaiki, orang yang dulu naik transportasi pribadi ke transportasi umum, menurut saya belum sepenuhnya akan menyelesaikan kalau di suburban area atau daerah yang melingkupi Jakarta ini masih diizinkan untuk industrinya menggunakan pembangkit listrik tenaga batu bara,” ujarnya.

Karena itu, Pramono mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah di kawasan aglomerasi Jakarta memperkuat koordinasi untuk mengendalikan sumber-sumber emisi yang berasal dari luar wilayah Ibu Kota.

Kejar 10.000 Bus Listrik pada 2030

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta tetap melanjutkan berbagai kebijakan untuk menekan emisi dari sektor transportasi.

Salah satunya dengan memperbanyak penggunaan bus listrik.

Pramono menargetkan jumlah bus listrik di Jakarta mencapai lebih dari 10.000 unit pada 2030.

“Saya menargetkan di 2030 adalah 10.000 lebih bus elektrik,” ujar Pramono.

Selain bus listrik, Pemprov DKI juga akan mendorong penggunaan kendaraan berbasis hidrogen dan hibrida sebagai bagian dari upaya memperluas pilihan transportasi rendah emisi.

Namun, bagi Pramono, transisi transportasi bersih di Jakarta perlu berjalan beriringan dengan pengendalian emisi industri di wilayah penyangga agar upaya memperbaiki kualitas udara tidak berjalan setengah-setengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Kakanwil DJP Mohamad Haniv Ditahan KPK

Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Kakanwil DJP Mohamad Haniv Ditahan KPK

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Bukan Modifikasi Cuaca, BMKG Jelaskan Penyebab Hujan yang Guyur Jakarta Hari Ini

Bukan Modifikasi Cuaca, BMKG Jelaskan Penyebab Hujan yang Guyur Jakarta Hari Ini

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Warga Jakarta Bayar Mahal Udara Kotor, Revisi Aturan Pencemaran Masih Terpinggirkan

Warga Jakarta Bayar Mahal Udara Kotor, Revisi Aturan Pencemaran Masih Terpinggirkan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:12 WIB

Terkini

Tangis Mahathir Mohamad Pecah di Pusara Siti Hasmah, Kenangan 70 Tahun Bersama Berakhir Pilu

Tangis Mahathir Mohamad Pecah di Pusara Siti Hasmah, Kenangan 70 Tahun Bersama Berakhir Pilu

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Asap Karhutla Mengepung Palembang, Dokter Melihat Keluhan Pernapasan Makin Berat

Asap Karhutla Mengepung Palembang, Dokter Melihat Keluhan Pernapasan Makin Berat

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Feng Shui Arah Rumah Berdasarkan Tanggal Lahir, Begini Cara Menghitungnya

Feng Shui Arah Rumah Berdasarkan Tanggal Lahir, Begini Cara Menghitungnya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan

Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:50 WIB

4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan

4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?

Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:15 WIB

6 Urutan Zodiak dari yang Paling Dewasa sampai Paling Childish Saat Pacaran

6 Urutan Zodiak dari yang Paling Dewasa sampai Paling Childish Saat Pacaran

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:13 WIB

WiFi Publik Apakah Aman? Ini Cara Mengaktifkan Privasi Agar Tak Dipantau

WiFi Publik Apakah Aman? Ini Cara Mengaktifkan Privasi Agar Tak Dipantau

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Mati Mudanya Sebuah Tren: Ketika "Micro-Trends" Mengikis Identitas Diri

Mati Mudanya Sebuah Tren: Ketika "Micro-Trends" Mengikis Identitas Diri

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:00 WIB

×