- Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau tenda darurat RSUD TC Hillers di Sikka pada Kamis, 20 Agustus 2026.
- Wapres Gibran berdialog dengan ibu-ibu pascagempa untuk memastikan pemenuhan kebutuhan serta peningkatan penanganan medis yang layak.
- BNPB melaporkan bencana gempa di NTT menyebabkan 71 korban jiwa dan 59.647 pengungsi hingga Rabu malam.
Suara.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming berdialog dengan sejumlah ibu yang baru saja melahirkan dan dirawat di ruangan darurat Rumah Sakit Umum Daerah TC Hillers Maumere pascagempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, memastikan kebutuhan warga dipenuhi.
Meninjau RSUD TC Hillers di Sikka, NTT, Kamis (20/8/2026), Wapres Gibran mendatangi ruang perawatan darurat yang berada di halaman rumah sakit dan berdialog dengan seorang ibu yang baru saja melahirkan seorang anak perempuan setelah gempa pada Sabtu (15/8).
"Nanti tolong itu ditambahi penutupnya," ujar Wapres kepada jajaran pengurus rumah sakit setelah melihat cahaya matahari menembus sela-sela penutup tenda.
Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut Wapres juga memastikan kepada para pasien, yang kebanyakan adalah ibu yang melahirkan, bahwa penanganan pascagempa akan terus ditingkatkan agar pasien dapat kembali dirawat di ruangan dan rumah mereka dapat kembali diperbaiki.
Dalam dialog tersebut Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago bahkan sempat berkelakar untuk Wapres memberikan nama salah satu bayi yang baru lahir.
Selain meninjau tenda perawatan darurat, Wapres juga berkeliling melihat fasilitas rumah sakit termasuk ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) untuk bayi baru lahir yang membutuhkan perawatan intensif.
Dia juga memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah bayi yang dirawat di luar ruangan.
Sebelumnya, Wapres Gibran dalam kunjungan penanggulangan pascagempa di NTT pada hari ini sudah meninjau SD Inpres Wairklau untuk mengunjungi pada pengungsi dan melihat kerusakan Pelabuhan Laurentius Say di Maumere karena gempa tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sampai dengan Rabu (19/8) pada pukul 20.00 WIB, total tercatat 71 korban jiwa akibat gempa bumi yang terjadi di wilayah NTT.
Sementara itu, total pengungsi di seluruh wilayah NTT saat ini sebanyak 59.647 orang, dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di Manggarai.