Temui Korban Gempa NTT, Purbaya: Presiden Prabowo Tidak Melupakan Kondisi Masyarakat

Dicky Prastya

Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Temui Korban Gempa NTT, Purbaya: Presiden Prabowo Tidak Melupakan Kondisi Masyarakat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat mengunjungi korban gempa NTT pada Rabu (19/8/2026). [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 19 Agustus 2026.
  • Kemenkeu Peduli menyalurkan bantuan kebutuhan dasar senilai Rp 565.202.500 guna membantu masyarakat terdampak pada masa awal penanganan bencana.
  • Pemerintah memastikan ketersediaan dana APBN yang cukup untuk mendukung kinerja BNPB dalam menangani dampak bencana secara optimal.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungan tersebut, ia menyebut Presiden Prabowo tak akan melupakan kondisi korban gempa NTT.

Hal ini disampaikan Prabowo sebelum Purbaya berpamitan untuk mengunjungi korban gempa NTT. Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan salam kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi.

"Saya sempat bilang saya mau ke sini, beliau bilang 'titip salam untuk seluruh masyarakat di sini'. Jadi Bapak Presiden tidak melupakan seluruh kondisi masyarakat yang ada di sini," ujar Purbaya video singkat, Rabu (19/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menkeu Purbaya melihat kondisi pengungsian serta kebutuhan masyarakat terdampak. Sebagai bantuan awal, Kemenkeu Peduli menyalurkan berbagai kebutuhan dasar untuk masyarakat terdampak bencana.

Bantuan yang disalurkan Kemenkeu mencakup 380 lembar selimut, 81 pcs terpal, 200 pcs pakaian, 4.600 kg beras, 210 liter minyak goreng, dan 2.740 kg gula pasir. Selain itu, ada juga 225 dus susu, 150 dus mi instan, 300 papan telur, 200 dus makanan ringan, dan 540 dus air mineral.

Untuk mendukung kebutuhan sehari-hari masyarakat di lokasi terdampak, Kemenkeu Peduli turut menyalurkan 20 dus kopi/teh, 20 dus sereal, 30 dus sabun, 60 dus pampers, 61 dus pembalut, 5 dus pasta gigi, 5 dus handbody, 13 dus bumbu dapur, serta 7 dus kecap/saus.

Secara keseluruhan, bantuan tersebut merupakan bagian dari pengiriman bantuan dengan total nilai mencapai Rp 565.202.500 alias Rp 565,2 miliar. Bantuan tersebut menjadi bentuk gotong royong dan kepedulian pegawai Kementerian Keuangan kepada masyarakat terdampak bencana sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat pada masa awal penanganan.  

“Ini baru bantuan dari Kemenkeu Peduli, dari orang-orang Kementerian Keuangan. Kita melihat seperti apa kebutuhan di sini. Nanti kalau anggaran, yang lebih besar,” ujar dia.

Purbaya menegaskan bahwa Pemerintah akan menyiapkan dukungan APBN berdasarkan kebutuhan penanganan bencana di lapangan. Kementerian Keuangan juga memastikan ketersediaan anggaran untuk mendukung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menjalankan tugas penanganan bencana.

baca juga

“Yang jelas, dari Kementerian Keuangan kami menyiapkan dana yang cukup sehingga BNPB kinerjanya tidak terganggu. Kalau nanti membutuhkan tambahan, kita tambah. Jadi untuk bencana, anggarannya selalu kita utamakan,” tegas Menkeu.

Sebelumnya, Purbaya menyampaikan bahwa Pemerintah siap membantu kebutuhan pembiayaan penanganan bencana di NTT dengan terlebih dahulu menggunakan anggaran BNPB yang telah disiapkan.

Meskipun sebagian dari alokasi sekitar Rp 5 triliun tersebut telah digunakan, Pemerintah memastikan kebutuhan penanganan dampak bencana tetap akan terpenuhi sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan.

Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia mulai menggelar kebijakan penanganan dampak gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan masyarakat, pemenuhan kebutuhan dasar, serta percepatan pemulihan di wilayah terdampak. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanggapan Istana soal Sorotan Netizen Terkait Gambar Prabowo di Atraksi Terjun Payung HUT RI

Tanggapan Istana soal Sorotan Netizen Terkait Gambar Prabowo di Atraksi Terjun Payung HUT RI

Video | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Tinjau Langsung Penyaluran Bantuan Korban Gempa Flores

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Tinjau Langsung Penyaluran Bantuan Korban Gempa Flores

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:28 WIB

3.055 Gempa Susulan Guncang NTT, Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Waspada

3.055 Gempa Susulan Guncang NTT, Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Waspada

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Gejolak Aceh dan Papua, Gatot Nurmantyo Soroti Akar Masalah

Gejolak Aceh dan Papua, Gatot Nurmantyo Soroti Akar Masalah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:57 WIB

Dampak Kerusakan Akibat Gempa di Pulau Palue NTT

Dampak Kerusakan Akibat Gempa di Pulau Palue NTT

Foto | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:26 WIB

Terkini

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane

Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 21:53 WIB

Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?

Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?

Video | Rabu, 09 September 2026 | 21:45 WIB

Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik

Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik

News | Rabu, 09 September 2026 | 21:22 WIB

Buka Rakernas Asosiasi Kades, DPR Dorong Pembangunan dari Desa

Buka Rakernas Asosiasi Kades, DPR Dorong Pembangunan dari Desa

News | Rabu, 09 September 2026 | 21:20 WIB

×