“Persidangan-persistidangan juga sudah disiapkan. Daftar peserta tetap sekarang sudah sekitar 95 persen,” kata Prof Nuh.
Ia berharap Muktamar Ke-35 NU dapat berjalan sesuai semangat yang sejak awal dibangun, yakni senang, gembira, dan bermartabat.
Menurut Prof Nuh, Muktamar Ke-35 memiliki arti khusus karena menjadi muktamar pertama NU pada abad keduanya dan diselenggarakan di salah satu pesantren yang memiliki akar sejarah kuat dengan para muassis atau pendiri NU.
“Ini muktamar pertama di abad kedua NU. Tempatnya juga khusus. Karena itu, mari bersama-sama kembali kepada ruh dan jiwa NU: guyub, senang, rukun, dan semuanya berorientasi pada kemaslahatan,” ujarnya.
Prof Nuh memperkirakan warga NU dari berbagai daerah yang akan hadir di sekitar lokasi muktamar dapat mencapai lebih dari 10 ribu orang. Dukungan masyarakat juga terus berdatangan, mulai dari sumbangan beras, sapi, hingga berbagai kebutuhan lainnya.
Salah satu perwakilan tuan rumah, KH Hasib Wahab, mengatakan dengan waktu kurang dari satu pekan, pekerjaan panitia kini memasuki tahap penyelesaian akhir di sejumlah titik.
“Nanti malam juga akan dilaksanakan istighotsah dan doa bersama. Mudah-mudahan pelaksanaan muktamar dan seluruh persidangannya berjalan kondusif, sejuk, tenang, dan gembira,” katanya. ***