Donald Trump: Negosiasi AS dan Iran Makin Rumit, Banyak Pemimpin Teheran Tewas

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:25 WIB
Donald Trump: Negosiasi AS dan Iran Makin Rumit, Banyak Pemimpin Teheran Tewas
Presiden AS Donald Trump menuding NATO sebagai pengecut dan macan kertas karena tak mau membantu membuka Selat Hormuz. [X/Potus]
baca 10 detik
  • Negosiasi AS dan Iran semakin rumit akibat tewasnya jajaran pemimpin utama Teheran.

  • Donald Trump meluncurkan operasi ekonomi baru yang dikecam Iran sebagai terorisme ekonomi.

  • Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya tetapi belum pernah muncul secara langsung di depan publik.

Suara.com - Hilangnya deretan pejabat tinggi Iran secara mendadak memicu kekosongan figur kunci yang membuat diplomasi Amerika Serikat dan Iran terhenti total. Kondisi ini membuat Amerika Serikat kehilangan mitra dialog resmi untuk menyepakati perjanjian bilateral baru.

Pemerintah Amerika Serikat mengaku kesulitan menemukan sosok pemegang otoritas tertinggi yang bisa diajak berunding di meja diplomasi. Ketidakpastian peta politik di Teheran menutup ruang komunikasi yang sebelumnya berusaha dibuka Washington.

Ketegangan makin memuncak saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan kekecewaannya atas kebuntuan proses diplomasi ini.

Ilustrasi kapal tanker Pacific Topaz yang beraktivitas mengangkut minyak mentah [Unsplash/Haydn]
Ilustrasi kapal tanker Pacific Topaz yang beraktivitas mengangkut minyak mentah [Unsplash/Haydn]

"Sebagian dari masalahnya adalah begitu banyak pemimpin yang telah tiada. Tidak mudah untuk mencapai kesepakatan. Tak ada yang tahu siapa yang memimpin," kata Trump kepada Michael Cohen di 77 WABC.

Tekanan diplomatik ini berlanjut dengan peluncuran tindakan penekanan finansial baru oleh pihak Gedung Putih. Washington bahkan mengimbau negara-negara sekutunya untuk memperketat isolasi terhadap Teheran.

Respon keras langsung dilontarkan otoritas diplomatik Teheran terhadap manuver ekonomi Washington tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran pada Kamis menyebut langkah tersebut sebagai "terorisme ekonomi".

Mengapa Perundingan Diplomasi Amerika Serikat dan Iran Menjadi Rumit?

Konflik kedua negara mencapai titik didih baru setelah serangan militer mematikan menewaskan pucuk pimpinan tertinggi Iran. Kejadian ini menghancurkan struktur komando lama yang selama ini mengendalikan kebijakan luar negeri Teheran.

Pasca insiden tersebut, takhta kepemimpinan spiritual dan politik Iran dipindahkan kepada penerus dinasti. Mojtaba Ali Khamenei resmi ditunjuk menggantikan posisi ayahnya yang gugur.

baca juga

Namun, kepemimpinan baru ini memicu tanda tanya besar karena sang penerus memilih beroperasi dari balik layar. Mojtaba belum pernah tampil di depan publik sejak pengangkatannya sebagai pemimpin tertinggi.

Bagaimana Kondisi Internal Kepemimpinan Iran Saat Ini?

Meskipun menghindari penampakan fisik di hadapan publik, suksesor baru ini tetap berusaha mengontrol narasi nasional. Dia telah mengeluarkan beberapa pernyataan kepada rakyat Iran yang dipublikasikan media resmi Iran.

Strategi komunikasi satu arah ini membuat pihak luar ragu atas efektivitas kendali pemerintahannya. Kondisi tersebut memicu keraguan Washington untuk melanjutkan negosiasi formal.

Kondisi ini berakar dari serangan fatal pada 28 Februari lalu yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Tragedi tersebut memicu krisis suksesi mendadak di tengah ketegangan ekonomi yang dipicu pengumuman operasi ekonomi AS pada Rabu (19/8).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Perang AS-Iran, Pemerintah Didesak Tak Terus Bergantung Impor Pangan dan Energi

Dampak Perang AS-Iran, Pemerintah Didesak Tak Terus Bergantung Impor Pangan dan Energi

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:56 WIB

Ancaman Trump ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Ancaman Trump ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Indonesia Bantah Kongkalikong dengan China untuk Perdagangan ke AS

Indonesia Bantah Kongkalikong dengan China untuk Perdagangan ke AS

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Terkini

Donald Trump: Negosiasi AS dan Iran Makin Rumit, Banyak Pemimpin Teheran Tewas

Donald Trump: Negosiasi AS dan Iran Makin Rumit, Banyak Pemimpin Teheran Tewas

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Sering Disangka Pegal, 6 Tanda Ini Bisa Jadi Gejala Saraf Tepi Bermasalah

Sering Disangka Pegal, 6 Tanda Ini Bisa Jadi Gejala Saraf Tepi Bermasalah

Health | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:24 WIB

BRI Dukung Potensi Bank Emas Indonesia Lewat Ekosistem Emas Terintegrasi

BRI Dukung Potensi Bank Emas Indonesia Lewat Ekosistem Emas Terintegrasi

Jawa Tengah | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:19 WIB

BRI Bawa Tiga Pilar Baru di Qlola New Skin, dari Personalisasi hingga Konektivitas

BRI Bawa Tiga Pilar Baru di Qlola New Skin, dari Personalisasi hingga Konektivitas

Jakarta | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:17 WIB

WNA Inggris Tewas Usai Dihajar di Bar Bali, Anaknya Ungkap Fakta Mengejutkan di Medsos

WNA Inggris Tewas Usai Dihajar di Bar Bali, Anaknya Ungkap Fakta Mengejutkan di Medsos

Bali | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:16 WIB

Pemerintah Masih Godok Skema Insentif Motor Listrik Gegara Serapan Rendah

Pemerintah Masih Godok Skema Insentif Motor Listrik Gegara Serapan Rendah

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:14 WIB

Kelola Keuangan Bisnis dalam Satu Platform, BRI Perkenalkan Qlola New Skin

Kelola Keuangan Bisnis dalam Satu Platform, BRI Perkenalkan Qlola New Skin

Riau | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:13 WIB

BRI Optimalkan Potensi Emas Indonesia Melalui Holding Ultra Mikro

BRI Optimalkan Potensi Emas Indonesia Melalui Holding Ultra Mikro

Jatim | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:12 WIB

Tak Mau Jadi Korban Kabut Asap, Malaysia Akan Bantu Atasi Kebakaran Hutan Kalimantan

Tak Mau Jadi Korban Kabut Asap, Malaysia Akan Bantu Atasi Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:09 WIB

BRI Tingkatkan Layanan Qlola, Satukan Beragam Kebutuhan Transaksi Bisnis dalam Satu Platform

BRI Tingkatkan Layanan Qlola, Satukan Beragam Kebutuhan Transaksi Bisnis dalam Satu Platform

Kaltim | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:08 WIB

×