KPK Naikkan Status Dugaan Korupsi Dispenda Bogor ke Penyidikan, Uang Rp1,5 Miliar Diamankan

Dwi Bowo Raharjo, Adiyoga Priyambodo

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:56 WIB
KPK Naikkan Status Dugaan Korupsi Dispenda Bogor ke Penyidikan, Uang Rp1,5 Miliar Diamankan
Ilustrasi gedung KPK. (Antara)
baca 10 detik
  • KPK menaikkan kasus dugaan korupsi pemotongan upah pungut Dispenda Kabupaten Bogor ke tahap penyidikan pada Kamis, 20 Agustus 2026.
  • Petugas KPK telah mengamankan uang tunai sekitar Rp1,5 miliar selama proses penyelidikan perkara korupsi tersebut berlangsung.
  • KPK belum menetapkan tersangka karena masih menggunakan surat perintah penyidikan umum dalam menangani kasus ini.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menaikkan status penanganan dugaan korupsi di lingkungan Dinas Pendapatan (Dispenda) Kabupaten Bogor dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Keputusan tersebut diambil dalam gelar perkara di tingkat pimpinan KPK pada Kamis (20/8/2026) malam.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan hal ini dalam keterangan pers pada Jumat (21/8/2026).

Perkara ini berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dari hasil pemotongan upah pungut di Dispenda Kabupaten Bogor.

"Adapun kegiatan penyelidikan yang dilakukan di wilayah Kabupaten Bogor ini terkait dengan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara dari pemotongan upah pungut yang dilakukan di Dinas Pendapatan di Kabupaten Bogor," ujar Budi.

Meski status perkara sudah naik ke penyidikan, KPK menegaskan belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Saat ini masih digunakan sprindik umum," lanjut Budi.

Terkait isu adanya penerimaan uang senilai Rp4 miliar dari pemotongan bonus pegawai Dispenda, KPK menyebut modus tersebut diduga berkaitan dengan upah pungut.

Ia menambahkan bahwa pihak-pihak yang terlibat serta konstruksi lengkap perkara akan disampaikan setelah proses penyidikan berjalan.

baca juga

Dalam proses penyelidikan, KPK juga telah mengamankan sejumlah uang yang diduga terkait perkara ini.

"Memang ada sejumlah uang yang diamankan dalam rangkaian kegiatan penyelidikan, dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar Rupiah," kata Budi.

Uang yang telah diamankan tersebut rencananya akan disita secara resmi pada tahap penyidikan.

Terkait sorotan publik bahwa Bupati Bogor menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, KPK memastikan tidak ada intervensi dalam penanganan perkara ini.

"Progres kegiatan penyelidikan maupun nanti penyidikan semuanya berproses secara objektif," tegas Budi.

Ia pun mengajak masyarakat dan jurnalis untuk terus mengawal proses penanganan perkara ini di KPK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Prihatin Rektor Unsoed Kena OTT KPK: Kampus Itu Meritokrasi, Bukan Ruang Transaksi

DPR Prihatin Rektor Unsoed Kena OTT KPK: Kampus Itu Meritokrasi, Bukan Ruang Transaksi

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:27 WIB

Sosok Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed Lulusan Jerman yang Terjaring OTT KPK

Sosok Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed Lulusan Jerman yang Terjaring OTT KPK

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:35 WIB

Terjaring OTT, Nasib Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq dan Wakilnya Ditentukan KPK dalam 1x24 Jam

Terjaring OTT, Nasib Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq dan Wakilnya Ditentukan KPK dalam 1x24 Jam

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:35 WIB

KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru

KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Hanya Melempar Senyum, Wakil Rektor Unsoed Terpantau Jalani Pemeriksaan KPK di Mapolresta Banyumas

Hanya Melempar Senyum, Wakil Rektor Unsoed Terpantau Jalani Pemeriksaan KPK di Mapolresta Banyumas

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:13 WIB

Terkini

Review Anetos Acne Care Serum, Ampuh Bikin Jerawat Meradang Kempes dalam Semalam?

Review Anetos Acne Care Serum, Ampuh Bikin Jerawat Meradang Kempes dalam Semalam?

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Menjaga Dapur Sendiri: ASEAN Butuh Aturan Latihan Militer Bersama

Menjaga Dapur Sendiri: ASEAN Butuh Aturan Latihan Militer Bersama

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Jelang Asian Games 2026, Atlet Terbaik Indonesia Bakal Unjuk Gigi di Grand Final IPL S2

Jelang Asian Games 2026, Atlet Terbaik Indonesia Bakal Unjuk Gigi di Grand Final IPL S2

Sport | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:48 WIB

45,29 Persen Warga Jakarta Terjepit Cari Rumah, Pemprov DKI Ajukan Ranperda Rusun Baru

45,29 Persen Warga Jakarta Terjepit Cari Rumah, Pemprov DKI Ajukan Ranperda Rusun Baru

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:40 WIB

Gen Z Mulai Gemar Beli Produk Lokal: Bangga atau Sekadar Ikut Tren?

Gen Z Mulai Gemar Beli Produk Lokal: Bangga atau Sekadar Ikut Tren?

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:40 WIB

Usia 40-an Mulai Muncul Flek Hitam? Ini 4 Rekomendasi Cream Ampuh di Apotek

Usia 40-an Mulai Muncul Flek Hitam? Ini 4 Rekomendasi Cream Ampuh di Apotek

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:37 WIB

Jangan Asal Buang ke Selokan! Begini Cara Benar Menyikapi Bangkai Tikus di Jalan Raya

Jangan Asal Buang ke Selokan! Begini Cara Benar Menyikapi Bangkai Tikus di Jalan Raya

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:36 WIB

Merger Paramount - Warner Bros Mengancam PHK Ribuan Pekerja Film

Merger Paramount - Warner Bros Mengancam PHK Ribuan Pekerja Film

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:36 WIB

Kalimantan Dikepung 1.487 Titik Panas, DPR Ingat Pemerintah Karhutla 1997 Jangan Terulang

Kalimantan Dikepung 1.487 Titik Panas, DPR Ingat Pemerintah Karhutla 1997 Jangan Terulang

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:36 WIB

BRI Perkuat Ekosistem Emas Nasional Bersama Pegadaian dan PNM

BRI Perkuat Ekosistem Emas Nasional Bersama Pegadaian dan PNM

Sumut | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:36 WIB

×