-
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq terjaring OTT KPK diduga terkait kasus penerimaan mahasiswa baru.
-
Akhmad Sodiq merupakan lulusan doktor dari Jerman dengan rekam jejak mentereng.
-
KPK menyita barang bukti uang tunai senilai ratusan juta rupiah saat mengamankan Akhmad Sodiq.
Suara.com - Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng., terjaring OTT KPK terkait dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru.
Penangkapan ini menggegerkan publik dan civitas akademika, mengingat sosoknya dikenal sebagai akademisi senior dengan rekam jejak mentereng di bidang ilmu peternakan.
Sosok dan Rekam Jejak Akhmad Sodiq
Lahir di Batang, Jawa Tengah, pada 28 Januari 1969, perjalanan akademis Akhmad Sodiq sejatinya terbilang amat cemerlang. Ia menyelesaikan studi sarjana (S1) di Fakultas Peternakan Unsoed pada tahun 1992.
Sodiq lalu melanjutkan pendidikannya ke Eropa dan berhasil meraih gelar Master of Science in Agriculture di Georg-August Universität Göttingen, Jerman, pada 1997. Tak berhenti di situ, ia merengkuh gelar doktor (S3) bidang Animal Science dari Universität Kassel, Jerman, pada tahun 2003.
Sepulangnya ke Indonesia, pengabdian Sodiq di Unsoed melesat secara bertahap. Berawal dari dosen biasa, ia dipercaya menjabat sebagai Dekan Fakultas Peternakan Unsoed.

Kinerjanya yang teruji membawanya dipercaya menjadi Ketua Tim Pendiri sekaligus Rektor Pertama Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto pada periode 2017–2018.
Setelah melahirkan kampus baru tersebut, ia kembali ke Unsoed dan mengemban amanah sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik, sebelum akhirnya resmi dilantik sebagai Rektor ke-12 Unsoed untuk periode 2022–2026.
Di luar lingkup manajerial kampus, kepakaran pakar sistem produksi ternak ini diakui secara luas. Sodiq tercatat pernah sembilan kali meraih penghargaan Dosen Berprestasi di tingkat fakultas maupun universitas.
Atas dedikasinya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), ia dianugerahi tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya XX Tahun dari Pemerintah RI pada 2017.
Ia juga aktif berorganisasi, mulai dari Dewan Pengawas DPW Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Jawa Tengah, Dewan Pakar Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI), hingga dipercaya sebagai A'wan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas.
Terjaring OTT KPK
Namun, deretan prestasi dan rekam jejak panjang Akhmad Sodiq mendadak terbayangi oleh dugaan kasus korupsi.
Pada Kamis (20/8/2026), tim Satgas KPK menggelar operasi senyap di Purwokerto dan Jakarta. Sebanyak 14 orang diamankan dalam operasi tersebut, termasuk Akhmad Sodiq dan sejumlah pejabat kampus Unsoed.
Penyidik KPK turut menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan transaksi pengondisian penerimaan mahasiswa baru di lingkungan Unsoed.
Penindakan hukum ini menjadi babak paling kelam dalam perjalanan karier sang guru besar yang menghadapi proses hukum di gedung rasuah.