- Ormas di Alun-alun Pati menggelar doa bersama pada Jumat malam untuk menjaga kedamaian daerah.
- Massa membacakan komitmen bersama menolak segala bentuk aspirasi provokatif, intimidatif, dan juga anarkistis.
- Kegiatan ditutup dengan imbauan menghindari isu menyesatkan serta pernyataan dukungan kepada aparat penegak hukum.
Suara.com - Massa dari berbagai organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berkumpul di alun-alun, Jumat (21/8/2026) malam, untuk berdoa menjaga perdamaian, kondusifitas serta menolak provokasi.
Pantauan di lokasi menunjukkan berbagai elemen ormas mulai memadati area Alun-alun sejak pukul 19.45 WIB. Para peserta hadir dengan mengenakan seragam identitas masing-masing, menciptakan pemandangan yang menunjukkan soliditas antar kelompok di Bumi Mina Tani.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia, Ahmad Sulaim Habibi. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah.
"Kita bersama-sama berdoa supaya Pati tetap adem, tenteram, serta damai. Daerah kita harus kondusif dan bermartabat," kata Habibi.

Nyala Lilin dan Pernyataan Sikap
Suasana haru dan khidmat menyelimuti Alun-alun saat peserta mulai menyalakan lilin dan lampu ponsel secara serentak.
Di bawah pendar cahaya tersebut, para anggota ormas membacakan pernyataan sikap yang dipimpin oleh Wakil Rois PCNU Kabupaten Pati, KH Abdul Majid.
Atas nama kepentingan masyarakat dan demi terpelihara keamanan, ketertiban, persatuan, serta kehormatan Kabupaten Pati, KH Abdul Majid membacakan butir-butir komitmen bersama.
"Kami berkomitmen menjaga Kabupaten Pati supaya terus aman, damai, kondusif dan bermartabat sebagai rumah bersama seluruh warga," kata Majid saat menyatakan sikap.
Dalam pernyataan tersebut, massa menegaskan dukungan terhadap kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi.
Namun, mereka secara tegas menolak segala bentuk aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan dengan cara-cara yang melanggar etika dan mengancam persatuan.
"Konstitusi menjamin penyampaian pendapat, dan kami mendukung hal itu. Tapi kami menolak beragam bentuk penyampaian aspirasi yang provokatif, intimidatif, anarkistis serta tak beretika karena akan memecah persatuan rakyat," kata dia.

Menolak Provokasi dan Isu Menyesatkan
KH Abdul Majid juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam kepentingan kelompok sesaat yang dapat merusak tatanan demokrasi. Ia mengajak semua pihak untuk lebih mengedepankan dialog ketimbang kegaduhan.
"Kami di sini ingin mengajak semua elemen masyarakat memperkuat persatuan serta keutuhan NKRI. Jangan sampai ada kepentingan kelompok ataupun sesaat di atas hal itu semua," kata dia.
Kiai Majid menegaskan, perbedaan pendapat adalah hal lumrah dalam berdemokrasi. Tapi perbedaan itu bukan lantas dijadikan pembenar bagi perpecahan.
"Kita harus menjaga demokrasi tetap beradab," tegasnya.
Selain mengajak masyarakat untuk waspada terhadap informasi yang belum terverifikasi atau isu menyesatkan, ormas-ormas di Pati ini juga menyatakan dukungannya kepada aparat penegak hukum.
Mereka berharap petugas bertindak profesional, adil, dan tegas dalam menjaga keamanan serta hak konstitusi warga.
"Kami ingin warga memikirkan pembangunan daerah sendiri serta menjaga perdamaian. Karenanya, jangan mudah terlihat aksi di luar daerah yang justru bisa menimbulkan perpecahan," kata dia.
Setelah seluruh rangkaian doa dan pernyataan sikap selesai, massa membubarkan diri dengan tertib. Acara ditutup dengan sesi ramah tamah dan makan bersama antar anggota ormas di sekitar kawasan Alun-alun Pati.