Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35

Andi Ahmad S

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:05 WIB
Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35
Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35 [Istimewa]
baca 10 detik
  • Forum Ulama Nahdliyyin menggelar halaqah di Jakarta pada Jumat, 21 Agustus 2026, untuk menyelamatkan marwah Syuriyah NU.
  • Ketua FUN KH Mujib Qulyubi menyatakan sistem AHWA menyimpang karena marak praktik politik uang dan suap dari institusi luar.
  • Forum mendesak seluruh pemegang hak suara menolak komersialisasi organisasi serta mengembalikan Muktamar ke-35 pada jalan pengabdian.

Suara.com - Ketegangan menyelimuti persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Forum Ulama Nahdliyyin (FUN) menggelar Halaqah Jam’iyyah NU bertema “Menyelamatkan Marwah Syuriyah dan Kemuliaan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA)” di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Langkah ini dilakukan demi mengembalikan otoritas moral serta menjaga Muktamar dari praktik risywah atau suap (politik uang).

Ketua FUN KH Mujib Qulyubi menegaskan bahwa halaqah ini menjadi wadah konsolidasi bagi pengurus syuriyah, tanfidziyah, hingga puluhan pengasuh pesantren.

Kiai Mujib melontarkan kritik pedas terkait dugaan penyimpangan pelaksanaan lima poin Pedoman Penyampaian Usulan Nama Calon AHWA yang dirilis PBNU.

“Tujuan utama sistem AHWA ini untuk menghindari politik uang, eh sekarang yang terjadi sebaliknya. Indikasi 'tembak di tempat' dan paket lengkap dari institusi luar adalah bukti penyimpangan nyata,” ujar Kiai Mujib, kepada wartawan, Sabtu (22/8/2026).

Ketua Tanfidziyah PWNU DKI KH Samsul Ma’arif yang menjadi salah satu narasumber halaqah, mengatakan ishlah yang beberapa waktu lalu berlangsung antara Rais Aam Kiai Miftahul Ahyar dan Ketum PBNU Gus Yahya hanyalah lips service.

"Ishlah itu hanya formalistik, di permukaan, sampai sekarang sejatinya tidak pernah ada ishlah antara keduanya. Bahkan dalam satu kesempatan bersama dengan Gus Yahya, DKI diminta mundur menjadi tuan rumah Muktamar, namun saya menolaknya,” ujar KH Samsul.

Sementara itu, KH Adnan Anwar menekankan agar calon Rais Aam dan Ketum PBNU memahami geopolitik kekinian.

“Tidak seperti sekarang, ngurus Ba’alawi saja tidak bisa, malah memihak. Indonesia itu dijadikan target setelah Iran. Islam di Indonesia dianggap sebagai gangguan ekonomi mereka, makanya pesantren mulai di-bully. Beda sekali dengan zaman Kiai Said Aqil Siradj, saat itu pengkaderan jalan, universitas tumbuh, dan seterusnya,” ujar KH Adnan.

baca juga

Penasehat LBM PWNU DKI KH Mukti Ali Qusyairi mengatakan dalam kriteria AHWA, jika ada yang paling alim, maka didahulukan yang paling alim dan tentunya paling tertib pendidikannya.

"Pilihannya hanya Kiai Said, beliau pernah mendampingi empat Rais Aam dan berjalan baik-baik saja, tidak ada persoalan maupun masalah penting seperti saat ini,” ujarnya.

Menghadapi Muktamar ke-35, seluruh elemen NU, terutama para kiai sepuh, pengurus di berbagai tingkatan, dan warga nahdliyin secara umum, harus berani bersikap tegas menolak segala bentuk komersialisasi suara dan stempel organisasi. 

Forum mendorong adanya kesadaran serta perbaikan agar segenap muktamirin kembali pada Niat Dasar (Tajdidun Niyat), mengingat kembali bahwa ber-NU adalah jalan pengabdian (khidmah), bukan jalan mencari keuntungan finansial sesaat. Selain itu juga menolak Serangan Fajar dan Tembak di Tempat.

Tidak hanya itu, para pemegang hak suara di PWNU, PCNU, dan PCINU harus berani menjaga kehormatan diri. Karena stempel NU terlalu suci untuk ditukar dengan uang tunai.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satu Minggu Jelang Muktamar, 4 Nama Kandidat Ketum PBNU Mengerucut, Siapa Terkuat?

Satu Minggu Jelang Muktamar, 4 Nama Kandidat Ketum PBNU Mengerucut, Siapa Terkuat?

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 20:36 WIB

Muncul Gerakan 'Gerbang Toll PBNU', Serukan Tolak LPJ di Muktamar ke-35 NU

Muncul Gerakan 'Gerbang Toll PBNU', Serukan Tolak LPJ di Muktamar ke-35 NU

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Digelar 27-31 Agustus, Gus Yahya Sebut Isu Restu Istana Jelang Muktamar NU untuk Menakut-nakuti

Digelar 27-31 Agustus, Gus Yahya Sebut Isu Restu Istana Jelang Muktamar NU untuk Menakut-nakuti

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:48 WIB

Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas

Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:20 WIB

Wanti-wanti Gus Lilur ke Prabowo, Jangan Biarkan Nama Presiden Dipakai Intervensi Muktamar NU

Wanti-wanti Gus Lilur ke Prabowo, Jangan Biarkan Nama Presiden Dipakai Intervensi Muktamar NU

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Pramono Anung Tekankan Sinergi Ulama-Umara demi Jakarta yang Kondusif dan Modern

Pramono Anung Tekankan Sinergi Ulama-Umara demi Jakarta yang Kondusif dan Modern

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:34 WIB

Terkini

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Kalbar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:19 WIB

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:11 WIB

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Sumsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:05 WIB

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:32 WIB

×