- Ketua Umum PB PII Kevin Prayoga menolak aksi provokatif dalam konferensi pers tanggal 22 Agustus 2026.
- PB PII menyoroti rencana aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu di gedung DPR RI pada 27 Agustus.
- PB PII mengingatkan agar aksi massa tetap menjaga ketertiban umum tanpa ada penunggangan kepentingan.
"Bagi PB PII, kritik terhadap pemerintah maupun lembaga negara merupakan bagian yang sah dari kehidupan demokrasi. Pelajar dan pemuda serta seluruh masyarakat Indonesia harus memiliki keberanian moral untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Namun, keberanian tersebut harus berjalan bersama kecerdasan intelektual, kedewasaan politik, tanggung jawab sosial, dan komitmen terhadap keutuhan bangsa," kata Kevin dalam pembacaan poin sikapnya.
Dalam sesi tanya jawab, Kevin sempat menyinggung soal arah gerakan organisasi terkait aksi masyarakat Pati.
Ia menegaskan PII tidak dalam posisi menolak aksi tersebut, melainkan menjaga agar aksi tersebut tetap berada pada relnya.
"Poinnya tadi itu adalah harus menjaga ketertiban umum, menjaga asas-asas persaudaraan. Yang paling penting adalah di situ, jangan sampai demonstrasi yang akan dilakukan masyarakat Pati nanti itu malah ditakutkan, ditunggangi untuk mengacaukan kondisi kebangsaan kita yang terus berbenah," ungkapnya.