Malaysia dan Brunei Pakai Mekansime ASEAN Atasi Karhutla Kalimantan, Indonesia Gak Diajak?

Galih Prasetyo

Minggu, 23 Agustus 2026 | 17:40 WIB
Malaysia dan Brunei Pakai Mekansime ASEAN Atasi Karhutla Kalimantan, Indonesia Gak Diajak?
Foto udara asap membumbung tinggi dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (31/7/2026). [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]
baca 10 detik
  • Malaysia dan Brunei Darussalam sepakat menggunakan mekanisme ASEAN untuk mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan di Kalimantan.
  • Indeks pencemaran udara di berbagai wilayah Malaysia mencapai level tidak sehat berdasarkan data pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
  • Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi adanya komunikasi informal antarnegara melalui Menteri Luar Negeri pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Suara.com - Malaysia dan Brunei Darussalam sepakat memanfaatkan mekanisme ASEAN untuk memperkuat kerja sama menghadapi persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan Menteri Luar Negeri dan kementerian terkait telah diminta menindaklanjuti kesepakatan tersebut dengan Sekretariat ASEAN.

Upaya itu diarahkan untuk menggunakan mekanisme regional yang dinilai paling tepat dalam menangani persoalan kabut asap akibat Karhutla di Kalimantan.

“Kedua negara sepakat untuk menggunakan mekanisme ASEAN yang paling tepat. Kami telah meminta Menteri Luar Negeri dan menteri terkait untuk menindaklanjutinya. Surat juga telah kami sampaikan kepada Sekretariat ASEAN,” kata Anwar. dikutip dari Astroawani

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim tiba di Jakarta, Indonesia. [Instagram Anwar Ibrahim]
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim tiba di Jakarta, Indonesia. [Instagram Anwar Ibrahim]

Melalui kerja sama tersebut, Malaysia dan Brunei berupaya memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi bencana asap.

Mekanisme itu juga diharapkan dapat mendukung respons terhadap persoalan lintas batas yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Kualitas Udara Sarawak Masuk Level Tidak Sehat

Perhatian terhadap kabut asap meningkat setelah sejumlah wilayah Malaysia mencatat indeks pencemaran udara pada level tidak sehat.

Menurut data terakhir pada Sabtu (22/8/2026) pukul 15.00 waktu setempat, indeks pencemaran udara (IPU) di Serian mencapai 196.

baca juga

Kuching mencatat IPU 188, Samarahan 178, Sri Aman 175, Sarikei 174, Sibu 162, Bintulu 157, Mukah 157, Samalaju 155, dan Miri 143.

Di Semenanjung Malaysia, Bukit Rambai, Melaka, juga mencatat IPU 152.

Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan kualitas udara telah meluas ke sejumlah kawasan.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa sudah ada jalinan komunikasi dengan negara-negara sahabat terkait situasi tersebut.

Prasetyo menyebutkan, bahwa komunikasi tersebut dilakukan melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) guna membahas dampak dari bencana tahunan tersebut.

"Kalau secara informal ada. Secara informal memang sebagai negara tetangga kan tentunya melalui Pak Menlu ada komunikasi. Tadi juga Pak Menlu cerita juga tuh ke kami. Makanya kita berusaha secepatnya untuk bisa mengatasi masalah Karhutla ini," ujar Prasetyo ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Terkait dengan langkah penanganan di lapangan, muncul pertanyaan mengenai kemungkinan pembentukan satuan tugas (Satgas) khusus seperti yang pernah dilakukan untuk menangani masalah di Aceh.

Namun, Prasetyo menilai saat ini koordinasi antarinstansi masih sangat memadai.

"Saya kira belum ya, karena kemarin hasil dari lapangan, apa namanya, penanganan yang itu juga sudah koordinasi lintas sektor juga sudah cukup kuat ya," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla 600 Hektare di Way Kambas Padam, Menhut Klaim Gajah Liar Aman

Karhutla 600 Hektare di Way Kambas Padam, Menhut Klaim Gajah Liar Aman

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:56 WIB

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Pemerintah: Insyaallah Gak Perlu Satgas Khusus

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Pemerintah: Insyaallah Gak Perlu Satgas Khusus

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Ganggu Negara Tetangga, Mensesneg Bilang Begini

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Ganggu Negara Tetangga, Mensesneg Bilang Begini

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:35 WIB

Istana: Isu Haji Isam Jadi Koordinator Tangani Karhutla Kalimantan Tidak Benar!

Istana: Isu Haji Isam Jadi Koordinator Tangani Karhutla Kalimantan Tidak Benar!

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:53 WIB

Mendagri Jawab Isu Haji Isam Koordinir Karhutla Kalsel Atas Mandat Prabowo

Mendagri Jawab Isu Haji Isam Koordinir Karhutla Kalsel Atas Mandat Prabowo

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:14 WIB

Api di Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Kemenhut Pastikan Kondisi Gajah Sumatra Aman

Api di Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Kemenhut Pastikan Kondisi Gajah Sumatra Aman

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:32 WIB

Terkini

Babak Baru Korupsi Iklan Bank BJB, KPK Jadwalkan Pemeriksaan Tiga Pejabat Saksi Kunci

Babak Baru Korupsi Iklan Bank BJB, KPK Jadwalkan Pemeriksaan Tiga Pejabat Saksi Kunci

Jabar | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Lagu 'Haters' Kotak Mengajarkan Cara Terbaik Menikmati Hidup Tanpa Beban

Lagu 'Haters' Kotak Mengajarkan Cara Terbaik Menikmati Hidup Tanpa Beban

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Update RUU Perampasan Aset, Komjak: Illicit Enrichment dari PBB Itu Bersifat Imbauan

Update RUU Perampasan Aset, Komjak: Illicit Enrichment dari PBB Itu Bersifat Imbauan

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Tangan Sering Kesemutan Saat Tidur, Kenali Perbedaan CTS dan Saraf Terjepit di Leher

Tangan Sering Kesemutan Saat Tidur, Kenali Perbedaan CTS dan Saraf Terjepit di Leher

Health | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Deteksi Dini Malnutrisi pada Anak Tak Harus Rumit, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Detik

Deteksi Dini Malnutrisi pada Anak Tak Harus Rumit, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Detik

Health | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:54 WIB

KPK Periksa Menteri Nusron Wahid Hari Ini

KPK Periksa Menteri Nusron Wahid Hari Ini

Bogor | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:54 WIB

18 Konsesi Perusahaan Terdeteksi 10.411 Hotspot, Sejauh Mana Tindakan Pemerintah?

18 Konsesi Perusahaan Terdeteksi 10.411 Hotspot, Sejauh Mana Tindakan Pemerintah?

Sumsel | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:53 WIB

5 Sisir Anti Rontok Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kusut dan Patah Sesuai Review Pembeli

5 Sisir Anti Rontok Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kusut dan Patah Sesuai Review Pembeli

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:53 WIB

Kisah Pip, Burung Kecil yang Mengajarkan Arti Kepedulian

Kisah Pip, Burung Kecil yang Mengajarkan Arti Kepedulian

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Luhut Dorong Ekonomi Berbasis Pengetahuan, AI hingga Energi Jadi Fokus

Luhut Dorong Ekonomi Berbasis Pengetahuan, AI hingga Energi Jadi Fokus

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:49 WIB

×