- Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah pusat telah menjalin komunikasi informal dengan negara tetangga melalui Menteri Luar Negeri pada Minggu, 23 Agustus 2026.
- Pemerintah menilai pembentukan satgas khusus belum diperlukan karena koordinasi lintas sektor dalam menangani kebakaran hutan di Kalimantan sudah berjalan cukup kuat.
- Pemerintah pusat memperkuat penanganan di lapangan dengan menambah personel, alat pelindung diri, dan helikopter water bombing untuk memadamkan titik api.
Suara.com - Masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan yang kabut asapnya mulai dirasakan hingga ke negara tetangga mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa sudah ada jalinan komunikasi dengan negara-negara sahabat terkait situasi tersebut.
Prasetyo menyebutkan, bahwa komunikasi tersebut dilakukan melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) guna membahas dampak dari bencana tahunan tersebut.
"Kalau secara informal ada. Secara informal memang sebagai negara tetangga kan tentunya melalui Pak Menlu ada komunikasi. Tadi juga Pak Menlu cerita juga tuh ke kami. Makanya kita berusaha secepatnya untuk bisa mengatasi masalah Karhutla ini," ujar Prasetyo ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
![Presiden Prabowo Subianto mengunjungi salah satu lokasi terdampak kebakaran di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). [ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/22/38093-prabowo-di-karhutla-kalbar.jpg)
Terkait dengan langkah penanganan di lapangan, muncul pertanyaan mengenai kemungkinan pembentukan satuan tugas (Satgas) khusus seperti yang pernah dilakukan untuk menangani masalah di Aceh.
Namun, Prasetyo menilai saat ini koordinasi antarinstansi masih sangat memadai.
"Saya kira belum ya, karena kemarin hasil dari lapangan, apa namanya, penanganan yang itu juga sudah koordinasi lintas sektor juga sudah cukup kuat ya," jelasnya.
Lebih lanjut, Mensesneg menegaskan bahwa pemerintah terus menambah daya dukung untuk proses pemadaman di titik-titik api, mulai dari penguatan alutsista hingga personel tambahan.
"Kemudian kalaupun ada keperluan penambahan beberapa peralatan, termasuk heli untuk water bombing, kemudian termasuk sampai APD dan penambahan pasukan semua sudah dikerjakan," pungkas Prasetyo.