Bangladesh Krisis Gas, Industri Tekstil Lumpuh Hingga Pangan Nasional Terancam

Pebriansyah Ariefana

Senin, 24 Agustus 2026 | 14:38 WIB
Bangladesh Krisis Gas, Industri Tekstil Lumpuh Hingga Pangan Nasional Terancam
ILUSTRASI warga Bangladesh [Mahmud Zaman Ovi / AFP]
baca 10 detik
  • Krisis gas melumpuhkan enam pabrik pupuk dan ratusan industri tekstil utama di Bangladesh.

  • Penurunan produksi sumur tua dan terhambatnya impor memicu pemadaman listrik massal nasional.

  • Kurangnya investasi eksplorasi gas masa lalu menjadi pemicu utama keterpurukan energi Bangladesh.

Banyak keluarga, terutama di kawasan pedesaan, kini terpaksa beralih kembali menggunakan kompor kayu bakar untuk memasak harian. Gelombang pemadaman listrik yang sering terjadi di tengah suhu panas dan kelembapan tinggi kian memperberat beban hidup warga.

"Penderitaan kami tidak ada habisnya," kata Begum.

"Tidak ada jaminan ketersediaan listrik. Sekarang sangat panas. Tadi malam saja terjadi tiga atau empat kali pemadaman."

Protes sosial juga pecah di jalanan ketika para pengemudi riksya berbahan bakar gas memblokir jalan setelah mengantre berjam-jam tanpa mendapatkan bahan bakar.

Defisit energi yang parah ini sejatinya merupakan buah dari permasalahan struktural yang telah menumpuk selama bertahun-tahun.

Padahal, Bangladesh sempat mencapai status mandiri gas bumi pada tahun 2018 sebelum produksi sumur-sumur lamanya terus merosot drastis.

Para pakar menilai kegagalan pemerintah terdahulu dalam menanamkan investasi eksplorasi sumur baru menjadi akar kehancuran pasokan energi nasional.

Menteri Energi Iqbal Hasan Mahmud Tuku menyalahkan pemerintahan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina yang digulingkan pada revolusi 2024 atas pembiaran tersebut.

"Pemerintah sebelumnya menjauh dari eksplorasi gas," katanya dalam sebuah konferensi keamanan energi di Dhaka pada bulan Juli.

baca juga

"Ketergantungan kita pada impor telah membawa kita ke titik ini."

Secara historis, Bangladesh mengandalkan pasokan gas dari lapangan-lapangan domestik seperti Titas serta pasokan impor LNG dari Qatar. Penurunan kapasitas sumur tua yang tidak diimbangi penemuan cadangan baru membuat ketergantungan impor berisiko tinggi saat terjadi gangguan pasokan global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngebet Ikut FIFA ASEAN Cup 2026, Bangladesh Mau Jadikan Timnas Indonesia Target Pemanasan

Ngebet Ikut FIFA ASEAN Cup 2026, Bangladesh Mau Jadikan Timnas Indonesia Target Pemanasan

Bola | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:44 WIB

Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi

Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi

Bola | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Terkini

Sensasi Petik Melon Hidroponik Langsung dari Kebun di Bojonggede

Sensasi Petik Melon Hidroponik Langsung dari Kebun di Bojonggede

Bogor | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Profesor Jerman Sorot Pola Lama, Kementrans Gunakan Pendekatan Baru Transmigrasi di Rempang

Profesor Jerman Sorot Pola Lama, Kementrans Gunakan Pendekatan Baru Transmigrasi di Rempang

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Mewah dan Strategis, Segini Kisaran Harga Rumah di Area CBD Sentul Terbaru

Mewah dan Strategis, Segini Kisaran Harga Rumah di Area CBD Sentul Terbaru

Bogor | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Selamat! Billy Bat Karya Naoki Urasawa Menang Best Manga Harvey Awards 2026

Selamat! Billy Bat Karya Naoki Urasawa Menang Best Manga Harvey Awards 2026

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Lapas Cibinong Diduga Terlibat Korupsi, Menko Yusril Persilakan KPK hingga Polri Turun Tangan

Lapas Cibinong Diduga Terlibat Korupsi, Menko Yusril Persilakan KPK hingga Polri Turun Tangan

Bogor | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:19 WIB

Jakarta Bidik Jadi Percontohan Nasional Kota Ramah Disabilitas

Jakarta Bidik Jadi Percontohan Nasional Kota Ramah Disabilitas

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Arti Mimpi Gigi Bawah Copot Menurut Islam, Primbon Jawa dan Psikologi

Arti Mimpi Gigi Bawah Copot Menurut Islam, Primbon Jawa dan Psikologi

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:11 WIB

Saat Perias Jenazah Diteror Hantu Influencer Cerewet: Intip Keseruan di Balik Layar Film Ghosthing

Saat Perias Jenazah Diteror Hantu Influencer Cerewet: Intip Keseruan di Balik Layar Film Ghosthing

Entertainment | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:10 WIB

YLKI Bongkar Sisi Gelap Perpres Ojol: Konsumen Jangan Jadi Korban!

YLKI Bongkar Sisi Gelap Perpres Ojol: Konsumen Jangan Jadi Korban!

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Review Other Mommy: Saat Horor Mencekam Dirusak oleh Jumpscare Murahan

Review Other Mommy: Saat Horor Mencekam Dirusak oleh Jumpscare Murahan

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:00 WIB

×