- Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi memprediksi dinamika politik nasional akan terjadi lebih cepat daripada jadwal Pemilu 2029.
- Budi Arie menilai berbagai unjuk rasa masyarakat saat ini menyerupai kondisi abnormal menjelang peristiwa Reformasi 1998.
- Sekjen Projo Freddy Alex Damanik menyatakan bahwa video pernyataan tersebut telah dipotong dari konteks acara silaturahmi bersama Jokowi.
Ia mengaku menggunakan pengalamannya sebagai aktivis untuk membaca kemungkinan terjadinya perubahan politik yang lebih cepat.
"Saya, insting aktivis saya mengatakan ini ada sesuatu yang lebih cepat dari yang kita bayangkan," katanya.
Karena itu, Budi mengajak para pendukungnya untuk tidak hanya memikirkan skenario politik menuju 2029, tetapi juga menyiapkan alternatif apabila terjadi perubahan situasi politik.
"Karena itu saya coba mau membuka wacana saja ke teman-teman supaya berpikir jangan hanya sekadar berpikir 2029. Harus ada pikiran lain, alternatif, agar nanti manakala terjadi percepatan sejarah. terima kasih," pungkasnya.

Projo Sebut Video Hanya Potongan
Sementara itu, saat dikonfirmasi Suara.com mengenai video tersebut, Budi Arie tidak memberikan penjelasan secara langsung. Ia hanya mengirimkan video klarifikasi yang disampaikan Sekjen Projo Freddy Alex Damanik.
Freddy mengatakan video yang beredar merupakan potongan sehingga tidak menggambarkan konteks pembicaraan secara utuh.
Menurut Freddy, pernyataan Budi Arie tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam rangka bulan Kemerdekaan.
Dengan demikian, Projo meminta pernyataan Budi Arie dilihat berdasarkan konteks pembicaraan secara keseluruhan, bukan hanya dari potongan video yang beredar di media sosial.