- Presiden Prabowo Subianto menyatakan libur Maulid Nabi bukan alasan pemerintah berhenti bekerja bagi bangsa pada Selasa, 25 Agustus 2026.
- Presiden Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 100 GWp di Jembrana, Bali.
- Proyek strategis nasional tersebut ditargetkan selesai pada 2029 untuk memperkuat ketahanan energi serta menghasilkan efisiensi biaya.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa momentum libur Maulid Nabi Muhammad SAW tidak menjadi alasan bagi pemerintah untuk berhenti bekerja. Menurutnya, bekerja dan menghasilkan karya untuk masyarakat merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran dan peletakan batu pertama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat memperingati Maulid Nabi kepada umat Islam.
“Karena ini adalah Maulid Nabi, kelahiran Rasulullah kita, saya ucapkan selamat kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia, juga di mana pun saudara berada,” kata Prabowo.
Namun, Prabowo menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi juga perlu dimaknai melalui kerja nyata. Menurutnya, selain berdoa dan menjunjung ajaran agama, pemerintah harus terus berkarya untuk mendorong kemajuan bangsa.
“Di hari besar ini kita tetap bekerja karena kita juga menyadari bahwa kewajiban kita sebagai insan yang bertakwa, selain berdoa, selain kita selalu menjunjung tinggi junjungan kita dan agama kita, kita juga harus berkarya,” ujarnya.
Prabowo mengatakan pemerintah harus bekerja keras untuk menghadirkan kemajuan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kita harus bekerja keras untuk mengejar kemajuan nyata untuk rakyat kita,” tegasnya.
Sebut Kabinet Hampir Tak Kenal Tanggal Merah
Prabowo kemudian menyinggung ritme kerja jajaran Kabinet Merah Putih yang disebutnya hampir tidak mengenal tanggal merah.
“Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah, dan itu risiko, risiko pengabdian,” kata Prabowo.
Dia menilai menjadi bagian dari pemerintahan merupakan bentuk pengabdian yang menuntut kesiapan untuk bekerja keras demi kepentingan masyarakat.
“Yang tidak sanggup, boleh minggir. Banyak yang ingin menggantikan saudara,” ujar Prabowo.
Prabowo menyampaikan hal tersebut di tengah agenda pemerintah mempercepat pembangunan sektor energi. Salah satunya melalui program pembangunan PLTS berkapasitas total 100 GWp.
Kejar Pembangunan PLTS 100 GWp