Mau Akses Nuklir dari AS, Arab Saudi Harus Berteman dengan Israel

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:05 WIB
Mau Akses Nuklir dari AS, Arab Saudi Harus Berteman dengan Israel
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (kanan) tengah berbincang dengan Presiden AS Donald Trump (kiri). [JNS.org]
baca 10 detik
  • Donald Trump mengajukan rancangan kesepakatan teknologi nuklir sipil dengan Arab Saudi ke Kongres AS.

  • Syarat utama kesepakatan mencakup keikutsertaan Arab Saudi dalam normalisasi hubungan melalui Abraham Accords.

  • Pakar nonproliferasi mengkritik kesepakatan karena berpotensi memicu risiko penyebaran senjata nuklir di kawasan.

Suara.com - Presiden Donald Trump menyerahkan dokumen kerja sama teknologi nuklir sipil bersama Arab Saudi kepada Kongres Amerika Serikat pada Senin lalu. Dokumen yang dipimpin Kementerian Energi AS ini secara formal membuka pintu investasi teknologi atom Amerika ke wilayah kerajaan tersebut.

Langkah politis ini menandai dimulainya proses evaluasi wajib oleh badan legislatif AS sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Keputusan ini berpotensi merombak peta kekuatan energi sekaligus keamanan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa pengajuan kesepakatan ini telah sejalan dengan Undang-Undang Energi Atom yang berlaku di Amerika Serikat. Namun, pihak Gedung Putih menegaskan bahwa kerja sama strategis ini baru bisa berjalan sepenuhnya jika Riyadh bersedia menandatangani Abraham Accords.

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. [Tangkap layar X]
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. [Tangkap layar X]

Media The Wall Street Journal melaporkan perihal penyerahan berkas tersebut pada Selasa berikutnya. Kesepakatan berdurasi 30 tahun yang tercapai sejak Juli ini membuka jalan bagi korporasi Amerika untuk menggarap proyek reaktor nuklir senilai puluhan miliar dolar.

Proyek pembangunan reaktor AP1000 tersebut diproyeksikan bakal memberi keuntungan finansial besar bagi perusahaan Westinghouse. Perusahaan teknologi nuklir itu saat ini dimiliki bersama oleh Cameco asal Kanada dan Brookfield Asset Management.

Bagaimana Prosedur Peninjauan Kesepakatan Nuklir Ini di Kongres AS?

Sesuai aturan Undang-Undang Energi Atom, Kongres AS memiliki waktu selama 90 hari masa sidang beruntun untuk meninjau seluruh item perjanjian. Kerja sama transfer teknologi nuklir sipil ini akan otomatis berlaku efektif apabila tidak ada pembatalan atau veto dari para legislator.

Trump mengklaim aturan dalam dokumen tersebut dirancang sangat ketat untuk mencegah pengayaan uranium secara mandiri oleh pihak kerajaan.

“Tidak akan ada pengayaan bahan!” kata presiden dalam unggahan media sosial bulan lalu, seraya menambahkan bahwa perjanjian tersebut sepenuhnya tunduk pada bergabungnya Arab Saudi ke dalam Abraham Accords yang sangat dihormati dan sukses.

baca juga

Namun, penolakan keras mulai berdatangan dari kalangan politisi Partai Demokrat serta para pengamat anti-proliferasi senjata nuklir. Mereka menilai klausul perjanjian tersebut sangat lemah karena tidak menyertakan larangan permanen terkait pengayaan maupun pemrosesan ulang bahan bakar.

Sebagai gantinya, kesepakatan tersebut justru mengusulkan pembangunan fasilitas pengayaan yang dioperasikan AS di Arab Saudi setelah studi kelayakan dua tahun. Celah regulasi ini dinilai memicu kekhawatiran karena dapat melonggarkan standar pengawasan konversi teknologi sipil menjadi militer.

“Washington benar untuk memperkuat hubungannya dengan Riyadh, tetapi mereka tidak boleh melakukannya dengan mengorbankan standar nonproliferasi senjata nuklir yang efektif,” ujar Matthew Kroenig, senior fellow di think tank Atlantic Council yang berbasis di Washington pada Juli lalu.

Kroenig memprediksi bahwa studi kelayakan selama dua tahun tersebut seharusnya menyimpulkan agar Arab Saudi bergantung penuh pada impor bahan bakar nuklir. Menurutnya, “Ini akan menjadi hasil yang jauh lebih baik daripada mengindikasikan kapabilitas pembuatan bom ke negara tambahan di kawasan yang sudah gejolak.”

Apa Bahaya Kesepakatan Ini Bagi Stabilitas Keamanan Global?

Para pakar menilai kesepakatan berani ini hadir di tengah rapuhnya tatanan ketertiban nuklir global yang selama ini dipimpin oleh Amerika Serikat. Prosedur baru yang diterapkan Trump dinilai menabrak tradisi ketat AS dalam melakukan ekspor teknologi energi sensitif ke luar negeri.

“Ini mengambil pendekatan yang berbeda dari tindakan nonproliferasi ketat yang dipertahankan Amerika Serikat di masa lalu ketika mengekspor energi nuklir,” kata Erin Dumbacher, senior fellow keamanan nuklir Stanton di Council on Foreign Relations.

Dumbacher, yang juga pernah bertugas di Departemen Pertahanan di Kantor Under Secretary for Policy, memperingatkan risiko jangka panjang dari kelonggaran ini.

“Ini menjadi jalan licin menuju lebih banyak negara yang memiliki bahan nuklir tanpa tindakan yang telah menjaga jumlah total negara dengan senjata nuklir hanya sembilan. Lebih banyak bahan nuklir yang tidak terperiksa di seluruh dunia dapat menyebabkan kecelakaan, risiko keamanan, dan lebih banyak proliferasi,” kata Dumbacher.

Bagaimana Sikap Politik Luar Negeri Arab Saudi Saat Ini?

Pemerintah Arab Saudi hingga kini tetap teguh pada pendirian politik luar negerinya terkait isu normalisasi diplomatik dengan Israel. Pihak kerajaan menyatakan tidak akan bergabung dalam Abraham Accords tanpa adanya pengakuan resmi terhadap kemerdekaan negara Palestina.

Sikap diplomatik Riyadh tersebut semakin mengeras seiring memanasnya konflik dan perang di Jalur Gaza sejak tahun 2023 lalu. Di sisi lain, isu dinamika keamanan regional juga menjadi alasan utama Arab Saudi dalam berburu teknologi nuklir.

Pejabat Arab Saudi secara terbuka telah menegaskan akan terus mengejar kemampuan senjata nuklir apabila Iran berhasil mengembangkannya terlebih dahulu. Dinamika persaingan kawasan ini membuat kesepakatan nuklir sipil dengan AS menjadi perhatian utama komunitas internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prediksi Al-Ettifaq vs Al-Nassr: Duel Tim Teratas, Akankah Ronaldo Main?

Prediksi Al-Ettifaq vs Al-Nassr: Duel Tim Teratas, Akankah Ronaldo Main?

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Benjamin Netanyahu Umumkan Turki Musuh Israel, Sejajar dengan Hizbullah

Benjamin Netanyahu Umumkan Turki Musuh Israel, Sejajar dengan Hizbullah

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:14 WIB

Tak Terima, Ariana Grande Serang Trump Usai Gunakan Lagunya di TikTok

Tak Terima, Ariana Grande Serang Trump Usai Gunakan Lagunya di TikTok

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Terkini

Mau Akses Nuklir dari AS, Arab Saudi Harus Berteman dengan Israel

Mau Akses Nuklir dari AS, Arab Saudi Harus Berteman dengan Israel

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Donald Trump Bawa AS ke Jurang Utang Terdalam, Setiap Warganya Harus Tanggung Rp2 Miliar

Donald Trump Bawa AS ke Jurang Utang Terdalam, Setiap Warganya Harus Tanggung Rp2 Miliar

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:02 WIB

Jangan Salah Pilih! Ini 7 Model Sepatu yang Bikin Celana Kulot Makin Stylish

Jangan Salah Pilih! Ini 7 Model Sepatu yang Bikin Celana Kulot Makin Stylish

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring: Belajar Berdamai dengan Kehilangan

Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring: Belajar Berdamai dengan Kehilangan

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Tuding Oknum Investor Sengaja Bakar Hutan, Petrus Natalis Bela Peladang Dayak Soal Karhutla

Tuding Oknum Investor Sengaja Bakar Hutan, Petrus Natalis Bela Peladang Dayak Soal Karhutla

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:59 WIB

Cara Mencari Jari-Jari Lingkaran Jika Diketahui Kelilingnya, Lengkap dengan Rumus dan Contoh

Cara Mencari Jari-Jari Lingkaran Jika Diketahui Kelilingnya, Lengkap dengan Rumus dan Contoh

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:57 WIB

Pembuktian Iklan Mobil Balap XL: Benarkah Paling Tercepat?

Pembuktian Iklan Mobil Balap XL: Benarkah Paling Tercepat?

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:55 WIB

Bogem Mentah Eks Atlet Kickboxing: Saat Satpam RS Graha Sehat Hajar Perawat Tanpa Ampun

Bogem Mentah Eks Atlet Kickboxing: Saat Satpam RS Graha Sehat Hajar Perawat Tanpa Ampun

Jatim | Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:54 WIB

PLTS 100 GWp Jadi Jalan Indonesia Menuju Kemandirian Energi, Panel Surya dan Baterai Lokal Disiapkan

PLTS 100 GWp Jadi Jalan Indonesia Menuju Kemandirian Energi, Panel Surya dan Baterai Lokal Disiapkan

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:47 WIB

Ekonomi AS Goyah! Kepercayaan Konsumen Anjlok ke Level Terendah

Ekonomi AS Goyah! Kepercayaan Konsumen Anjlok ke Level Terendah

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:46 WIB

×