Kenapa Amerika Serikat Tangguhkan Permohonan Visa Imigran dari Seluruh Dunia?

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:17 WIB
Kenapa Amerika Serikat Tangguhkan Permohonan Visa Imigran dari Seluruh Dunia?
Bendera Amerika Serikat (Freepik.com/vwaalakte)
baca 10 detik
  • Amerika Serikat menghentikan sementara pemrosesan visa imigran untuk pelatihan ketat pejabat konsuler.

  • Kebijakan ini membatalkan jadwal wawancara ribuan pemohon dan mengancam posisi pencari suaka.

  • Pakar hukum menilai aturan baru ini merugikan imigran legal yang telah memenuhi prosedur.

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat resmi menghentikan sementara seluruh proses permohonan visa imigran di semua kedutaan dan konsulat. Langkah mendadak ini diambil untuk memperketat standar evaluasi agar pendatang baru tidak membebani fasilitas bantuan publik.

Penangguhan layanan ini berdampak langsung pada ribuan pemohon yang jadwal wawancaranya dibatalkan secara sepihak. Seluruh pejabat konsuler kini diwajibkan menjalani pelatihan khusus guna menyelaraskan prosedur penyeleksian yang lebih ketat.

Kebijakan pembekuan ini menjadi instrumen baru dalam membatasi akses imigrasi legal secara masif di bawah pemerintahan Trump. Calon imigran yang telah memenuhi seluruh syarat prosedur kini menghadapi ketidakpastian penjadwalan ulang.

Amerika Serikat [Shutterstock]
Amerika Serikat [Shutterstock]

Mengapa Pemerintah Amerika Serikat Mendadak Membekukan Pemrosesan Visa Imigran?

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa penyesuaian jadwal wawancara dilakukan demi mengakomodasi pelatihan mendalam bagi para petugas. Program ini dirancang sejak awal tahun agar pejabat konsuler dapat menilai setiap pemohon secara menyeluruh dan konsisten.

Laporan Financial Times menyebutkan bahwa para pemohon hanya menerima pemberitahuan pembatalan lewat surat elektronik tanpa tanggal pasti jadwal pengganti. Otoritas menegaskan pembaruan standar ini krusial untuk memastikan imigran tidak bergantung pada dana kesejahteraan masyarakat AS.

Langkah ini berjalan berdampingan dengan rencana pencabutan visa milik sekitar 200.000 pencari suaka yang datang menggunakan visa bisnis atau wisata. Tindakan bersama Departemen Keamanan Dalam Negeri tersebut berpotensi menjadi pembatalan visa terbesar dalam sejarah negara itu.

Pengacara imigrasi dari firma Fragomen di Washington, Brian Simmons, menyoroti kerugian materi dan psikologis yang dialami para pemohon akibat pembatalan ini.

"Banyak pemohon yang terdampak jeda ini kemungkinan telah menghabiskan ribuan dolar dan mengganggu kehidupan mereka untuk menghadiri wawancara yang dijadwalkan, hanya untuk mendapati janji temu mereka dibatalkan pada menit-menit terakhir," kata Brian Simmons, dikutip dari Guardian, Rabu (26/8/2026).

baca juga

Selama masa pemerintahannya, pemohon visa harus melewati pemeriksaan rekam jejak media sosial serta penambahan biaya administrasi yang lebih tinggi. Pembekuan berbasis beban publik ini diluncurkan setelah upaya pemblokiran pemohon dari 75 negara sebelumnya dibatalkan oleh hakim federal.

Putusan peradilan tersebut menegaskan bahwa undang-undang imigrasi tidak boleh dimanfaatkan sebagai instrumen diskriminasi terhadap kelompok tertentu. Organisasi hak asasi manusia terus menyoroti kebijakan pembatasan ini karena dinilai menekan hak-hak pencari suaka internasional.

Pengacara senior di National Immigration Law Center, Joanna Cuevas Ingram, menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus pemblokiran ini melalui jalur hukum.

"Pengadilan telah memperjelas bahwa undang-undang imigrasi tidak dapat digunakan untuk membenarkan diskriminasi," kata Joanna Cuevas Ingram.

"Kami bertekad untuk memastikan setiap orang dan keluarga yang dirugikan oleh larangan ini menerima pemulihan yang sesuai dan akan terus menuntut pertanggungjawaban pemerintah ini atas kewajibannya di bawah hukum."

Upaya pengetatan ini menambah panjang daftar diskresi eksekutif dalam menekan angka imigrasi legal maupun tidak berizin. Sebelumnya, keputusan presiden untuk membekukan sistem penerimaan pengungsi secara total juga sempat dipatahkan oleh hakim federal pada Februari lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Visa H-1B Amerika Serikat? AS Mau Naikkan Biaya Pengajuannya Sampai Rp 1,82 Miliar

Apa Itu Visa H-1B Amerika Serikat? AS Mau Naikkan Biaya Pengajuannya Sampai Rp 1,82 Miliar

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:40 WIB

Kenapa Sanksi Ekonomi AS ke Iran Bawa Berkah untuk Harga Minyak Dunia?

Kenapa Sanksi Ekonomi AS ke Iran Bawa Berkah untuk Harga Minyak Dunia?

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:19 WIB

Donald Trump Bawa AS ke Jurang Utang Terdalam, Setiap Warganya Harus Tanggung Rp2 Miliar

Donald Trump Bawa AS ke Jurang Utang Terdalam, Setiap Warganya Harus Tanggung Rp2 Miliar

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:02 WIB

Terkini

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Entertainment | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:59 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:39 WIB

Bebas Kusam dan Noda Hitam! 4 Toner Alpha Arbutin untuk Meratakan Warna Kulit

Bebas Kusam dan Noda Hitam! 4 Toner Alpha Arbutin untuk Meratakan Warna Kulit

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Lewat #YokKitaGAS, BRI Peduli Ajak Pengunjung MotoGP Mandalika Kurangi dan Pilah Sampah

Lewat #YokKitaGAS, BRI Peduli Ajak Pengunjung MotoGP Mandalika Kurangi dan Pilah Sampah

Lampung | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Di Balik Rekor Kunjungan Wisatawan: Saat Air Bersih Warga Dikorbankan untuk Vila Mewah

Di Balik Rekor Kunjungan Wisatawan: Saat Air Bersih Warga Dikorbankan untuk Vila Mewah

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Tak Hanya Balapan, BRI Peduli Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di MotoGP Mandalika 2026

Tak Hanya Balapan, BRI Peduli Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di MotoGP Mandalika 2026

Malang | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:36 WIB

×