Gaji Tentara AL Dipotong untuk Anggaran Perang AS - Iran

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:52 WIB
Gaji Tentara AL Dipotong untuk Anggaran Perang AS - Iran
Ilustarsi tentara AS [Brookings.edu]
baca 10 detik
  • Angkatan Laut AS mengalihkan anggaran gaji tentara untuk membiayai operasi militer di Iran.

  • Pengajuan dana darurat senilai Rp1.188 triliun terancam ditolak oleh Kongres Amerika Serikat.

  • Stok rudal presisi AS kian menipis akibat tingginya konsumsi amunisi selama pertempuran.

Suara.com - Angkatan Laut Amerika Serikat terpaksa memutar otak dengan memotong anggaran gaji prajurit demi menutup pembengkakan biaya operasi perang melawan Iran. Kebijakan darurat ini diambil setelah dana operasional Pentagon terkuras habis akibat tingginya intensitas pertempuran dan pemeliharaan blokade laut di kawasan Middle East.

Dokumen internal Pentagon membocorkan bahwa persediaan amunisi armada tempur utama Washington kini berada di ambang batas kritis. Tanpa suntikan dana tambahan, militer paling berkuasa di dunia itu terancam tidak mampu membiayai kelangsungan misi tempurnya.

Tindakan tambal sulam kas negara ini memicu kekhawatiran besar di internal militer terkait kepastian hak finansial para prajurit. Manajemen Angkatan Laut kini mengandalkan sisa-sisa pos anggaran lain yang belum terpakai untuk menutupi defisit dana pembayaran gaji tersebut.

Ilustrasi - Kapal perang Amerika Serikat Meledak.
Ilustrasi - Kapal perang Amerika Serikat Meledak.

“Dana untuk gaji... dialihkan untuk membiayai kebutuhan darurat di luar negeri dan kini ditutupi kembali menggunakan dana yang belum terpakai. Mereka mengisi kembali pos gaji agar kami menerima pembayaran gaji yang cukup,” kata seorang pejabat Angkatan Laut AS.

Perhitungan anggaran resmi Angkatan Laut AS tahun 2026 sebesar 300 miliar dolar AS atau setara Rp5.323 triliun ternyata sama sekali tidak memperhitungkan kalkulasi eskalasi perang dengan Teheran. Ketiadaan alokasi khusus ini memicu guncangan finansial mendadak di tubuh Pentagon.

Gedung Putih sebenarnya telah mengajukan paket anggaran darurat sebesar 67 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.188 triliun untuk menutupi kelangkaan kas militer tersebut. Namun, peta politik di Kongres Amerika Serikat mengindikasikan bahwa peluang kelulusan rancangan dana pertempuran itu sangat tipis.

Ketiadaan persetujuan parlemen membuat skema pembiayaan militer AS kian tidak menentu di tengah krisis yang terus membesar. Situasi ini memicu jalan buntu antara kebutuhan mendesak di lapangan dengan ketegangan politik di Washington.

Tekanan terhadap armada tempur Amerika makin berlipat ganda seiring menipisnya cadangan amunisi strategis secara masif. Operasi pengeboman dan pencegatan yang berlangsung nonstop terus menguras persediaan senjata tanpa kepastian pasokan pengganti.

Eskalasi pertempuran yang berkepanjangan ini mengekspos celah kerentanan industri pertahanan Amerika Serikat dalam merespons perang berskala besar. Keterbatasan kapasitas produksi membuat pengisian ulang stok amunisi berjalan jauh lebih lambat daripada laju penggunaannya di medan tempur.

baca juga

Kondisi pasokan amunisi yang menipis ini sebenarnya sudah diproyeksikan oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) sejak April lalu. Lembaga kajian geopolitik tersebut memeringatkan bahwa AS berisiko kehabisan rudal berpemandu presisi secara kritis jika terlibat konfrontasi besar yang berkepanjangan.

Peringatan CSIS tersebut kini menjadi kenyataan pahit yang membelit armada militer Washington di tengah panasnya pertempuran. Keterbatasan stok rudal pintar diprediksi akan memperlemah daya tawar dan kesiapan tempur AS dalam menghadapi potensi krisis global lainnya.

Sejarah mencatat bahwa konfrontasi militer antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat pesat akibat dinamika keamanan di Jalur Laut Timur Tengah. Penyiapan armada kapal perang serta penggelapan blokade maritim memerlukan biaya operasional harian yang sangat fantastis, jauh melampaui prediksi anggaran rutin tahunan Pentagon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dulu Bernilai Rp370 Miliar, Eks KRI Ki Hajar Dewantara Kini Dilelang Rp2 Miliar

Dulu Bernilai Rp370 Miliar, Eks KRI Ki Hajar Dewantara Kini Dilelang Rp2 Miliar

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:37 WIB

Resmi, DPR Setuju Penjualan Eks Kapal Perang KRI Ki Hajar Dewantara Lewat Lelang

Resmi, DPR Setuju Penjualan Eks Kapal Perang KRI Ki Hajar Dewantara Lewat Lelang

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Donald Trump Bawa AS Hadapi Lonjakan Utang, Warganya Harus Tanggung Rp2 Miliar per Jiwa

Donald Trump Bawa AS Hadapi Lonjakan Utang, Warganya Harus Tanggung Rp2 Miliar per Jiwa

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Nahdliyin Kebumen di Muktamar NU: Jangan Jadi Pemimpin yang Berjarak dengan Umat

Nahdliyin Kebumen di Muktamar NU: Jangan Jadi Pemimpin yang Berjarak dengan Umat

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:51 WIB

Praperadilan Ditolak, Tim Febrie Adriansyah Ungkap Catatan untuk Penegak Hukum

Praperadilan Ditolak, Tim Febrie Adriansyah Ungkap Catatan untuk Penegak Hukum

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:47 WIB

Jalur Rel Dipadati Pendemo, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Kena Imbas Pagi Ini

Jalur Rel Dipadati Pendemo, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Kena Imbas Pagi Ini

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:46 WIB

Khofifah: Muktamar NU Harus Jadi Momentum Perkuat Soliditas!

Khofifah: Muktamar NU Harus Jadi Momentum Perkuat Soliditas!

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:44 WIB

Rumor Panas! Persib Boyong Luka Modric? Igor Tolic: Masih Ada Tempat untuk Dia

Rumor Panas! Persib Boyong Luka Modric? Igor Tolic: Masih Ada Tempat untuk Dia

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:42 WIB

KRL Lintas Tanah Abang Masih Berpotensi Alami Penyesuaian Operasional

KRL Lintas Tanah Abang Masih Berpotensi Alami Penyesuaian Operasional

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:40 WIB

Seribu Halaman LPj Gus Yahya dan Taruhan Besar Abad Kedua NU

Seribu Halaman LPj Gus Yahya dan Taruhan Besar Abad Kedua NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:40 WIB

Diskon E-Commerce 50% untuk UMK Tinggal 5 Persen, Kapan Mulai Berlaku?

Diskon E-Commerce 50% untuk UMK Tinggal 5 Persen, Kapan Mulai Berlaku?

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:38 WIB

Skenario Real Madrid di Liga Champions 2026/2027: Arsenal dan Inter Milan Ujian Berat

Skenario Real Madrid di Liga Champions 2026/2027: Arsenal dan Inter Milan Ujian Berat

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:36 WIB

Soroti Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Kata Petinggi PKS

Soroti Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Kata Petinggi PKS

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:35 WIB

×