- Kerumunan massa sisa unjuk rasa ricuh di depan DPR RI menghambat jalur rel Palmerah-Tanah Abang pada Jumat pagi.
- KAI Commuter sempat memangkas rute perjalanan kereta Rangkasbitung hanya sampai Stasiun Palmerah demi alasan keamanan.
- Jalur rel berhasil dibuka kembali pukul 06.10 WIB, meski jadwal perjalanan kereta masih berpotensi mengalami keterlambatan.
Suara.com - Perjalanan Commuter Line lintas Palmerah-Tanah Abang mengalami gangguan signifikan pada Jumat (28/8/2026) pagi.
Situasi ini merupakan dampak dari keberadaan kerumunan massa di sekitar jalur rel yang menghambat laju kereta api, yang merupakan buntut dari aksi penyampaian pendapat yang berujung ricuh di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) malam.
Gangguan operasional ini mulai terdeteksi sejak dini hari, saat jadwal pemberangkatan perdana kereta api akan dimulai.
Pihak operator terpaksa menahan perjalanan demi menjamin aspek keselamatan dan keamanan bagi seluruh pengguna jasa.
"Hingga pukul 05:30 WIB, layanan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung belum bisa melintas JPL 41 antara Stasiun Palmerah-Tanah Abang imbas terdapatnya kerumunan warga di sekitar jalur rel," bunyi pernyataan resmi KAI Commuter di akun media sosial mereka.
Akibat penumpukan massa di perlintasan sebidang, pola operasi kereta sempat mengalami pemangkasan rute untuk mengurangi antrean.
"Layanan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung tujuan Tanah Abang perjalannya hanya sampai Stasiun Palmerah untuk kembali ke Serpong atau Parung Panjang atau Rangkasbitung," lanjut KAI Commuter.
Pengalihan rute sempat membuat mobilitas para pekerja yang mengandalkan jalur hijau menjadi terhambat.
Namun, kondisi lintasan dilaporkan berangsur membaik seiring dengan pengamanan ketat di lokasi kejadian.
"Pukul 06:10 WIB, perjalanan Commuter Line dari dan tujuan Tanah Abang sudah dapat melintas, dan KA 1623 (Rangkasbitung-Tanah Abang) sebagai KA pertama yang melintas di lokasi," tulis pihak KAI Commuter kembali.
Meskipun jalur sudah dibuka kembali, jadwal keberangkatan kereta masih belum sepenuhnya stabil mengikuti grafik perjalanan normal.
"Perjalanan Commuter Line Rangkasbitung masih berpotensi mengalami keterlambatan dan penyesuaian pola operasi, serta harus menunggu hingga kondisi di lintas dinyatakan aman," tutup keterangan resmi tersebut.
Para penumpang diimbau untuk terus memantau informasi terkini melalui media sosial resmi agar dapat mengantisipasi waktu perjalanan mereka.