Komponen Lokal Digenjot, Ini Dampaknya Buat Industri Dalam Negeri

Vania Rossa

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:40 WIB
Komponen Lokal Digenjot, Ini Dampaknya Buat Industri Dalam Negeri
Ilustrasi penguatan penggunaan komponen lokal. (Dok. ist)
baca 10 detik
  • PT Surveyor Indonesia mencatat penurunan impor ponsel hingga 93 persen dan lonjakan produksi domestik pada 2014-2019.
  • PT Surveyor Indonesia menyediakan layanan verifikasi kredibel guna mengukur pencapaian penggunaan komponen lokal secara objektif dan transparan.
  • Penggunaan komponen lokal terbukti memperkuat rantai pasok, meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Suara.com - Penguatan penggunaan komponen lokal dinilai mampu memberikan dampak terhadap pertumbuhan industri dalam negeri. Salah satu contohnya terlihat pada industri handphone, komputer genggam, dan tablet yang mencatat penurunan impor hingga 93 persen pada periode 2014–2019.

Di periode yang sama, produksi produk elektronik tersebut di dalam negeri meningkat hingga 15,5 kali lipat. Pertumbuhan itu juga diikuti dengan peningkatan investasi dan penyerapan tenaga kerja dalam ekosistem industri terkait.

Data tersebut dipaparkan dalam Forum Komunikasi Media dan PT Surveyor Indonesia (Persero) atau PTSI. Perusahaan yang bergerak di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC) tersebut menilai peningkatan penggunaan komponen lokal menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat rantai pasok dan kapasitas industri nasional.

Vice President Divisi Bisnis Strategis Industrial Service PT Surveyor Indonesia (Persero), Sarjuni Adicahya, mengatakan penguatan industri dalam negeri tidak semata-mata diukur dari besarnya komponen lokal yang digunakan.

Menurut dia, penggunaan komponen lokal perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan industri, mulai dari bahan baku, kapasitas produksi, kualitas, teknologi, hingga sumber daya manusia.

“Penguatan industri dalam negeri tidak hanya berbicara mengenai seberapa besar komponen lokal yang digunakan. Lebih dari itu, kita perlu melihat bagaimana penggunaan komponen lokal dapat mendorong tumbuhnya kemampuan industri secara menyeluruh,” ujar Sarjuni.

PTSI Perkuat Verifikasi Komponen Lokal

Untuk mendukung peningkatan penggunaan komponen lokal, PTSI menjalankan peran melalui layanan pengukuran, penilaian, dan verifikasi komponen lokal pada produk maupun jasa.

Layanan tersebut merupakan bagian dari kapabilitas PTSI di bidang TIC. Proses pengukuran dan verifikasi dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pre-assessment, monitoring, witnessing, hingga post-audit.

baca juga

Rangkaian proses tersebut dilakukan untuk memastikan capaian penggunaan komponen lokal dapat diukur secara objektif dan dipertanggungjawabkan.

Sarjuni mengatakan keberadaan mekanisme pengukuran dan verifikasi penting untuk memastikan penggunaan komponen lokal tidak berhenti pada angka, tetapi turut mendorong peningkatan kapasitas industri nasional.

“PTSI mengambil peran dengan menghadirkan layanan pengukuran dan verifikasi yang kredibel untuk mendukung proses tersebut,” katanya.

Dampak Meluas ke Rantai Pasok

Menurut PTSI, peningkatan penggunaan komponen lokal juga dapat memberikan efek berganda terhadap ekosistem industri.

Ketika industri nasional semakin banyak terlibat dalam penyediaan barang dan jasa, manfaatnya dapat mengalir ke berbagai sektor, mulai dari pemasok bahan baku, manufaktur, distribusi, hingga tenaga kerja.

Rantai pasok yang semakin kuat juga berpotensi meningkatkan kapasitas produksi, membuka peluang investasi, mendorong transfer teknologi, serta menciptakan lapangan kerja di dalam negeri.

Sarjuni mengatakan pengalaman industri elektronik menunjukkan bahwa kebijakan yang memberikan ruang bagi industri lokal untuk berkembang dapat menghasilkan dampak yang lebih luas.

“Contoh tersebut menunjukkan bahwa ketika industri dalam negeri diberikan ruang untuk tumbuh dan didukung oleh kebijakan yang tepat, dampaknya dapat melampaui peningkatan penggunaan komponen lokal. Ada peningkatan produksi, investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga terbentuknya ekosistem industri yang semakin matang,” ujarnya.

Meski demikian, penguatan industri nasional perlu diikuti dengan peningkatan kualitas dan daya saing produk dalam negeri. Industri lokal dituntut tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga meningkatkan efisiensi, mengembangkan teknologi, serta menghasilkan produk dan jasa yang kompetitif.

PTSI menilai penguatan industri dalam negeri merupakan proses jangka panjang. Kolaborasi pemerintah, pelaku industri, penyedia barang dan jasa, serta lembaga pendukung diperlukan agar peningkatan penggunaan komponen lokal dapat terus memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PLTS 100 GW Dikebut 3 Tahun, Energi Impor Mau Dipangkas

PLTS 100 GW Dikebut 3 Tahun, Energi Impor Mau Dipangkas

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Prabowo Targetkan Indonesia Setop Impor Minyak dan LPG, Bahlil Jawab: Siap Laksanakan

Prabowo Targetkan Indonesia Setop Impor Minyak dan LPG, Bahlil Jawab: Siap Laksanakan

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Prabowo Minta Bahlil Hentikan Total Impor BBM dan LPG Secepatnya

Prabowo Minta Bahlil Hentikan Total Impor BBM dan LPG Secepatnya

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:22 WIB

Terkini

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:24 WIB

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:15 WIB

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:10 WIB

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 14:00 WIB

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

×