Ricuh Demo DPR: 322 Orang Ditangkap, 160 di Antaranya Masih Anak-anak

Muhamad Yasir

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:14 WIB
Ricuh Demo DPR: 322 Orang Ditangkap, 160 di Antaranya Masih Anak-anak
Sejumlah massa dari berbagai aliansi masyarakat saat menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/8/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya menangkap 322 orang termasuk 160 anak dalam kerusuhan pascademonstrasi di DPR.
  • Polisi menyita berbagai senjata tajam dan barang berbahaya serta masih memeriksa seluruh pihak yang diamankan.
  • TAUD menduga aparat menangkap sejumlah warga, termasuk pengkritik pemerintah dan admin media sosial, tanpa prosedur yang memadai.

Suara.com - Polda Metro Jaya menangkap 322 orang terkait kerusuhan di sejumlah titik Jakarta pasacademonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, pada Kamis (27/8/2026) malam. Dari jumlah tersebut, 160 orang merupakan anak-anak.

"Hasil pendataan 322 orang diamankan untuk jalani pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Berdasarkan data sementara, sebanyak 162 orang yang diamankan merupakan kelompok dewasa berusia 18 hingga 40 tahun. Sementara 160 lainnya masuk kategori anak dengan rentang usia 12 hingga 19 tahun.

"Kelompok usia sebanyak 162 dewasa dengan usia 18 sampai 40 tahun. Dan 160 anak 12-19 tahun," ujar Budi.

Budi mengatakan, hingga Jumat sore ini, seluruh orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan dan belum ada yang dipulangkan. Polisi masih mendalami peran mereka berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan.

Dalam penanganan kerusuhan tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aksi kekerasan. Barang-barang itu meliputi golok, gunting, pisau, ketapel, mata panah, bambau, hingga rantai besi.

Penyidik masih mendalami keterkaitan barang-barang tersebut dengan kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI.

Dugaan Penargetan

Di tengah proses pemeriksaan terhadap ratusan orang itu, TAUD sebelumnya mengungkap adanya dugaan pemantauan dan penargetan terhadap sejumlah warga sebelum dan saat aksi demonstrasi 27 Agustus 2026.

baca juga

Berdasarkan temuan yang dihimpun melalui hotline, laporan jejaring, pemantauan lapangan, dan media sosial, kelompok yang diduga menjadi sasaran antara lain admin media sosial, individu yang aktif mengkritik kebijakan pemerintah, hingga pihak yang terlibat dalam kegiatan penggalangan dukungan untuk korban gempa Nusa Tenggara Timur.

"Aparat Kepolisian diduga melakukan pemantauan/penargetan terhadap sejumlah admin sosial media, individu yang aktif mengkritik kebijakan pemerintahan serta beberapa pihak yang terlibat dalam pagelaran musik penggalangan dukungan untuk korban gempa NTT," ujar Pengacara Publik LBH Jakarta Alif Fauzi Nurwidiastomo dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).

Menurut Alif, sejumlah individu yang diduga menjadi sasaran kemudian ditangkap tanpa prosedur, dasar, dan bukti yang memadai.

Ia menyebut persoalan itu tidak hanya menyangkut warga yang hendak mengikuti aksi demonstrasi.

TAUD menduga aktivitas di media sosial, termasuk unggahan yang berisi kritik terhadap pemerintah, turut menjadi alasan penangkapan.

"Termasuk mengunggah poster-poster kritik terkait dengan carut-marutnya penyelenggaraan negara," tuturnya.

TAUD juga menyoroti penanganan terhadap sejumlah orang yang diamankan dengan status saksi. Menurut mereka, status tersebut tidak menghapus kewajiban aparat untuk tetap menjalankan prosedur hukum yang berlaku.

Berdasarkan laporan jejaring dan pemantauan TAUD, sejumlah orang yang disebut berstatus saksi diduga tidak dipanggil secara patut dan diperlakukan tidak sesuai dengan asas praduga tidak bersalah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya

Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:57 WIB

Penampakan Halte Petamburan Usai Jadi Sasaran Vandalisme Massa Aksi 27 Agustus

Penampakan Halte Petamburan Usai Jadi Sasaran Vandalisme Massa Aksi 27 Agustus

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:44 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×