- Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta membersihkan 35,24 ton sampah sisa demonstrasi di depan Gedung DPR RI.
- Petugas mengerahkan 120 personel serta puluhan kendaraan pendukung untuk mempercepat pembersihan jalan sekitar Senayan.
- Pembersihan kawasan tersebut bertujuan memulihkan ruang publik agar aktivitas masyarakat dan lalu lintas kembali berjalan lancar.
Suara.com - Aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026) menyisakan sekitar 35,24 ton sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengerahkan 120 petugas untuk membersihkan kawasan yang terdampak aksi massa.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan pembersihan dilakukan setelah kondisi di lapangan memungkinkan. Petugas menyisir sejumlah ruas jalan utama di sekitar kawasan Senayan untuk mengangkut sampah yang berserakan.
“Para petugas kebersihan langsung bergerak memulihkan kondisi kawasan di sepanjang Jalan Asia Afrika, Jalan Gerbang Pemuda, dan sekitarnya. Ini dilakukan agar sampah tidak mengganggu lalu lintas, pejalan kaki, maupun aktivitas masyarakat,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).
Untuk mempercepat proses pembersihan, DLH DKI Jakarta mengerahkan delapan unit truk sampah anorganik, tiga unit truk mini, serta delapan unit penyapu jalan otomatis.
Menurut Dudi, volume sampah yang berhasil ditangani mencapai sekitar 160 meter kubik atau setara 35,24 ton. Sampah tersebut berasal dari kawasan depan Gedung DPR serta sejumlah ruas jalan dan ruang publik di sekitarnya.
“Sampah berasal dari kawasan depan Gedung DPR serta ruas jalan dan ruang publik di sekitarnya yang terdampak kegiatan massa,” kata Dudi.
Pembersihan dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta memulihkan kondisi ruang publik setelah aksi penyampaian pendapat.
Dudi mengapresiasi petugas kebersihan yang tetap bekerja memulihkan kawasan meski harus menghadapi volume sampah yang cukup besar.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan saat menggunakan ruang publik, termasuk ketika menyampaikan aspirasi.
“Penyampaian aspirasi dan berbagai kegiatan masyarakat merupakan bagian dari dinamika kota. Namun, kebersihan ruang publik juga perlu menjadi perhatian bersama,” tandasnya.