- Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru menemukan ranjau paku di jalan protokol Jakarta pada Senin, 31 Agustus 2026.
- Anggota DPRD DKI Jakarta Khoirudin mendesak Pemprov memperkuat pengawasan serta menindak tegas pelaku penyebaran ranjau paku.
- Pemerintah diminta memetakan titik rawan dan membuka kanal pengaduan guna melindungi keselamatan pengendara dari kecelakaan.
Suara.com - Teror ranjau paku masih menghantui jalanan Jakarta hingga saat ini. Terbukti, hasil operasi pembersihan di sejumlah ruas jalan protokol oleh Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru pada Senin (31/8/2026) kemarin masih menunjukkan adanya upaya dari segelinitir pengusaha tambal ban dalam melakukan praktek curang tersebut.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, pun mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk memperkuat penanganan ranjau paku yang kian meresahkan warga di jalanan ibu kota.
Keberadaan paku-paku tajam tersebut dinilai bukan sekadar gangguan kecil, melainkan ancaman nyata yang bisa mengakibatkan kecelakaan fatal bagi pengendara.
“Ranjau paku kecil, tetapi risikonya besar. Keselamatan warga harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Khoirudin menekankan, aksi pembersihan tidak boleh hanya bersifat insidental atau dilakukan sesaat saja.
“Jangan hanya dibersihkan hari ini, lalu muncul lagi beberapa hari kemudian,” sorotnya.
Politisi PKS tersebut mendorong pemerintah segera memetakan titik-titik jalan yang rawan agar pengawasan dan patroli berjalan lebih efektif.
“Kalau titik rawan sudah terpetakan, pengawasan akan lebih efektif,” kata Khoirudin.
Langkah pemetaan ini dianggap krusial karena aktivitas masyarakat di jalan raya berlangsung setiap hari tanpa henti.
Pemprov DKI juga diminta membuka kanal pengaduan masyarakat sebagai sistem deteksi dini terhadap ancaman benda tajam di jalanan.
“Pengendara bisa menjadi mata pemerintah di lapangan,” ucap Khoirudin.
Selain pembersihan, aparat diminta menelusuri dan menindak tegas oknum yang sengaja menyebarkan ranjau paku demi keuntungan pribadi.
“Kalau sengaja disebarkan, pelakunya harus ditindak,” tegas Khoirudin.
Penanganan terpadu antara Satpol PP, perangkat wilayah, dan aparat penegak hukum menjadi kunci utama dalam menciptakan keamanan jalan di Jakarta.
Khoirudin mengingatkan lagi bahwa keamanan jalan raya turut menjadi aspek krusial bagi Jakarta yang sedang bertransformasi menjadi kota global.
“Kota global harus aman sampai ke jalan-jalannya,” pungkas eks Ketua DPRD DKI Jakarta itu.