- Gubernur Pramono Anung menyatakan dua kelurahan di Jakarta mengalami kekeringan akibat El Nino pada Rabu, 2 September 2026.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan 29 tangki air bersih dari sepuluh lembaga untuk membantu warga terdampak kekeringan.
- BPBD DKI Jakarta mengaktifkan layanan darurat nomor 112 bersama PAM Jaya untuk mempercepat distribusi bantuan air kepada masyarakat.
Suara.com - Dampak fenomena El Nino mulai menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Jakarta, sehingga memaksa pemerintah melakukan langkah darurat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa ada dua kelurahan yang saat ini telah mengalami kekeringan.
“Ada dua kelurahan yang memang sudah mengalami kekeringan, yaitu di Kelurahan Kalibaru dan Semper,“ tutur Pramono di Monas, Rabu (2/9/2026).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan langkah mitigasi untuk membantu warga terdampak kekeringan di dua kelurahan tersebut.
“Telah disediakan 29 tangki dari 10 instansi lembaga yang berpartisipasi untuk mengatasi persoalan kekurangan air di Jakarta,“ jelas Pramono.
Mengingat kondisi ini diperkirakan berlangsung lama, warga yang kesulitan mendapatkan pasokan air diminta segera melapor ke saluran resmi.
Masyarakat Jakarta dapat memanfaatkan layanan pusat panggilan darurat bebas pulsa melalui nomor 112 untuk meminta bantuan air bersih.
“Kami sudah berkoordinasi juga dengan PAM Jaya untuk menyiapkan jalur komunikasi. Terutama kami siapkan melalui 112,“ ungkap Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat.
Layanan ini dirancang untuk mempermudah koordinasi antara masyarakat dengan petugas di lapangan agar bantuan air bisa langsung dikirim ke lokasi.
BPBD juga telah menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah mulai dari tingkat wali kota hingga kelurahan untuk menyebarluaskan informasi ini.
“Ini yang kami sosialisasikan ke jajaran walikota, kecamatan, dan kelurahan agar bilamana masyarakat menemukan kejadian kekeringan, segera melaporkan ke 112 dan kami akan memfasilitasi dengan PAM Jaya untuk distribusi air bersih,“ jelas Marulitua.
Kesiapsiagaan ini menjadi krusial lantaran BMKG memprediksi cuaca ekstrem akibat El Nino di Jakarta bisa bertahan hingga Januari 2027.
Pemerintah berharap dengan adanya jalur komunikasi yang cepat, kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih tetap dapat terpenuhi meski musim kemarau melanda.