- Kebakaran melanda permukiman padat di Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin, 31 Agustus 2026.
- Musibah tersebut menghanguskan 114 rumah dan berdampak pada 880 jiwa tanpa menimbulkan korban jiwa.
- Pemprov DKI Jakarta mengerahkan puluhan mobil pemadam, mendirikan posko pengungsian, serta menyalurkan bantuan logistik.
Suara.com - Peristiwa kebakaran hebat melanda permukiman padat di Jalan Batu Ceper 8, Kelurahan Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin (31/8/2026).
Amukan si jago merah menghanguskan sedikitnya 114 rumah yang dihuni 880 jiwa dari 310 Kartu Keluarga (KK).
Meski kerusakan materiil cukup besar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan tidak ada satu pun warga yang menjadi korban jiwa dalam musibah ini.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dari kalangan warga,“ ujar Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim dalam keterangan resminya, Selasa (1/9/2026).
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) bergerak taktis dengan menerjunkan unit pertama ke lokasi hanya dalam hitungan menit setelah laporan diterima pukul 13.40 WIB.
Sebanyak 29 unit mobil pemadam dan 135 personel berjuang keras melokalisir api di tengah tiupan angin kencang serta kondisi hunian yang sangat rapat.
Chico menegaskan, kecepatan penanganan di lapangan merupakan prioritas utama yang selalu ditekankan oleh Gubernur Pramono Anung.
“Itu yang kami tuntut: cepat, terukur, dan tidak meninggalkan warga. Malam itu juga kewilayahan dan Dinas Sosial sudah membuka posko serta menyalurkan makanan,” tuturnya.
Pihak kecamatan dan kelurahan setempat menyiapkan empat titik posko pengungsian yang dilengkapi dengan tenda, toilet, serta akses air bersih bagi para penyintas.
Bantuan logistik berupa makanan siap saji mulai disalurkan sejak malam kejadian. Sementara bantuan lanjutan dari Baznas dan PMI dijadwalkan masuk hari ini.
Tim forensik dari Polres Metro Jakarta Pusat saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api.
Gubernur Pramono Anung telah menginstruksikan jajarannya untuk mendampingi warga terdampak, termasuk memfasilitasi pengurusan dokumen-dokumen penting yang ikut terbakar.
Pemprov DKI Jakarta mengimbau warga untuk tidak mendekati puing bangunan demi menjaga keselamatan serta kelancaran distribusi bantuan di area lokasi.