Pajak Menyumbang 70% Penerimaan Negara, Mengapa Masih Dianggap Beban?

Vania Rossa

Kamis, 03 September 2026 | 23:45 WIB
Pajak Menyumbang 70% Penerimaan Negara, Mengapa Masih Dianggap Beban?
Ilustrasi pajak (magnific)
baca 10 detik
  • Darussalam menyatakan Indonesia perlu meningkatkan literasi pajak mendasar agar sistem self-assessment berjalan optimal.
  • Kesadaran membayar pajak dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan publik, kualitas layanan, serta persepsi korupsi.
  • Pemerintah memasukkan penguatan edukasi pajak dalam agenda fiskal Nota Keuangan dan RAPBN 2027.

Suara.com - Pajak selama ini dikenal sebagai salah satu kewajiban warga negara. Namun, ketika kata “pajak” masih membuat sebagian masyarakat merasa asing atau bahkan khawatir, persoalannya ternyata bukan sekadar soal membayar atau tidak membayar.

Di balik kontribusinya yang mencapai lebih dari 70 persen terhadap penerimaan negara, masih ada pekerjaan rumah besar: membuat masyarakat memahami mengapa pajak dibutuhkan dan ke mana uang tersebut digunakan.

Founder konsultan pajak DDTC, Darussalam, menilai pemungutan pajak tidak cukup hanya mengandalkan kewenangan negara. Masyarakat perlu memahami alasan di balik pengenaan pajak, proses pemungutannya, hingga manfaat penerimaan pajak bagi kehidupan bernegara.

“Sebelum melangkah terlalu jauh menyangkut kebijakan, peraturan, dan administrasi pajak, Indonesia dihadapkan pada pekerjaan rumah besar yang amat serius, yaitu bagaimana mengedukasi dan membangun literasi pajak masyarakat secara mendasar,” kata Darussalam dalam keterangannya, dikutip Jumat (4/9/2026).

Menurut dia, persoalan literasi menjadi semakin penting karena Indonesia menerapkan sistem self-assessment. Dalam sistem ini, masyarakat dituntut memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjalankan kewajiban perpajakannya.

“Sistem ini hanya dapat berjalan optimal apabila tingkat literasi masyarakat telah terbentuk secara mendasar,” jelasnya.

Darussalam mengatakan, pajak juga tidak bisa hanya dipandang sebagai kewajiban yang harus dipenuhi karena adanya aturan. Kesediaan masyarakat untuk membayar pajak berkaitan erat dengan kepercayaan terhadap pemerintah, kualitas administrasi, persepsi terhadap korupsi, hingga kepuasan terhadap pelayanan publik.

Hal ini sejalan dengan studi OECD (2019) mengenai moral pajak yang menunjukkan sejumlah faktor tersebut memengaruhi kesediaan masyarakat dalam membayar pajak.

Karena itu, membangun kepatuhan pajak dalam jangka panjang tidak cukup mengandalkan sanksi, pemeriksaan, atau pendekatan koersif. Kesadaran dan kepatuhan sukarela justru perlu dibangun melalui edukasi yang konsisten.

baca juga

Edukasi tersebut, menurut Darussalam, idealnya dimulai sejak dini dan berlangsung secara berkelanjutan. Institusi pendidikan, termasuk perguruan tinggi dan tax center, dapat mengambil peran untuk memperluas pengetahuan perpajakan di tengah masyarakat.

Pemerintah sendiri telah memasukkan penguatan kepercayaan publik melalui edukasi pajak dalam agenda fiskal yang tercantum dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2027.

“Dengan edukasi pajak akan tercipta masyarakat sadar dan patuh pajak yang secara sukarela bersedia membayar pajak dengan bangga untuk Indonesia tercinta,” tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Sebut Pegawai Pajak-Bea Cukai Aman Kasus Hukum 15 Tahun Terakhir, Sindir Sri Mulyani?

Purbaya Sebut Pegawai Pajak-Bea Cukai Aman Kasus Hukum 15 Tahun Terakhir, Sindir Sri Mulyani?

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 11:19 WIB

Purbaya Klaim Coretax Bikin Penerimaan Negara Naik hingga 40%, Tak Bayar Pajak Kini Ketahuan!

Purbaya Klaim Coretax Bikin Penerimaan Negara Naik hingga 40%, Tak Bayar Pajak Kini Ketahuan!

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 10:50 WIB

Purbaya Pastikan Tak Ada Lagi Kebijakan Tax Amnesty ala Sri Mulyani

Purbaya Pastikan Tak Ada Lagi Kebijakan Tax Amnesty ala Sri Mulyani

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 15:02 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×