Menara Eiffel Ditutup, Buntut Pekerja Wanita Diskriminasi saat Kunjungan Umat Keagamaan

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 08 September 2026 | 14:13 WIB
Menara Eiffel Ditutup, Buntut Pekerja Wanita Diskriminasi saat Kunjungan Umat Keagamaan
Cincin Olimpiade terlihat di Menara Eiffel, Paris, Prancis Jumat (7/6/2024). [Ludovic MARIN / AFP]
baca 10 detik
  • Akses Menara Eiffel ditutup akibat aksi mogok kerja karyawan menuntut kesetaraan gender.

  • Pemindahan staf perempuan saat kunjungan delegasi keagamaan memicu kemarahan pekerja dan kecaman politisi.

  • Pemerintah Kota Paris meluncurkan investigasi resmi sementara pengelola monumen menyampaikan permohonan maaf.

Suara.com - Menara Eiffel mendadak ditutup akibat mogok kerja massal karyawan yang menolak praktik diskriminasi gender di area kerja ikonik Paris tersebut. Keputusan menghentikan operasional monument legendaris ini diambil pekerja sebagai bentuk protes atas tindakan manajemen yang memindahkan staf perempuan saat kunjungan delegasi keagamaan Hindu di sana.

Peristiwa diskriminasi ini bermula ketika rombongan berisi sekitar 100 orang dari kelompok keagamaan Hindu Bochasanwasi Akshar Purushottam Swaminarayan Sanstha (BAPS) mendatangi lokasi pada Sabtu lalu. Perwakilan serikat pekerja Diane Davoine mengungkapkan penyesalan mendalam atas perlakuan tidak adil yang dialami para staf wanita saat pengondisian tamu tersebut.

"Selama kunjungan delegasi ini, para perempuan diminta untuk meninggalkan tempat kerja mereka agar dapat menempatkan pria di sana," katanya kepada Reuters.

Replika Menara Eiffel Paris yang dibuat Warga Desa Serut, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. (Suara.com/Ari Welianto).
Replika Menara Eiffel Paris yang dibuat Warga Desa Serut, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. (Suara.com/Ari Welianto).

Davoine juga mengatakan manajemen sejak saat itu telah meminta maaf kepada para pekerja atas insiden tersebut.

Langkah sepihak pengelola monument langsung memicu gelombang kekecewaan dan rasa terhina di kalangan pekerja wanita maupun pria. Sikap tegas karyawan dipicu oleh keprihatinan mendalam atas rusaknya standar kesetaraan di lingkungan kerja mereka.

"Jadi hal itu sama sekali tidak diterima dengan baik oleh para karyawan, tentu saja oleh perempuan, yang semuanya merasa terhina dengan apa yang terjadi, dengan cara beberapa dari mereka diperlakukan," kata Davoine.

"Ketegangan meningkat selama akhir pekan, jadi pagi ini, para karyawan memutuskan untuk bertemu: pertama, untuk membuka dialog dengan manajemen, dan kedua, untuk memastikan bahwa perempuan tidak pernah diperlakukan seperti ini lagi di perusahaan."

Pengelola ikon Paris, Société d'Exploitation de la tour Eiffel (SETE), mengakui adanya permintaan khusus dari rombongan delegasi untuk membatasi interaksi dengan staf perempuan. Pihak manajemen menegaskan bahwa persetujuan terhadap syarat tersebut merupakan kesalahan fatal yang bertentangan dengan prinsip dasar perusahaan.

Manajemen menegaskan kondisi tersebut seharusnya tidak pernah disetujui karena berseberangan dengan nilai-nilai kesetaraan gender. Komitmen untuk menjaga norma republik kini kembali ditegaskan oleh pimpinan tertinggi pengelola monumen.

baca juga

"Ini jelas bukan praktik yang dapat diterima," kata Presiden SETE Ariel Weil.

"Saya menegaskan kembali komitmen Menara Eiffel terhadap nilai-nilai republik dan kesetaraan antara pria dan wanita."

Organisasi BAPS yang baru meresmikan kuil pertamanya di pinggiran Paris pada hari Minggu memberikan klarifikasi atas tuduhan yang beredar. Pihak penyelenggara menyatakan kunjungan telah diatur sejak awal agar berjalan selaras dengan aturan pengelola setempat.

Dalam sebuah pernyataan di X, kuil BAPS di Paris mengatakan perjalanan mereka "diatur bersama dengan tim Menara Eiffel pada awal jam buka normal untuk menghindari gangguan atau ketidaknyamanan bagi orang lain."

Pihak BAPS juga meminta maaf "atas rasa sakit atau ketidaknyamanan yang ditimbulkan," seraya menambahkan "kami percaya pada nilai-nilai universal berupa rasa saling menghormati dan melayani."

Laporan resmi dari AFP menyebutkan bahwa pimpinan kota langsung merespons gelombang ketidakpuasan staf dengan merencanakan investigasi menyeluruh. Dukungan terhadap aksi karyawan mengalir keras dari pejabat publik yang menilai tindakan penggeseran posisi pekerja perempuan tidak dapat ditoleransi.

Wali Kota Paris Emmanuel Grégoire menegaskan akan ada penyelidikan atas keadaan kunjungan tersebut.

"Saya mencatat kemarahan yang diungkapkan oleh para karyawan Menara Eiffel, dan saya ingin memberi tahu mereka bahwa ketidakpuasan mereka adalah sah," tulisnya di X.

"Kesetaraan antara perempuan dan pria tidak akan pernah berhenti di kaki monumen bersejarah kita, atau di mana pun di kota ini. Ini harus diterapkan di mana saja, untuk siapa saja."

Kecaman serupa datang dari barisan politisi nasional yang memandang insiden ini sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan nilai sosial bangsa. Berbagai figur kepemimpinan mempertegas posisi bahwa aturan keagamaan asing tidak boleh mengangkangi hak-hak perempuan di tanah Prancis.

Aksi mogok kerja karyawan Menara Eiffel ini berakar dari kedatangan delegasi BAPS, sebuah organisasi keagamaan berbasis sukarelawan asal India yang memiliki jaringan di berbagai kota besar dunia seperti London, Los Angeles, dan Sydney. Saat delegasi tersebut berkunjung pada Sabtu pagi, pengelola menyetujui permintaan pembatasan interaksi dengan staf wanita, yang berbuntut pada instruksi penggeseran posisi kerja.

Langkah pengelola yang menuruti permintaan kelompok pengunjung asing tersebut memicu krisis internal hingga menyebabkan penghentian operasional penuh Menara Eiffel pada hari Senin. Insiden ini berkembang menjadi isu nasional yang memicu penyelidikan resmi pemerintah kota Paris serta kecaman luas dari pimpinan parlemen dan tokoh politik Prancis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Review Under the Stars of Paris: Saat Kemiskinan Dijadikan Mesin Air Mata

Review Under the Stars of Paris: Saat Kemiskinan Dijadikan Mesin Air Mata

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Taman Hiburan 'Dragon Ball Z' Siap Dibangun di Paris

Taman Hiburan 'Dragon Ball Z' Siap Dibangun di Paris

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Ungkap Terima Kasih ke Barca, Ferran Torres Mulai Babak Baru Bersama PSG

Ungkap Terima Kasih ke Barca, Ferran Torres Mulai Babak Baru Bersama PSG

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Terkini

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 06:30 WIB

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Kenapa Kangen Band Bubar?

Kenapa Kangen Band Bubar?

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 06:05 WIB

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

×