Kenapa Adidas Diboikot?

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 09 September 2026 | 12:11 WIB
Kenapa Adidas Diboikot?
Adidas memicu gelombang boikot luas usai menampilkan mantan tentara Israel dalam iklan sepatu. (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Adidas menghadapi seruan boikot global akibat menampilkan mantan tentara Israel dalam iklan terbarunya.

  • Aktivis menilai kampanye tersebut menghina warga Palestina yang menjadi korban amputasi akibat serangan militer.

  • Ribuan warga Gaza mengalami amputasi, sementara ratusan atlet lokal gugur akibat konflik berkepanjangan.

Suara.com - Langkah produsen perlengkapan olahraga Adidas memicu kemarahan global usai meluncurkan kampanye sepatu yang menggaet mantan tentara Israel, Shalev Biton. Kehadiran bekas serdadu militer tersebut memantik seruan boikot luas karena dinilai melukai perasaan warga Palestina.

Aktivis kemanusiaan menganggap keputusan merek asal Jerman ini sebagai bentuk normalisasi kejahatan perang yang dilakukan militer Israel. Promosi layanan penjualan sepatu satuan bagi penyandang disabilitas itu pun menuai kecaman hebat di media sosial.

Biton sendiri kehilangan kakinya akibat gempuran militer di Gaza pada operasi 11 hari tahun 2021. Sosoknya ditampilkan sedang menjajal sepatu di gerai Adidas hingga berlari bebas di area terbuka.

Seruan boikot global terhadap Adidas meluas setelah mempromosikan mantan tentara Israel dalam kampanye terbarunya. (Al Jazeera)
Seruan boikot global terhadap Adidas meluas setelah mempromosikan mantan tentara Israel dalam kampanye terbarunya. (Al Jazeera)

"Ini bukan sekadar masalah Adidas yang tidak peka atau kurang memiliki empati; ini adalah penghinaan nyata terhadap warga Palestina yang kehilangan orang-orang terkasih akibat pembunuhan oleh Israel, serta mereka yang kehilangan anggota tubuh [akibat serangan Israel]," ujar Stephanie Westbrook, koordinator kampanye boikot olahraga untuk Palestinian Campaign for the Academic and Cultural Boycott of Israel (PACBI)—sebuah organisasi pendiri gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) kepada Aljazirah.

Westbrook menyoroti bahaya dari kampanye semacam itu, yang menurutnya akan menormalisasi kejahatan Israel terhadap warga Palestina dan membiarkan mereka terus melakukan kejahatan tersebut tanpa adanya pertanggungjawaban.

Organisasi PACBI menegaskan status veteran militer pada sosok Bintang iklan tersebut sangat problematis di tengah isu kemanusiaan yang berlanjut. Kebijakan ini dianggap mengabaikan derita puluhan ribu korban jiwa di wilayah konflik.

"Di sini kita melihat kampanye Adidas yang menampilkan seorang tentara Israel—yang identitas utamanya melekat erat pada statusnya sebagai tentara—yang kehilangan kakinya saat berpartisipasi dalam salah satu serangan berulang Israel ke Gaza, serta bertugas dalam militer sebuah negara yang saat ini sedang melakukan genosida, menjalankan pendudukan militer ilegal atas wilayah Palestina, dan menerapkan sistem apartheid terhadap warga Palestina selama beberapa dekade," ujarnya.

Sikap insensible produsen sepatu dunia ini berbanding terbalik dengan kenyataan pahit yang dihadapi masyarakat Gaza. Ribuan warga lokal terpaksa kehilangan anggota tubuh mereka akibat rentetan bombardir udara.

Laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 5.000 sampai 6.000 warga Gaza menjalani prosedur amputasi hingga awal Oktober 2025. Angka tersebut merupakan bagian dari 42.000 korban luka berat sepanjang dua tahun invasi.

baca juga

Blokade ketat pascagencatan senjata kian membebankan penyaluran bantuan medis serta logistik ke area kantong tersebut. Akses terhadap fasilitas kesehatan dan alat bantu gerak masih sangat terbatas bagi para korban.

Sebaliknya, ketimpangan narasi terlihat jelas saat iklan menampilkan sang mantan prajurit dapat leluasa berolahraga kembali. Di sisi lain, lebih dari seribu atlet Palestina justru gugur dalam konflik berkepanjangan ini.

Sejumlah pesepak bola muda yang kehilangan kaki kini berjuang bangkit dengan membentuk tim sepak bola amputasi. Olahraga menjadi satu-satunya sarana penyembuhan trauma di tengah puing-puing kehancuran tempat tinggal mereka.

Gelombang kecaman terhadap Adidas berakar dari konflik berkepanjangan di Jalur Gaza yang menelan puluhan ribu korban jiwa serta cedera permanen. Penampilan bekas prajurit militer Israel dalam materi promosi komersial memicu sensitivitas publik, mengingat blokade kemanusiaan dan krisis kesehatan di wilayah Palestina masih terus berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seruan Boikot Adidas Meluas Usai Promosi Sepatu Gandeng Mantan Tentara Israel

Seruan Boikot Adidas Meluas Usai Promosi Sepatu Gandeng Mantan Tentara Israel

News | Rabu, 09 September 2026 | 11:49 WIB

Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem, Panas Pemblokiran Impor Barang Permukiman Ilegal

Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem, Panas Pemblokiran Impor Barang Permukiman Ilegal

News | Rabu, 09 September 2026 | 10:11 WIB

5 Warga Palestina Tewas Diserang Israel di Jalur Gaza, 30 Lainnya Luka Parah

5 Warga Palestina Tewas Diserang Israel di Jalur Gaza, 30 Lainnya Luka Parah

News | Selasa, 08 September 2026 | 10:53 WIB

Terkini

Gen Z Impact Fest 2026 Dorong Generasi Muda Siap Menghadapi Tantangan Masa Depan

Gen Z Impact Fest 2026 Dorong Generasi Muda Siap Menghadapi Tantangan Masa Depan

News | Rabu, 09 September 2026 | 12:10 WIB

Wamen PANRB: RUU Satu Data Indonesia Jadi Fondasi Tata Kelola Pemerintahan Digital

Wamen PANRB: RUU Satu Data Indonesia Jadi Fondasi Tata Kelola Pemerintahan Digital

News | Rabu, 09 September 2026 | 12:10 WIB

Eks Bangunan Liar Disulap Jadi Kawasan Hijau, Ribuan Pohon Ditanam di Sepanjang Bantaran Kali

Eks Bangunan Liar Disulap Jadi Kawasan Hijau, Ribuan Pohon Ditanam di Sepanjang Bantaran Kali

Bekaci | Rabu, 09 September 2026 | 12:07 WIB

Serangan Zionis Israel di Lebanon Tewaskan Belasan Orang

Serangan Zionis Israel di Lebanon Tewaskan Belasan Orang

Video | Rabu, 09 September 2026 | 12:00 WIB

Cinta Tak Cukup, Uang Panai Menanti: Ambisi Menikah dalam Menuju Pelaminan

Cinta Tak Cukup, Uang Panai Menanti: Ambisi Menikah dalam Menuju Pelaminan

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 12:00 WIB

Heran Izin Persija vs Persib di Stadion GBK Belum Turun, Shin Tae-yong: Bukankah Itu Mengganggu?

Heran Izin Persija vs Persib di Stadion GBK Belum Turun, Shin Tae-yong: Bukankah Itu Mengganggu?

Bola | Rabu, 09 September 2026 | 11:58 WIB

Rakyat Simpan Emas di Bawah Bantal, Konglomerat Simpan Aset di Luar Negeri

Rakyat Simpan Emas di Bawah Bantal, Konglomerat Simpan Aset di Luar Negeri

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 11:56 WIB

Tayang di Netflix, Why Did I Get Married Again? Soroti Lika-liku Pernikahan

Tayang di Netflix, Why Did I Get Married Again? Soroti Lika-liku Pernikahan

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 11:50 WIB

Apa Manfaat Sheet Mask untuk Kulit Kering? Ini 3 Rekomendasinya yang Melembapkan

Apa Manfaat Sheet Mask untuk Kulit Kering? Ini 3 Rekomendasinya yang Melembapkan

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 11:50 WIB

Seruan Boikot Adidas Meluas Usai Promosi Sepatu Gandeng Mantan Tentara Israel

Seruan Boikot Adidas Meluas Usai Promosi Sepatu Gandeng Mantan Tentara Israel

News | Rabu, 09 September 2026 | 11:49 WIB

×