-
Lima warga Gaza tewas dan 30 lainnya luka-luka akibat serangan Israel terbaru.
-
Proses evakuasi terhambat karena banyak korban tertimbun di bawah reruntuhan bangunan hancur.
-
Total korban tewas di Gaza sejak Oktober 2023 melampaui 73 ribu jiwa.
Suara.com - Serangan militer di Jalur Gaza kembali memakan korban jiwa setelah tentara Israel melancarkan serangan udara terbaru dalam kurun 24 jam terakhir. Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi sedikitnya lima warga sipil meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami cedera akibat gempuran tersebut.
Data medis terbaru mencatat lonjakan jumlah korban cedera yang mencapai puluhan orang di berbagai titik penyerangan. Situasi di lapangan menunjukkan ancaman keselamatan warga Gaza masih belum mereda secara signifikan.
Laporan resmi otoritas kesehatan setempat menegaskan besarnya dampak kehancuran infrastruktur sipil akibat gempuran yang beruntun. Ketersediaan fasilitas medis kini terus menyusut akibat beban pasien yang terus bertambah.

"Selama 24 jam terakhir, lima jasad telah dibawa ke rumah sakit di Gaza. Dua orang lainnya meninggal akibat luka parah yang diderita sebelumnya, dan 30 orang mengalami luka," demikian pernyataan kementerian.
Proses evakuasi korban tewas maupun luka dilaporkan mengalami hambatan berat di area pemukiman yang hancur. Banyak warga sipil yang diprediksi masih terjebak di bawah reruntuhan beton bangunan tanpa bantuan.
Keterbatasan alat berat dan blokade wilayah membuat tim penyelamat tidak mampu menjangkau seluruh titik kehancuran tepat waktu. Petugas ambulans terpaksa berpacu dengan waktu di tengah keterbatasan sarana logistik yang makin kritis.
Bahaya serangan susulan juga menghantui para relawan pertahanan sipil yang mencoba menyisir jalan-jalan utama. Kondisi ini memperpanjang daftar warga yang hilang tanpa kepastian nasib di balik puing-puing.
Peningkatan angka kematian ini memicu keprihatinan baru atas keberlangsungan kesepakatan damai sementara yang pernah disepakati kedua belah pihak. Tekanan internasional terhadap penhentian kekerasan dinilai belum membuahkan hasil nyata.
Rentetan serangan sepanjang periode gencatan senjata terus menambah daftar panjang jatuhnya korban sipil dari pihak Palestina. Keadaan kemanusiaan di kantong wilayah terisolasi itu bergerak ke arah titik terburuk.
Latar belakang konflik berkepanjangan ini mencatat sejarah kelam sejak eskalasi besar meluas pada akhir 2023 lalu. Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober, sebanyak 1.352 orang di Jalur Gaza tewas dan 4.511 lainnya terluka serta 826 jasad telah dievakuasi. Angka akumulatif tersebut mengonfirmasi bahwa total korban tewas sejak 7 Oktober 2023 telah menembus angka 73.000 orang.