Driver Grab Ajak Demo Besar-besaran karena Potongan Komisi Mendadak Naik di Vietnam

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 11 September 2026 | 13:54 WIB
Driver Grab Ajak Demo Besar-besaran karena Potongan Komisi Mendadak Naik di Vietnam
Logo Grab dalam agenda Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Jakarta, Senin (29/6/2026). [Suara.com/Dythia]
baca 10 detik
  • Pengemudi Grab Vietnam menggalang aksi seruan mematikan aplikasi pada akhir pekan akibat penurunan pendapatan.

  • Kebijakan komisi baru sejak Juli memotong hingga setengah dari total tarif perjalanan pengemudi.

  • Grab menyatakan sedang berdialog dengan komunitas mitra pengemudi untuk meredakan ketegangan operasional.

Suara.com - Pengemudi Grab di Vietnam menggalang aksi pemadaman aplikasi secara masif pada akhir pekan ini sebagai bentuk protes atas melonjaknya potongan komisi layanan. Keputusan ini diambil setelah perubahan struktur pembayaran secara sepihak membuat pendapatan bersih harian para pengemudi merosot tajam hingga ke tingkat yang tidak wajar.

Gelombang protes tersebut menyebar cepat di jejaring sosial Facebook, di mana para pengemudi secara terbuka membagikan tangkapan layar pendapatan mereka yang tergerus. Komunitas driver secara aktif mengajak rekan seprofesi untuk menolak seluruh pesanan perjalanan sejak hari Sabtu hingga Minggu.

Inisiatif penghentian operasional sementara ini bertujuan menekan manajemen platform raksasa asal Singapura tersebut agar meninjau ulang Kebijakan pembagian hasil. Fenomena pemogokan massal ini menjadi gambaran nyata kejenuhan para pekerja gig di tengah tingginya biaya operasional harian.

"Mari kita semua bersatu, matikan aplikasi dan beristirahat sejenak untuk menuntut keadilan," tulis salah satu pengguna Facebook di grup publik bernama Vietnam Grab Driver Community yang beranggotakan 169.000 orang, dikutip dari CNA.

Pihak manajemen Grab menegaskan komitmen mereka untuk menjaga agar seluruh layanan operasional di lapangan tetap berjalan secara normal.

"Kami sedang berdialog dengan komunitas pengemudi kami untuk mendengarkan kekhawatiran mereka serta meluruskan informasi yang keliru," kata pihak Grab melalui pernyataan tertulis kepada Reuters.

Laporan media pemerintah VTC News mengungkapkan bahwa pemotongan pendapatan driver kini bisa membengkak hingga 50 persen dari total tarif sejak penyesuaian skema pada Juli lalu. Kondisi ini secara otomatis memotong margin keuntungan pengemudi dalam jumlah yang amat signifikan.

Melalui pemotongan sebesar itu, driver motor hanya mengantongi sekitar 2.600 dong (setara Rp1.500) per kilometer, sementara pengemudi mobil menerima kisaran 6.000 dong per kilometer. Dari penghasilan minim tersebut, para mitra masih harus menanggung beban bahan bakar, biaya perawatan rutin, serta penyusutan nilai kendaraan.

Di tengah memanasnya seruan pemogokan, sebagian pengemudi tetap menyuarakan kekhawatiran atas dampak jangka panjang dari potensi perginya platform tersebut dari pasar domestik.

baca juga

"Jika Grab menarik diri dari Vietnam, pengemudi tidak akan mendapatkan apa-apa," ujar salah satu anggota di grup Facebook tersebut.

Grab saat ini memegang peranan vital sebagai salah satu penyedia jasa transportasi online, pengiriman makanan, dan layanan digital terbesar di Vietnam. Munculnya riak konflik ini memperlihatkan rapuhnya hubungan kemitraan antara penyedia aplikasi dan pengemudi di tengah tekanan ekonomi regional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alarm Buat Timnas Indonesia! Vietnam Resmi Naturalisasi Bek 1,90 M Keturunan AS

Alarm Buat Timnas Indonesia! Vietnam Resmi Naturalisasi Bek 1,90 M Keturunan AS

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 13:17 WIB

Intip Kerangka Timnas Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026: Kim Sang-sik Hadapi Dilema

Intip Kerangka Timnas Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026: Kim Sang-sik Hadapi Dilema

Bola | Kamis, 10 September 2026 | 14:40 WIB

Heboh Di Sini Porsi MBG Diangap Tak Layak, Pihak Sekolah Dilarang Bicara ke Media

Heboh Di Sini Porsi MBG Diangap Tak Layak, Pihak Sekolah Dilarang Bicara ke Media

News | Kamis, 10 September 2026 | 13:51 WIB

Terkini

Kemendagri Evaluasi Layanan Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Daerah

Kemendagri Evaluasi Layanan Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Daerah

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Baby Oil Bisa Dipakai Apa Aja? Ini Efeknya untuk Kulit Anak dan Orang Dewasa

Baby Oil Bisa Dipakai Apa Aja? Ini Efeknya untuk Kulit Anak dan Orang Dewasa

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebebasan Pers di Indonesia Disorot Lembaga Dunia

Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebebasan Pers di Indonesia Disorot Lembaga Dunia

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:47 WIB

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Tanda Tanya Kapolri Kompak Pindah Tiga Mantan Kapolresta Solo ke Lemdiklat

Tanda Tanya Kapolri Kompak Pindah Tiga Mantan Kapolresta Solo ke Lemdiklat

Jakarta | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:41 WIB

Prabowo Setuju Bantuan Asing Tangani Karhutla, BPNB: Kita Lihat Bantuan Apa Saja

Prabowo Setuju Bantuan Asing Tangani Karhutla, BPNB: Kita Lihat Bantuan Apa Saja

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan

Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan

Bogor | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Wacana Pemakzulan Gibran Macet di DPR dan Istana, Elite Politik Masih Wait and See

Wacana Pemakzulan Gibran Macet di DPR dan Istana, Elite Politik Masih Wait and See

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:38 WIB

Penyerangan Bersenjata di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Selongsong Peluru

Penyerangan Bersenjata di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Selongsong Peluru

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:35 WIB

×