Buka Gen Z Impact Fest 2026, Menteri Brian Yuliarto Dorong Generasi Muda Jadi Thinking Generation

Agatha Vidya Nariswari

Sabtu, 12 September 2026 | 10:05 WIB
Buka Gen Z Impact Fest 2026, Menteri Brian Yuliarto Dorong Generasi Muda Jadi Thinking Generation
Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto (Tangkapan layar)
baca 10 detik
  • Menteri Brian Yuliarto membuka Gen Z Impact Fest 2026 di UC Hotel UGM Yogyakarta pada Sabtu.
  • Festival yang diselenggarakan tanggal 12 September 2026 ini bertujuan memberdayakan generasi muda menghadapi tantangan dunia kerja dan teknologi.
  • Acara ini menghadirkan berbagai sesi edukasi dan kompetisi untuk meningkatkan kapasitas literasi keuangan serta karier peserta.

Suara.com - Gen Z Impact Fest 2026 resmi digelar di UC Hotel UGM Yogyakarta, Sabtu (12/9/2026). Mengusung tema “Empowering the Next Generation”, festival ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperluas wawasan, mengembangkan kapasitas diri, sekaligus menemukan berbagai peluang di tengah perubahan dunia kerja, ekonomi digital, dan tantangan lingkungan.

Dalam pembukaan Gen Z Impact Fest 2026, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dan mengolah informasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Menurutnya, generasi muda saat ini hidup dalam era ketika akses terhadap informasi dan pengetahuan semakin mudah. Kehadiran internet dan artificial intelligence (AI) memungkinkan seseorang mempelajari berbagai hal dan mengetahui perkembangan dunia dalam waktu yang sangat singkat.

“Kita hidup di zaman ketika informasi ada di mana-mana, kita bisa belajar melalui internet, menggunakan artificial intelligence, mengetahui apa yang terjadi di berbagai belahan dunia dalam hitungan detik,” ujar Brian.

Namun, menurut Brian, kemudahan memperoleh informasi tersebut justru menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda. Tantangannya bukan lagi sekadar seberapa banyak informasi yang diketahui, melainkan bagaimana seseorang mampu mengolah dan menggunakannya untuk menghasilkan solusi.

“Karena itu tantangan generasi kalian bukan lagi sekadar seberapa banyak yang kita tahu, tetapi seberapa baik kita mampu berpikir, mampu memilah informasi, melihat persoalan, menghubungkan pengetahuan lalu mengubahnya menjadi solusi,” katanya.

Mendiktisaintek kemudian memperkenalkan gagasan mengenai “the thinking generation”, yakni generasi yang tidak berhenti sebagai pengguna teknologi, tetapi mampu menciptakan teknologi dan menghasilkan peluang baru.

“Inilah yang saya sebut sebagai the thinking generation. Generasi yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi ikut menciptakan teknologi. Tidak hanya mencari pekerjaan tetapi juga berani menciptakan pekerjaan dan peluang-peluang baru,” tuturnya.

Kampus Harus Dekat dengan Persoalan Nyata

baca juga

Dalam kesempatan tersebut, Brian juga menyoroti peran perguruan tinggi dalam membentuk generasi muda yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, perguruan tinggi perlu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertemu dengan berbagai persoalan nyata, melakukan riset, menciptakan karya, dan menghadirkan solusi.

“Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi kita terus mendorong semangat dikti saintek berdampak. Kampus tidak boleh hanya mengejar ijazah. Kampus harus menjadi tempat kita bertemu dengan persoalan nyata, melakukan riset, membangun karya, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat,” ujar Brian.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat Gen Z Impact Fest 2026 yang tidak hanya menghadirkan ruang edukasi, tetapi juga mendorong generasi muda untuk mengembangkan gagasan dan mengubahnya menjadi karya yang memberikan dampak.

Gen Z Impact Fest 2026 digelar pada pukul 08.00–17.00 WIB dengan menghadirkan berbagai rangkaian diskusi, talkshow, creator showcase, hiburan, hingga sesi inspiratif. Berbagai topik yang diangkat dekat dengan kehidupan generasi muda, mulai dari finansial, karier, lingkungan, keamanan digital, hingga dunia kreator.

Festival ini menyasar tiga kelompok utama, yakni The Scholars, yang terdiri dari mahasiswa UGM dan perguruan tinggi di Yogyakarta; Young Professionals, yaitu pekerja muda yang ingin mengoptimalkan penghasilan dan mulai membangun aset; serta The Visionaries, yakni entrepreneur muda yang tengah membangun masa depan di tengah perkembangan ekonomi digital.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gen Z Impact Fest 2026 Dorong Generasi Muda Siap Menghadapi Tantangan Masa Depan

Gen Z Impact Fest 2026 Dorong Generasi Muda Siap Menghadapi Tantangan Masa Depan

News | Rabu, 09 September 2026 | 12:10 WIB

Prabowo Terima Presiden Timor Leste di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Hadir

Prabowo Terima Presiden Timor Leste di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Hadir

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:39 WIB

URI Tak Bawahi Seluruh Kampus maupun Utak-atik Anggaran Kemendikti Saintek

URI Tak Bawahi Seluruh Kampus maupun Utak-atik Anggaran Kemendikti Saintek

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:52 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×