-
Kelompok Houthi membantah tuduhan serangan maupun ancaman terhadap Makkah dan kota suci lainnya.
-
Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan darurat ancaman udara untuk Makkah, Jeddah, dan Taif.
-
Houthi menuding sinyal bahaya yang dikeluarkan Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi sebagai rekayasa.
Suara.com - Kelompok militer Ansar Allah dari Yaman membantah keras tuduhan yang menyebut mereka mengincar Makkah dan kawasan suci Islam lainnya di Arab Saudi. Pernyataan ini merespons alarm bahaya udara yang mendadak dibunyikan otoritas Riyadh untuk wilayah barat kerajaan.
Sikap tegas tersebut diambil guna meredam spekulasi global mengenai potensi eskalasi konflik yang menyasar pusat ibadah umat Muslim. Langkah defensif Yaman ini sekaligus membuka tabir friksi komunikasi keamanan di kawasan Semenanjung Arab.
"Kami dengan tegas membantah adanya ancaman apa pun dari Yaman terhadap kota suci Makkah maupun situs suci lainnya," kata sumber militer seperti dikutip kantor berita kelolaan Houthi, Saba.

Pihak Ansar Allah menilai sirene darurat yang dibunyikan pemerintah Kerajaan Arab Saudi tidak memiliki basis ancaman yang nyata dari wilayah mereka.
Sumber tersebut mengecam peringatan tersebut sebagai rekayasa, tipu daya, dan disinformasi yang disebarluaskan Arab Saudi.
Peringatan darurat dari Platform Peringatan Dini Nasional Arab Saudi sebelumnya menyasar area strategis meliputi Jeddah, Taif, hingga kota suci Makkah.
Imbauan tersebut meminta publik segera memproteksi diri di area tertutup dan mensterilkan diri dari potensi bahaya yang mengancam.
Meski demikian, Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi sama sekali tidak merinci bentuk ancaman spesifik yang memicu pengaktifan sistem alarm peringatan dini tersebut.
Warga di wilayah terdampak hanya diminta berdiam diri di dalam ruangan hingga situasi dinyatakan aman oleh otoritas setempat.
- Makkah Diserang Bom Drone Houthi Yaman
Baca Juga
Sinyal bahaya di Makkah ini menjadi kali pertama yang dikeluarkan secara resmi oleh otoritas pertahanan sipil Saudi dalam kurun waktu terakhir.
Hubungan kedua pihak memang terus dibayangi ketegangan militer sejak gejolak perang sipil Yaman meletus beberapa tahun lalu.
Sebelumnya, Kelompok militer Ansar Allah dari Yaman membantah keras tuduhan yang menyebut mereka mengincar Makkah dan kawasan suci Islam lainnya di Arab Saudi. Pernyataan ini merespons alarm bahaya udara yang mendadak dibunyikan otoritas Riyadh untuk wilayah barat kerajaan.
Sikap tegas tersebut diambil guna meredam spekulasi global mengenai potensi eskalasi konflik yang menyasar pusat ibadah umat Muslim. Langkah defensif Yaman ini sekaligus membuka tabir friksi komunikasi keamanan di kawasan Semenanjung Arab.
"Kami dengan tegas membantah adanya ancaman apa pun dari Yaman terhadap kota suci Makkah maupun situs suci lainnya," kata sumber militer seperti dikutip kantor berita kelolaan Houthi, Saba.
Pihak Ansar Allah menilai sirene darurat yang dibunyikan pemerintah Kerajaan Arab Saudi tidak memiliki basis ancaman yang nyata dari wilayah mereka.