- Koalisi militer Arab Saudi mencegat dan menghancurkan drone kelompok Houthi di selatan Makkah pada 16 September 2026.
- Pejabat koalisi menyatakan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan pada wilayah udara terlarang Makkah.
- Kelompok Houthi membantah tuduhan Arab Saudi dan menyatakan bahwa mereka tidak pernah menargetkan tempat suci umat Islam.
Kelompok Houthi langsung membantah tuduhan tersebut.
Anggota biro politik Houthi, Hazam al-Asad seperti dikutip dari Arab48.com, menyebut klaim mengenai serangan terhadap Makkah sebagai kebohongan.
Ia menegaskan bahwa kelompoknya tidak menargetkan tempat-tempat suci umat Islam.
Bantahan tersebut disampaikan ketika ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Insiden drone tersebut terjadi bersamaan dengan serangkaian peringatan udara di sejumlah wilayah Arab Saudi.
Peringatan dilaporkan muncul di Jeddah, Taif dan Makkah sebelum kemudian dicabut.
Peringatan serupa juga dikeluarkan untuk Khamis Mushait, Abha dan wilayah Jazan.
Situasi tersebut terjadi di tengah meningkatnya serangan antara Arab Saudi dan Houthi.
Dalam beberapa hari terakhir, Houthi disebut melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi, termasuk pangkalan militer di Khamis Mushait.
- Houthi Yaman Bantah Serang Makkah
Baca Juga
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sebelumnya menyatakan bahwa serangkaian serangan di Abha, Khamis Mushait, Jazan dan Najran menyebabkan 73 warga sipil terluka.