Kasus Keracunan Massal Meluas, Daerah Ramai-ramai Mulai Berani Tolak MBG

Mohammad Fadil Djailani, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 19 September 2026 | 10:00 WIB
Kasus Keracunan Massal Meluas, Daerah Ramai-ramai Mulai Berani Tolak MBG
Ilustrasi pelajar di Kabupaten Pati keracunan MBG. [Dok Suara.com/AI]
baca 10 detik
  • 51 sekolah dan ponpes di Lampung terkonfirmasi menolak MBG.
  • Pelajar Papua minta anggaran MBG dialihkan untuk pendidikan gratis.
  • Penolakan dinilai menunjukkan masalah MBG lebih dari sekadar teknis.

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menghadapi persoalan yang lebih besar dari sekadar masalah teknis distribusi. Penolakan terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto kini muncul dari sejumlah satuan pendidikan hingga kelompok pelajar di berbagai daerah.

Di Lampung, sebanyak 51 sekolah dan pondok pesantren telah terkonfirmasi menolak menerima program MBG. Jumlah tersebut merupakan bagian dari 108 satuan pendidikan yang masuk dalam pendataan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala Satgas MBG Lampung Saipul mengatakan, sebagian sekolah yang menolak merupakan sekolah swasta dan pondok pesantren yang sejak awal telah memiliki penyediaan makanan sendiri bagi siswa maupun santri. Pendataan BGN terhadap sekolah yang menolak masih berlangsung.

Namun, penolakan tidak hanya muncul dari sekolah yang sudah memiliki sistem konsumsi sendiri.

Di Tanah Papua, Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) menggelar aksi di sejumlah wilayah pada 15 September 2026. Mereka tidak hanya meminta penghentian MBG, tetapi juga mendesak agar anggaran program dialihkan untuk pendidikan gratis, sekolah, guru, dan beasiswa.

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa persoalan MBG mulai bergeser dari isu teknis menjadi pertanyaan mengenai kebutuhan dan prioritas kebijakan.

Kepala Pusat Studi Agama dan Demokrasi Universitas Islam Indonesia (PSAD UII), Masduki, menilai pemerintah perlu melihat alasan substantif di balik penolakan tersebut, bukan sekadar menyelesaikan persoalan administrasi atau distribusi.

"Jadi penolakan ini pertama-tama harus dilihat berarti ada persoalan besar berkaitan dengan program yang bukan hanya soal tidak tepat sasaran, tapi tidak diperlukan bahkan menimbulkan banyak kerugian," kata Masduki, Sabtu (19/9/2026).

Menurut dia, BGN seharusnya tidak hanya melihat penolakan sekolah sebagai persoalan teknis-prosedural. Pemerintah perlu mengevaluasi alasan mengapa satuan pendidikan tidak bersedia menjalankan program tersebut.

baca juga

"Jangan BGN ini merespon hal-hal yang sifatnya teknis prosedural atau hanya melihat berbagai persoalan ini semata-mata timbul secara parsial," ujarnya.

Masduki menilai respons pemerintah yang terlalu berfokus pada aspek administratif berisiko membuat persoalan utama MBG justru terlewatkan.

"Jadi kalau dalam studi kebijakan, ini disebut bahwa pemerintah dalam hal ini BGN cenderung merespon pada dimensi administratif tapi mengabaikan persoalan substansinya," tuturnya.

Ia juga menyoroti banyaknya aktor yang terlibat dalam pelaksanaan MBG. Menurut Masduki, kondisi tersebut dapat membuat pemerintah menghadapi tekanan ketika hendak mengevaluasi atau mengubah kebijakan.

"Jadi pelan-pelan kita lihat memang program MBG ini kan menyandera pemerintah Prabowo karena ada oligarki yang terlibat, ada TNI, ada ormas, ada polisi yang mereka kalau ini dihentikan pasti mengalami kerugian. Jadi pemerintah membangun jebakan untuk dirinya sendiri," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Prabowo, Kata Goblok Pernah Diucapkan Presiden Indonesia yang Dilengserkan dengan Tragis

Tak Hanya Prabowo, Kata Goblok Pernah Diucapkan Presiden Indonesia yang Dilengserkan dengan Tragis

News | Sabtu, 19 September 2026 | 09:51 WIB

Prabowo: Sistem Ekonomi Kita Tidak Berjalan Sesuai Cita-cita

Prabowo: Sistem Ekonomi Kita Tidak Berjalan Sesuai Cita-cita

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 09:05 WIB

Prabowo: Koalisi Pemerintah Sudah Buktikan Kinerja, Kekayaan RI Tak Lagi Dibiarkan Kabur

Prabowo: Koalisi Pemerintah Sudah Buktikan Kinerja, Kekayaan RI Tak Lagi Dibiarkan Kabur

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 08:25 WIB

Terkini

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 21:43 WIB

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

Pemerintah Kerahkan AI Lacak Pajak di Shopee, Lazada, Hingga Gojek

Pemerintah Kerahkan AI Lacak Pajak di Shopee, Lazada, Hingga Gojek

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

Klaim Tak Tahu soal Mahasiswa Palsu, Raffi Ahmad Disentil Sarah Sechan: Itu Namanya Integritas!

Klaim Tak Tahu soal Mahasiswa Palsu, Raffi Ahmad Disentil Sarah Sechan: Itu Namanya Integritas!

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 21:39 WIB

Pabrik Sepatu PT PWI 1 di Serang Bakal Pindah ke Jateng, Ini Dugaan Penyebabnya

Pabrik Sepatu PT PWI 1 di Serang Bakal Pindah ke Jateng, Ini Dugaan Penyebabnya

Banten | Senin, 02 November 2026 | 21:38 WIB

KPAI Minta Kompolnas dan Propam Usut Kelalaian Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo

KPAI Minta Kompolnas dan Propam Usut Kelalaian Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo

News | Senin, 02 November 2026 | 21:35 WIB

Agar Hasil Tangkapan Nelayan Tak Cepat Rusak, Energi Bersih Mulai Dilirik untuk Desa Pesisir

Agar Hasil Tangkapan Nelayan Tak Cepat Rusak, Energi Bersih Mulai Dilirik untuk Desa Pesisir

News | Senin, 02 November 2026 | 21:32 WIB

Polisi Kedapatan Pakai Vape di Bogor Bisa Dilaporkan, Ini Cara Aduannya

Polisi Kedapatan Pakai Vape di Bogor Bisa Dilaporkan, Ini Cara Aduannya

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 21:31 WIB

Malaysia Masih Belum Terima Timnas Indonesia Juara di FIFA ASEAN Cup 2026, FAM Kembali Desak FIFA

Malaysia Masih Belum Terima Timnas Indonesia Juara di FIFA ASEAN Cup 2026, FAM Kembali Desak FIFA

Bola | Senin, 02 November 2026 | 21:31 WIB

×