3 Tentara Luka Parah Kena Ledakan Ranjau di Zona Demiliterisasi Korea

Pebriansyah Ariefana

Senin, 21 September 2026 | 13:07 WIB
3 Tentara Luka Parah Kena Ledakan Ranjau di Zona Demiliterisasi Korea
Ilustrasi ledakan. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Ledakan diduga ranjau di DMZ Korea menyebabkan tiga prajurit militer mengalami luka-luka.

  • Sumber ranjau pemicu ledakan masih diselidiki, apakah milik Korea Utara atau Korea Selatan.

  • Wilayah DMZ menampung sekitar 800.000 ranjau aktif tersisa dari perang hingga penanaman baru.

Suara.com - Insiden ledakan diduga ranjau darat di dalam kawasan Zona Demiliterisasi (DMZ) mengakibatkan 3 orang terluka, termasuk prajurit Angkatan Darat Korea Selatan.

Ketiga korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Bersenjata untuk mendapatkan perawatan medis intensif pasca-kejadian.

Peristiwa ini menjadi penegas bahaya laten di kawasan perbatasan yang dipenuhi ratusan ribu material peledak aktif hasil akumulasi konflik bertahun-tahun.

Seorang pejabat militer mengonfirmasi peristiwa fatal yang menimpa anggotanya saat bertugas di lapangan.

"Seorang prajurit mengalami luka parah saat operasi di DMZ yang melibatkan Divisi Infanteri ke-25," ujar pejabat militer tersebut, dikutip dari Anadolu.

Penyelidikan mendalam masih berjalan untuk memastikannya asal-usul ranjau yang memicu ledakan tersebut.

Pihak berwenang belum bisa memverifikasi apakah ranjau tersebut ditanam oleh pasukan Korea Utara atau milik militer Korea Selatan sendiri.

Estimasi data militer mencatat sekitar 800.000 ranjau terkubur di sekitar wilayah perbatasan kedua negara tersebut.

Sebagian besar peledak tersisa dari masa Perang Korea, meski aktivitas penanaman ranjau baru terus berlanjut dalam beberapa tahun terakhir.

baca juga

Langkah pengamanan ketat terus diterapkan guna mencegah munculnya insiden serupa pada masa mendatang.

Eskalasi penanaman ranjau baru di garis batas wilayah diketahui mengalami peningkatan drastis sepanjang kurun waktu 2024.

Aktivitas militer intensif berlangsung setelah Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menetapkan Korea Selatan sebagai musuh utama negaranya.

Tentara Pyongyang menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menanam ranjau serta membangun barikade anti-tank di sepanjang garis perbatasan.

Upaya tersebut dilakukan secara masif dalam rangka menyegel perbatasan kedua negara secara permanen.

Kondisi ini semakin mempertinggi risiko keselamatan bagi personel militer yang berpatroli di area netral tersebut.

Wilayah DMZ sendiri terbentuk sebagai zona penyangga sejak semenanjung itu terpisah pasca-Perang Korea tahun 1950 hingga 1953.

Konflik masa lalu yang diakhiri dengan gencatan senjata tersebut menjadikan DMZ sebagai salah satu tempat paling padat ranjau di dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Sabotase? Lagu Korut Diputar Saat Tim Hoki Korsel Tanding, Panitia Asian Games 2026 Minta Maaf

Ada Sabotase? Lagu Korut Diputar Saat Tim Hoki Korsel Tanding, Panitia Asian Games 2026 Minta Maaf

Sport | Sabtu, 19 September 2026 | 19:25 WIB

Review Hope: Ketika Ketidaktahuan Manusia Jadi Kekacauan yang Mematikan

Review Hope: Ketika Ketidaktahuan Manusia Jadi Kekacauan yang Mematikan

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 13:50 WIB

TetherMax Tunjuk Aktor Korea Yun Si Yun Jadi Brand Ambassador Seiring Perluas Kehadiran di Asia

TetherMax Tunjuk Aktor Korea Yun Si Yun Jadi Brand Ambassador Seiring Perluas Kehadiran di Asia

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 20:33 WIB

Terkini

Bareskrim Polri Tetapkan Tersangka Baru Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Bareskrim Polri Tetapkan Tersangka Baru Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 06:00 WIB

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

×