Dari LRT ke Pilpres 2029, Seberapa Jauh Kemesraan Prabowo-Pramono Bisa Berlanjut?

Muhamad Yasir, Adiyoga Priyambodo

Senin, 21 September 2026 | 17:20 WIB
Dari LRT ke Pilpres 2029, Seberapa Jauh Kemesraan Prabowo-Pramono Bisa Berlanjut?
Ilustrasi Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Jakarta Pramono Anung. [Suara.com/Syahda]
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan gerbong LRT Kelapa Gading-Manggarai pada 16 September 2026.
  • Pertemuan akrab kedua tokoh tersebut memicu spekulasi politik mengenai potensi kerja sama Partai Gerindra dan PDIP pada Pilpres 2029.
  • Gerindra membuka komunikasi politik secara luas, sementara PDIP menilai pembicaraan mengenai Pilpres 2029 masih terlalu dini.

Suara.com - Gerbong LRT Kelapa Gading-Manggarai pada Rabu (16/9/2026) tak hanya menjadi panggung peresmian transportasi baru Jakarta.

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di dalam gerbong justru ikut memantik pembicaraan tentang peta politik menuju Pilpres 2029.

Keduanya tampil akrab. Ada canda, pujian, hingga simbol tarif Rp8 yang dikaitkan dengan angka keberuntungan Prabowo.

Apakah kemesraan tersebut sekadar hubungan kerja Presiden dan Gubernur, atau mulai membuka ruang bagi kemungkinan kerja sama politik Gerindra dan PDIP pada 2029?

Dari Gerbong LRT ke Panggung Politik

Keakraban Prabowo dan Pramono terlihat ketika keduanya menjajal LRT dari Stasiun Kelapa Gading menuju Manggarai selama 28 menit sebelum peresmian.

Dalam perjalanan, Prabowo sempat berseloroh mengenai kemiripan namanya dengan Pramono.

Pramono juga membuat suasana semakin cair lewat kebijakan tarif khusus. Selama delapan hari pertama setelah peresmian, tarif LRT dipatok Rp8.

Pramono menjelaskan angka tersebut sebagai bagian dari semangat kemerdekaan.

baca juga

“Kenapa Rp8? Ini perpanjangan semangat 17 Agustus kemarin,” ungkapnya.

Namun, sorotan terbesar datang saat Prabowo memberikan pujian kepada Pramono dalam pidatonya.

“Saya harus akui kalau ada gubernur yang hebat, ya saya akui dia hebat,” ujar Prabowo.

Prabowo bahkan menekankan bahwa Pramono bukan berasal dari partainya.

“Walaupun bukan dari partai saya.”

Momen tersebut kemudian dibaca sebagai bentuk komunikasi politik oleh sebagian pengamat.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai sikap Prabowo yang terbuka kepada tokoh dari luar partainya merupakan bagian dari karakter politiknya.

“Secara psikologi politik, Prabowo tak berjarak dengan siapapun,” kata Adi kepada Suara.com.

Tetapi apakah komunikasi yang cair itu otomatis berarti penjajakan pasangan untuk 2029?

Gerindra Buka Pintu, PDIP Masih Menahan Diri

Gerindra sendiri meminta publik tidak buru-buru menghubungkan pertemuan tersebut dengan Pilpres 2029.

Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso mengatakan pertemuan Prabowo dan Pramono merupakan agenda kerja antara Presiden dan Gubernur DKI. Menurutnya, keduanya memang telah memiliki hubungan personal yang dekat.

Meski begitu, ketika berbicara mengenai 2029, Gerindra menyatakan pintu komunikasi tetap terbuka.

“Gerindra membuka pintu selebar-lebarnya kepada kekuatan politik mana pun dalam konteks 2029, bahkan even dengan PDIP sekalipun,” ungkap Sugiat.

Sikap PDIP juga belum mengarah pada pembicaraan pasangan.

Ketua DPP PDIP Bidang Pemilu Eksekutif Deddy Yevri Sitorus menyambut baik hubungan Prabowo dan Pramono sebagai contoh komunikasi pusat dan daerah.

Namun, ia menilai pembicaraan Pilpres 2029 masih terlalu dini.

Soal pemilu saya kira terlalu pagi untuk dibicarakan sekarang, pemerintahan baru berjalan 2 tahun.

Hingga kekinian memang belum ada kesepakatan terbuka mengenai duet Prabowo-Pramono.

Yang terlihat baru hubungan kerja yang cair, ditambah pernyataan Gerindra bahwa komunikasi dengan berbagai kekuatan politik tetap terbuka.

Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Jakarta Pramono Anung berbincang dalam gerbong LRT sebelum meresmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai pada Rabu (16/9/2026). [Suara.com/Syahda]
Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Jakarta Pramono Anung berbincang dalam gerbong LRT sebelum meresmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai pada Rabu (16/9/2026). [Suara.com/Syahda]

Modal Politik Pramono

Meski belum ada pembicaraan resmi soal pasangan, Pramono bukan figur baru dalam percaturan politik nasional.

Karier politiknya dimulai dari DPR RI pada 1999. Setahun kemudian ia dipercaya menjadi Wakil Sekretaris Jenderal PDIP.

Lima tahun berselang, Pramono menduduki posisi Sekretaris Jenderal DPP PDIP periode 2005-2010. Ia kemudian menjadi Wakil Ketua DPR RI periode 2009-2014.

Pramono juga memiliki pengalaman panjang di pemerintahan. Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunjuknya sebagai Sekretaris Kabinet sejak 2015 hingga 2024.

Pada Pilkada 2024, Pramono maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung PDIP bersama Rano Karno dan kemudian terpilih.

Pengalaman di partai, parlemen, dan pemerintahan tersebut menjadi modal politik yang membuat nama Pramono tetap diperhitungkan dalam percakapan politik nasional.

Apa yang Bisa Mengganjal?

Sejumlah pengamat melihat kerja sama Gerindra-PDIP sebagai salah satu kemungkinan dalam peta politik 2029. Tetapi kemungkinan tersebut tetap bergantung pada kepentingan masing-masing partai dan keputusan elite.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai kombinasi Gerindra-PDIP melalui Prabowo-Pramono dapat menjadi salah satu opsi dalam kontestasi mendatang.

Sementara Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Iwan Setiawan melihat Pramono memiliki karakter politik yang relatif fleksibel.

“Ini kombinasi yang bisa memecah konsentrasi lawan,” ujar Iwan dalam sebuah diskusi publik.

Namun, ada pula pandangan yang berbeda.

Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio menilai pilihan Pramono sebagai pasangan justru memiliki konsekuensi bagi Gerindra. Menurutnya, jika Pramono menjadi bagian dari pemerintahan hingga 2034, posisi PDIP berpotensi ikut menguat.

“Kalau dia sama Pram 2029 terus menang, jalan nih sampai 2034, itu sama aja dia ngegedein PDI Perjuangan,” ujar Hendri kepada Suara.com.

Persoalan lain berada di internal PDIP.

PDIP memiliki sejumlah kader yang berpotensi masuk dalam kalkulasi politik nasional, termasuk Ketua DPR RI Puan Maharani.

Sebagai kader senior dan putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Puan memiliki posisi penting dalam struktur partai.

“PDIP juga kan tidak pernah kekurangan kader. Masih ada mbak Puan, dan yang paling kuat mas Pram,” ujar Hendri.

Karena itu, jika suatu saat kerja sama Gerindra-PDIP benar-benar dibicarakan, persoalannya menurut Hendri bukan hanya apakah Prabowo dan Pramono memiliki chemistry. Melainkan siapa yang akan diusung, siapa yang menjadi pasangan, dan apa kepentingan masing-masing partai?

Infografis: Prabowo-Pramono dari LRT ke Pilpres 2029? [Suara.com/Syahda]
Infografis: Prabowo-Pramono dari LRT ke Pilpres 2029? [Suara.com/Syahda]

Tanpa Presidential Threshold, Apakah Jalan Koalisi Lebih Mudah?

Peta pencalonan Pilpres 2029 juga berbeda setelah Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Nomor 62/PUU-XXII/2024 menyatakan Pasal 222 UU Pemilu yang mengatur presidential threshold bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Putusan tersebut menghapus ketentuan ambang batas pencalonan presiden yang selama ini mensyaratkan dukungan kursi atau suara tertentu.

Namun, penghapusan presidential threshold bukan berarti otomatis membuat koalisi politik tidak diperlukan. Partai tetap harus memperhitungkan kepentingan politik, basis dukungan, kekuatan mesin partai, serta aturan pencalonan yang berlaku menjelang Pemilu 2029.

Justru dalam situasi tersebut, negosiasi antarpartai dapat menjadi semakin penting untuk menentukan konfigurasi pasangan dan dukungan politik.

Artinya, terbukanya pintu Gerindra kepada PDIP belum sama dengan terbentuknya koalisi.

Begitu pula kemesraan Prabowo dan Pramono belum dapat diperlakukan sebagai kesepakatan pasangan.

Dari gerbong LRT, hubungan keduanya memang terlihat semakin cair. Tetapi untuk sampai ke panggung Pilpres 2029 menurut Hendri, masih ada perjalanan politik yang jauh lebih panjang: keputusan internal Gerindra, sikap PDIP, konfigurasi kandidat, kepentingan elite, serta aturan pemilu yang berlaku.

Untuk sementara, Prabowo dan Pramono baru berada di satu gerbong. Apakah keduanya akan berada di satu tiket pada 2029, masih menjadi bagian dari perjalanan politik yang belum selesai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hangat di Rel LRT Jakarta, Dingin di Peta Politik 2029: Mengapa Duet Prabowo-Pramono Sulit Terwujud?

Hangat di Rel LRT Jakarta, Dingin di Peta Politik 2029: Mengapa Duet Prabowo-Pramono Sulit Terwujud?

News | Kamis, 17 September 2026 | 21:11 WIB

Peresmian LRT Pertemukan Prabowo dan Pramono, PDIP: Soal Pilpres Masih Terlalu Pagi

Peresmian LRT Pertemukan Prabowo dan Pramono, PDIP: Soal Pilpres Masih Terlalu Pagi

News | Kamis, 17 September 2026 | 20:11 WIB

Mesra di LRT Kelapa Gading-Manggarai, Akankah Prabowo-Pramono Berduet di 2029?

Mesra di LRT Kelapa Gading-Manggarai, Akankah Prabowo-Pramono Berduet di 2029?

News | Kamis, 17 September 2026 | 18:49 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Melacak iPhone yang Hilang? Jangan Panik, Ikuti Langkah Ini

Bagaimana Cara Melacak iPhone yang Hilang? Jangan Panik, Ikuti Langkah Ini

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 17:13 WIB

Gelar Doa Bersama, Dewan Pers Sebut 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Sebagai Pahlawan Pers

Gelar Doa Bersama, Dewan Pers Sebut 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Sebagai Pahlawan Pers

News | Senin, 21 September 2026 | 17:11 WIB

IHSG Terperosok Jatuh ke Level 6.300, BBCA Anjlok

IHSG Terperosok Jatuh ke Level 6.300, BBCA Anjlok

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 17:02 WIB

Beredar Kabar OTT di Bolaang Mongondow Utara, KPK: Kami Cek Dulu

Beredar Kabar OTT di Bolaang Mongondow Utara, KPK: Kami Cek Dulu

News | Senin, 21 September 2026 | 17:01 WIB

Lydia Loves Bugs: Ketika Serangga Menjadi Sahabat Favorit Anak

Lydia Loves Bugs: Ketika Serangga Menjadi Sahabat Favorit Anak

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 17:00 WIB

Program MBG Dibenahi, Suahasil Soroti Kinerja BGN

Program MBG Dibenahi, Suahasil Soroti Kinerja BGN

Video | Senin, 21 September 2026 | 17:00 WIB

Gandeng Apple, Video Musik 'New Trick' Ros Resmi Dirilis Sebelum Album Kedua

Gandeng Apple, Video Musik 'New Trick' Ros Resmi Dirilis Sebelum Album Kedua

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 16:58 WIB

Menkeu Suahasil Pejabat Bea Cukai Makin Tajam, Tak Cuma Sibuk Tindak Pelanggaran

Menkeu Suahasil Pejabat Bea Cukai Makin Tajam, Tak Cuma Sibuk Tindak Pelanggaran

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 16:56 WIB

Belum Cetak Laba, Pikap Kopdes Blitar Hancur Ditabrak Fortuner: Kades Bingung Ganti Rugi Rp85 Juta

Belum Cetak Laba, Pikap Kopdes Blitar Hancur Ditabrak Fortuner: Kades Bingung Ganti Rugi Rp85 Juta

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 16:51 WIB

Antrean SPBU Bikin Eneg? Intip Lini Motor Listrik Indomobil e-Motor dan Daftar Harganya

Antrean SPBU Bikin Eneg? Intip Lini Motor Listrik Indomobil e-Motor dan Daftar Harganya

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 16:49 WIB

×