Soroti Rantai Kekerasan Aparatur, Komnas HAM Tuntut Pertanggungjawaban Secara Hukum dan Politik

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 22 September 2026 | 11:19 WIB
Soroti Rantai Kekerasan Aparatur, Komnas HAM Tuntut Pertanggungjawaban Secara Hukum dan Politik
Anggota Komnas HAM Amiruddin dalam Diskusi Publik Penyintas “Melawan Kekerasan Negara dalam Keseharian” yang diselenggarakan ILUNI Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Depok, Senin (21/9/2026). (Komnas HAM)
baca 10 detik
  • Komnas HAM mendesak pertanggungjawaban hukum dan politik bagi pelaku kekerasan aparatur negara.
  • Amiruddin menyampaikan desakan tersebut dalam diskusi publik ILUNI FIB UI untuk memutus rantai kekerasan berulang.
  • Komnas HAM mengajak mahasiswa dan generasi muda aktif menyuarakan perlindungan HAM serta menuntut penghentian kekerasan negara.

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak adanya penguatan pertanggungjawaban secara hukum dan politik terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan kekerasan, terutama yang melibatkan aparatur negara.

Langkah tegas ini dinilai krusial guna memutus rantai kekerasan agar tidak terus berulang.

Anggota Komnas HAM, Amiruddin, menyoroti rekam jejak dinamika politik di Indonesia yang masih belum lepas dari bayang-bayang aksi kekerasan. Menurutnya, publik harus terus bersuara untuk menekan angka kekerasan tersebut.

"Politik Indonesia memang penuh dengan kekerasan. Oleh karena itu, penting bagi kita bersama untuk tetap menyuarakan agar kita bisa terhindar atau mengurangi kekerasan ini," ujar Amiruddin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Hal tersebut disampaikan Amiruddin saat memberikan pidato pembukaan dalam Diskusi Publik Penyintas bertajuk "Melawan Kekerasan Negara dalam Keseharian" yang digelar oleh ILUNI Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Senin (21/9).

Ia menegaskan, upaya pencegahan kekerasan tidak akan efektif jika tidak diimbangi dengan mekanisme penegakan hukum yang transparan dan akuntabel terhadap para terduga pelaku.

"Di sisi yang lain, sangat penting untuk kita menyuarakan menentang kekerasan terutama meminta pertanggungjawaban baik secara hukum maupun politik orang-orang yang diduga sebagai penanggungjawab dari kekerasan ini," tegasnya.

Realita Kekerasan yang Terus Berulang

Amiruddin juga menumpahkan keprihatinannya atas maraknya laporan kekerasan yang belakangan kembali marak di berbagai daerah dengan berbagai modus.

baca juga

Kondisi ini menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk memperkuat benteng pencegahan.

"Belakangan kita kembali merasakan, melihat, dan mendengar bagaimana kekerasan berulang di berbagai tempat dalam berbagai macam bentuk. Inilah kenyataan hari ini," kata Amiruddin.

Melihat realita tersebut, ia mendorong agar forum diskursus publik seperti yang digelar akademisi dan alumni kampus terus digalakkan. Ruang-ruang diskusi ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif sekaligus memantik gelombang desakan publik.

"Saya harap dengan adanya kegiatan ini, kita bersama bisa kembali mengingatkan supaya kekerasan ini dipertanggungjawabkan dan juga dicegah untuk ke depan. Mudah-mudahan ini bergulir ke depan sehingga kita bisa membuat ini sebagai gelombang untuk menuntut yang namanya penghentian kekerasan dan pertanggungjawabannya," ungkapnya.

Dorong Mahasiswa Ambil Peran

Tak hanya itu, Komnas HAM secara khusus mengajak elemen generasi muda dan mahasiswa untuk tidak berdiam diri. Peran aktif civitas akademika sangat dibutuhkan dalam menyuarakan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) serta menuntut ketegasan negara.

"Upaya kita bersama di kampus dengan melibatkan teman-teman yang muda adalah supaya kekerasan ini tidak terus berulang tentu penting kiranya bagi kita mengartikulasikan apa yang ingin kita tuntut dari negara terhadap kekerasan-kekerasan yang sering terjadi ini," pungkas Amiruddin. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tuai Kecaman Usai Disebut Ditutup-tutupi, Ini Alasan Ditjenpas Lepas Mas Bechi Lebih Awal

Tuai Kecaman Usai Disebut Ditutup-tutupi, Ini Alasan Ditjenpas Lepas Mas Bechi Lebih Awal

News | Senin, 21 September 2026 | 20:07 WIB

Dihukum 7 Tahun, Terpidana Kasus Kekerasan Seksual Mas Bechi Ternyata Dapat Pembebasan Bersyarat

Dihukum 7 Tahun, Terpidana Kasus Kekerasan Seksual Mas Bechi Ternyata Dapat Pembebasan Bersyarat

News | Senin, 21 September 2026 | 16:47 WIB

Pria Penendang Wanita di Senayan City Bakal Diperiksa Kejiwaan

Pria Penendang Wanita di Senayan City Bakal Diperiksa Kejiwaan

News | Senin, 21 September 2026 | 15:43 WIB

Motif Pria Tendang Wanita di Senayan City Terkuak, Mengaku Terganggu dan Dihalangi Korban

Motif Pria Tendang Wanita di Senayan City Terkuak, Mengaku Terganggu dan Dihalangi Korban

News | Minggu, 20 September 2026 | 16:00 WIB

Sopir Travel Tewas Ditembak KKB, Menyelesaikan Konflik Papua Tak Bisa Hanya Andalkan TNI

Sopir Travel Tewas Ditembak KKB, Menyelesaikan Konflik Papua Tak Bisa Hanya Andalkan TNI

News | Minggu, 20 September 2026 | 14:34 WIB

Terkini

Ekspor Makanan Olahan Meningkat, Indonesia Bidik Peluang Bisnis di Pasar Internasional

Ekspor Makanan Olahan Meningkat, Indonesia Bidik Peluang Bisnis di Pasar Internasional

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 12:17 WIB

Ratusan Tersangka Ditetapkan, Tapi Penegakan Hukum Karhutla Belum Berpihak ke Masyarakat

Ratusan Tersangka Ditetapkan, Tapi Penegakan Hukum Karhutla Belum Berpihak ke Masyarakat

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:17 WIB

Strategi Pemprov DKI Tangkal Copet dan Narkoba di Halte Transjakarta

Strategi Pemprov DKI Tangkal Copet dan Narkoba di Halte Transjakarta

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:17 WIB

Longsor Timbun Badan Jalan di Pangkalan Limapuluh Kota, Akses Sumbar-Riau Ditutup

Longsor Timbun Badan Jalan di Pangkalan Limapuluh Kota, Akses Sumbar-Riau Ditutup

Sumbar | Jum'at, 06 November 2026 | 12:16 WIB

Kembali Menggema di Sidang Ijazah Jokowi, Dari Mana Asal-usul Julukan 'Roy Panci' untuk Roy Suryo?

Kembali Menggema di Sidang Ijazah Jokowi, Dari Mana Asal-usul Julukan 'Roy Panci' untuk Roy Suryo?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:16 WIB

Apakah Foto Ijazah Boleh Pakai Kacamata? Ini Ketentuannya

Apakah Foto Ijazah Boleh Pakai Kacamata? Ini Ketentuannya

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:14 WIB

Presiden Prabowo Kena Sadap, KSPI dan Sejumlah Serikat Buruh Siap Turun ke Monas

Presiden Prabowo Kena Sadap, KSPI dan Sejumlah Serikat Buruh Siap Turun ke Monas

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:09 WIB

CODE GEASS: Star Chaser Aspal Umumkan Jadwal Tayang 2027, Seiyuu, dan Staf

CODE GEASS: Star Chaser Aspal Umumkan Jadwal Tayang 2027, Seiyuu, dan Staf

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 12:02 WIB

2 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Kulit Sensitif Tanpa SLS dan Alkohol

2 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Kulit Sensitif Tanpa SLS dan Alkohol

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 12:01 WIB

Mobil Listrik Hyundai Neira Siap Meluncur di GAW 2026

Mobil Listrik Hyundai Neira Siap Meluncur di GAW 2026

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 12:00 WIB

×