Kemendagri Dorong Penguatan UMKM Kerajinan Nasional melalui Rakernas

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 22 September 2026 | 12:27 WIB
Kemendagri Dorong Penguatan UMKM Kerajinan Nasional melalui Rakernas
Ketum TP PKK sekaligus Ketum TP Posyandu dan Ketua Harian Dekranas Muhammad Tito Karnavian dalam, di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (21/9/2026). (Dok. Kemendagri)

Suara.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong pengembangan dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di bidang kerajinan nasional. Penguatan dilakukan dengan memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lembaga yang terlibat dalam pemberdayaan masyarakat.

Hal ini dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengembangan dan Penguatan UMKM di Bidang Kerajinan Nasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Rakernas menjadi forum koordinasi untuk memperkuat pengembangan UMKM kerajinan agar berjalan lebih terarah dan terintegrasi. Pembahasan melibatkan berbagai sektor, mulai dari pembangunan daerah, pemerintahan desa, perencanaan pembangunan, keuangan daerah hingga lingkungan hidup.

Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Ketua Umum Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), sekaligus Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Muhammad Tito Karnavian mengatakan penguatan peran lembaga di daerah penting untuk mendukung program pemerintah.

Ia menjelaskan, perempuan di daerah memiliki peran strategis dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Peran itu selama ini antara lain terlihat dalam bidang literasi, pendidikan anak usia dini, pemberdayaan keluarga, hingga pengembangan potensi masyarakat.

“Dengan ini kita ingin bagaimana ibu-ibu ini bisa berperan dalam pemberdayaan perempuan melalui lembaga-lembaga perempuan yang memang bisa membantu program pemerintah di daerah masing-masing,” ujar Tito.

Tito menjelaskan Rakernas juga menjadi ruang pembekalan bagi para pengurus lembaga di daerah agar memahami mandat, karakteristik, dan fokus program masing-masing.

“Kami harap nantinya para istri-istri tadi dapat memahami betul bagaimana posisi mereka serta bagaimana karakteristik dan fokus yang dimilikinya untuk masing-masing lembaga,” katanya.

Perkuat Peran Lembaga di Daerah

baca juga

TP PKK, Tim Pembina Posyandu, serta Dekranasda memiliki jaringan hingga tingkat daerah dan masyarakat. Peran lembaga itu dinilai dapat mendukung berbagai program pemerintah, termasuk pemberdayaan keluarga, pengembangan potensi masyarakat, dan penguatan kegiatan ekonomi.

TP PKK memiliki jaringan yang dekat dengan keluarga dan masyarakat. Sementara Tim Pembina Posyandu berperan dalam pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Tito mengatakan Posyandu kini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi telah berkembang dengan mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Posyandu tidak hanya menjadi wadah pelayanan dasar masyarakat satu bidang saja yaitu kesehatan, tetapi sudah bertransformasi melayani 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal) yang tentunya menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan masyarakat secara luas,” ujar Tito.

Di sisi lain, Dekranas dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) memiliki peran dalam mendorong pengembangan kerajinan di daerah. Penguatan peran ini diharapkan ikut membuka ruang bagi UMKM untuk mengembangkan produk dan potensi ekonomi lokal.

Tito juga meminta para pengurus lembaga di daerah aktif berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk dalam perencanaan program dan penganggaran.

Ia menjelaskan, masih ada anggapan bahwa kegiatan Dekranasda, TP PKK, dan Tim Pembina Posyandu dapat membebani OPD. Padahal, kegiatan lembaga itu memiliki dasar hukum dan menjadi bagian dari program pemerintah.

“Kalau ada yang berpendapat bahwa para Ketua Dekranasda, para Ketua Tim Penggerak PKK, para Ketua Tim Pembina Posyandu ini merepotkan OPD, nah itu harus dijelaskan. Tapi OPD pasti tahu bahwa ternyata kegiatan kita itu sifatnya wajib,” katanya.

“Jadi kalau kita menagih kegiatan kepada OPD ataupun dinas, itu memang kewajiban kita, karena kita harus memenuhi amanah yang telah diberikan kepada kita,” lanjut Tito.

Dukungan Pembiayaan

Selain penguatan koordinasi, pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat juga membutuhkan dukungan pembiayaan yang dikelola sesuai ketentuan.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni menjelaskan dukungan pendanaan bagi TP PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Dekranasda memiliki dasar dalam ketentuan pengelolaan keuangan daerah serta penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dukungan anggaran dapat dilakukan melalui OPD terkait maupun dalam bentuk hibah sesuai ketentuan yang berlaku.

Fatoni menekankan penerima hibah perlu segera mempertanggungjawabkan penggunaan dana sesuai aturan. Langkah ini penting untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan anggaran sekaligus mencegah persoalan hukum.

Rakernas juga menghadirkan sejumlah pejabat kementerian dan lembaga, di antaranya Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Sekretaris Kementerian PPN/Bappenas, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, serta Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup.

Keterlibatan lintas sektor menunjukkan pengembangan UMKM kerajinan membutuhkan dukungan dari berbagai aspek, mulai dari pembangunan daerah, pemerintahan desa, perencanaan, pengelolaan keuangan hingga lingkungan hidup.

Dengan penguatan koordinasi, tata kelola, dan dukungan pembiayaan, pengembangan UMKM kerajinan nasional diharapkan dapat berjalan lebih terarah sekaligus terhubung dengan program pemerintah pusat dan daerah. ***

Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan

Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Protokol Kemendagri Perkuat Sinergi Lintas Kelembagaan untuk Tingkatkan Profesionalisme

Protokol Kemendagri Perkuat Sinergi Lintas Kelembagaan untuk Tingkatkan Profesionalisme

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:49 WIB

Kemendagri Perkuat Sinkronisasi BPHTB dan Pertanahan untuk Percepat Layanan Publik

Kemendagri Perkuat Sinkronisasi BPHTB dan Pertanahan untuk Percepat Layanan Publik

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:08 WIB

Lantik Pejabat di Lingkungan Kemendagri, Mendagri Minta ASN Tingkatkan Kinerja

Lantik Pejabat di Lingkungan Kemendagri, Mendagri Minta ASN Tingkatkan Kinerja

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:51 WIB

Kemendagri Dukung Penguatan Pembiayaan Perumahan untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah di Jawa Timur

Kemendagri Dukung Penguatan Pembiayaan Perumahan untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah di Jawa Timur

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:02 WIB

Terkini

Mantan Lawan Prabowo di Pilpres 2024 Buka Suara Skandal Penyadapan Presiden: Hormat Kapolri

Mantan Lawan Prabowo di Pilpres 2024 Buka Suara Skandal Penyadapan Presiden: Hormat Kapolri

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:08 WIB

Hilirisasi SDA Tak Cukup, Pemerintah Bidik Industri hingga Produk Jadi

Hilirisasi SDA Tak Cukup, Pemerintah Bidik Industri hingga Produk Jadi

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:07 WIB

4 Shio yang Diprediksi Mendapat Kabar Baik pada 7 November 2026

4 Shio yang Diprediksi Mendapat Kabar Baik pada 7 November 2026

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 19:05 WIB

Gedung Trans TV Digerebek Massa Demo, Tuntut Boikot Ruben Onsu

Gedung Trans TV Digerebek Massa Demo, Tuntut Boikot Ruben Onsu

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 19:05 WIB

Petaka Penggantian Gas di Solaria Blok M Square, Tiga Orang Luka Bakar

Petaka Penggantian Gas di Solaria Blok M Square, Tiga Orang Luka Bakar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:58 WIB

Wajah Jokowi di Ijazah UGM Dipersoalkan Dokter Tifa Cs, Bisakah Struktur Muka Berubah Seiring Usia?

Wajah Jokowi di Ijazah UGM Dipersoalkan Dokter Tifa Cs, Bisakah Struktur Muka Berubah Seiring Usia?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 18:58 WIB

FPI Ancam Putihkan Jakarta Lagi jika Tuntutan Copot Kapolda Jateng Diabaikan

FPI Ancam Putihkan Jakarta Lagi jika Tuntutan Copot Kapolda Jateng Diabaikan

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:54 WIB

Eks Wamenlu Sentil Pernyataan Jokowi soal Penyadapan Prabowo: Lemah, Tak Sedikitpun Prihatin

Eks Wamenlu Sentil Pernyataan Jokowi soal Penyadapan Prabowo: Lemah, Tak Sedikitpun Prihatin

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:54 WIB

Demonstran di Mabes Polri Minta Kapolda Jateng Segera Dicopot, Polisi Tindaklanjuti

Demonstran di Mabes Polri Minta Kapolda Jateng Segera Dicopot, Polisi Tindaklanjuti

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:46 WIB

KPK Duga Uang Rp 2 Miliar dari Dirut KAI Berasal dari Tersangka Korupsi Pertamina

KPK Duga Uang Rp 2 Miliar dari Dirut KAI Berasal dari Tersangka Korupsi Pertamina

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:45 WIB

×