BMKG Ungkap 2 Fenomena yang Bikin Musim Hujan Datang Terlambat

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 22 September 2026 | 13:15 WIB
BMKG Ungkap 2 Fenomena yang Bikin Musim Hujan Datang Terlambat
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani. (ist)
baca 10 detik
  • Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan El Nino sangat kuat dan IOD positif memicu kekeringan panjang di Indonesia pada Selasa (22/9) di Jakarta.
  • Monitoring BMKG menunjukkan 61,91 persen wilayah daratan Indonesia masih mengalami musim kemarau dengan hari tanpa hujan terpanjang mencapai 131 hari di Bantul.
  • BMKG merekomendasikan pemerintah dan masyarakat melakukan langkah antisipatif untuk menghemat air, menyesuaikan jadwal tanam pangan, serta mewaspadai ancaman kebakaran hutan.

Suara.com - Fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif diprediksi berdampak terhadap kondisi cuaca di Indonesia. Kombinasi kedua fenomena tersebut menyebabkan curah hujan berkurang dan memperpanjang periode kekeringan di sejumlah wilayah.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, pemantauan anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 Samudra Pasifik pada akhir Agustus 2026 tercatat sebesar +2,83.

Sementara itu, nilai indeks ENSO periode Juli-Agustus-September (JAS) mencapai +2,63 yang mengindikasikan kondisi El Niño sangat kuat.

Di Samudra Hindia, indeks IOD pada Agustus tercatat +0,376 dan berpeluang menuju fase positif hingga akhir tahun.

“Kombinasi fenomena El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat,” tegas Faisal pada konferensi pers ‘Prediksi Musim Hujan’ di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta pada Selasa (22/9).

Direktur Perubahan Iklim BMKG A. Fachri Radjab mengatakan salah satu indikasi dampak El Niño dapat terlihat dari kondisi kekeringan yang masih dialami berbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan hasil monitoring perkembangan musim, sebanyak 556 zona musim (ZOM) yang mencakup 61,91 persen luas daratan Indonesia saat ini masih mengalami musim kemarau.

Data analisis BMKG juga menunjukkan banyak titik pengamatan melaporkan hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 60 hari yang tersebar di 25 provinsi.

Bahkan, HTH terpanjang saat ini tercatat di wilayah Bantul yang mencapai 131 hari atau lebih dari empat bulan.

baca juga

“Bahkan El Niño 2026 menyebabkan terjadinya periode kemarau pada beberapa ZOM dengan tipe hujan sepanjang tahun,” jelas Fachri.

Dengan kondisi kering yang masih berlangsung, BMKG meminta kementerian/lembaga, pemerintah daerah, institusi terkait, dan masyarakat melakukan langkah antisipatif untuk mengoptimalkan sumber daya di tengah keterbatasan air.

Untuk sektor pangan, BMKG merekomendasikan penyesuaian jadwal tanam dan penggunaan varietas tanaman dengan siklus tanam lebih pendek. Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) juga perlu diperkuat.

Sementara untuk pengelolaan air, BMKG meminta masyarakat menghemat penggunaan air hujan yang tersedia dan meningkatkan kapasitas tampung air di tingkat rumah tangga.

Pengelolaan waduk juga perlu dilakukan dengan mengatur inflow dan elevasi waduk serta pelepasan air secara proporsional untuk operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

“Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan diimbau mengidentifikasi potensi cekungan air tanah dan lokasi sumur bor, serta mengoptimalkan pengelolaan drainase dan konservasi air secara berkelanjutan,” tutur Faisal.

Di sektor lingkungan dan kesehatan, BMKG meminta adanya mekanisme respons terhadap kondisi kualitas udara yang kurang sehat akibat mundurnya awal musim hujan.

Selain itu, masyarakat dan instansi terkait diminta mengoptimalkan sirkulasi udara ruangan, melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan larvasidasi, serta menyiapkan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi potensi peningkatan kasus demam berdarah dan penyakit akibat genangan setelah hujan maupun banjir.

BMKG juga mengingatkan seluruh pihak untuk tetap waspada terhadap kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada September-Oktober.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Musim Hujan Tahun Ini Diprediksi Mundur, BMKG: Durasi Bisa Lebih Panjang

Musim Hujan Tahun Ini Diprediksi Mundur, BMKG: Durasi Bisa Lebih Panjang

News | Selasa, 22 September 2026 | 10:55 WIB

Kekeringan Parah Melanda Sri Lanka, Angkatan Udara Terbangkan Biksu untuk Berdoa Minta Hujan

Kekeringan Parah Melanda Sri Lanka, Angkatan Udara Terbangkan Biksu untuk Berdoa Minta Hujan

News | Senin, 21 September 2026 | 12:35 WIB

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Wilayan Indonesia Berawan dan Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Wilayan Indonesia Berawan dan Hujan Ringan

News | Senin, 21 September 2026 | 07:22 WIB

Terkini

Menkeu Suahasil Merapat ke Istana, Sinyal Pematangan Rencana Sekolah dan Kuliah Negeri Gratis?

Menkeu Suahasil Merapat ke Istana, Sinyal Pematangan Rencana Sekolah dan Kuliah Negeri Gratis?

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:15 WIB

BMKG Ungkap 2 Fenomena yang Bikin Musim Hujan Datang Terlambat

BMKG Ungkap 2 Fenomena yang Bikin Musim Hujan Datang Terlambat

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:15 WIB

Menjual Etika Ekraf: Mengapa Kita Salah Kaprah Memaknai Moral?

Menjual Etika Ekraf: Mengapa Kita Salah Kaprah Memaknai Moral?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 13:15 WIB

Amanda Lear Tuding Miley Cyrus Jiplak Lagu The Sphinx Dalam Album Terbaru

Amanda Lear Tuding Miley Cyrus Jiplak Lagu The Sphinx Dalam Album Terbaru

Entertainment | Selasa, 22 September 2026 | 13:13 WIB

Menlu Sugiono Tegaskan Komitmen Indonesia Dorong Gencatan Senjata di Gaza

Menlu Sugiono Tegaskan Komitmen Indonesia Dorong Gencatan Senjata di Gaza

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:10 WIB

Cara Memilih Shade Cushion yang Cocok dengan Warna Kulit biar Gak Belang dan Abu-Abu

Cara Memilih Shade Cushion yang Cocok dengan Warna Kulit biar Gak Belang dan Abu-Abu

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:10 WIB

Apakah Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya Masih Sah Dipakai? Ini Penjelasan B

Apakah Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya Masih Sah Dipakai? Ini Penjelasan B

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 13:05 WIB

5 Pilihan Sunscreen Korea Antioksidan untuk Kulit Glowing dan Terlindungi

5 Pilihan Sunscreen Korea Antioksidan untuk Kulit Glowing dan Terlindungi

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 13:00 WIB

Lim Yoona Perankan Ahli Forensik di Remake Korea Unnatural, Tayang 2027

Lim Yoona Perankan Ahli Forensik di Remake Korea Unnatural, Tayang 2027

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 12:58 WIB

UU Reforma Agraria Disahkan, 13 Aturan soal Konflik hingga Batas Kepemilikan Tanah Disiapkan

UU Reforma Agraria Disahkan, 13 Aturan soal Konflik hingga Batas Kepemilikan Tanah Disiapkan

News | Selasa, 22 September 2026 | 12:54 WIB

×