Kekeringan Parah Melanda Sri Lanka, Angkatan Udara Terbangkan Biksu untuk Berdoa Minta Hujan

Galih Prasetyo

Senin, 21 September 2026 | 12:35 WIB
Kekeringan Parah Melanda Sri Lanka, Angkatan Udara Terbangkan Biksu untuk Berdoa Minta Hujan
Ilustrasi biksu (Pixabay/pexels)
baca 10 detik
  • Angkatan Udara Sri Lanka menerbangkan tiga biksu Buddha untuk memanjatkan doa dan memercikkan air suci guna memohon hujan pada Sabtu (19/9/2026).
  • Langkah simbolis tersebut dilakukan di tengah ancaman cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino yang diperkirakan melanda wilayah pertanian tersebut hingga akhir tahun.
  • Dampak kekeringan memaksa penutupan sebagian kawasan Taman Nasional Yala serta menurunkan kapasitas waduk air yang memasok kebutuhan listrik nasional.

Suara.com - Sri Lanka menempuh cara religius untuk menghadapi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.

Angkatan Udara Sri Lanka menerbangkan tiga biksu Buddha ke kawasan terdampak untuk memanjatkan doa dan memercikkan air suci demi memohon turunnya hujan.

Ketiga biksu berjubah warna safron itu mengikuti penerbangan pada Sabtu (19/9/2026) malam.

Mereka melantunkan doa untuk memohon agar kekeringan segera berakhir, sementara personel Angkatan Udara memercikkan air suci dari botol plastik berkapasitas lima liter.

Seorang pejabat Angkatan Udara Sri Lanka mengatakan para biksu diterbangkan menggunakan pesawat jenis Y-12.

Ilustrasi El Nino yang semakin panas (dok.Pexels/Quang Nguyen Vinh)
Ilustrasi El Nino yang semakin panas (dok.Pexels/Quang Nguyen Vinh)

Penerbangan tersebut disebut sebagai tindakan simbolis untuk menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak cuaca kering.

“Ketika bangsa ini menghadapi kesulitan akibat cuaca kering, pesawat mengudara sebagai tindakan simbolis yang penuh kepedulian,” tulis Angkatan Udara Sri Lanka dalam unggahan di media sosial seperti dinukil dari New Age.

Langkah tersebut dilakukan ketika badan meteorologi Sri Lanka memperingatkan kemungkinan terjadinya kondisi cuaca ekstrem hingga akhir tahun.

Negara yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian itu diperkirakan menghadapi kekeringan parah sekaligus hujan lebat akibat fenomena El Nino.

baca juga

Para ahli cuaca memperkirakan kondisi kering saat ini akan beralih menjadi hujan deras mulai akhir September hingga Desember.

Namun, periode tersebut diperkirakan kembali diikuti kekeringan berkepanjangan pada awal tahun depan.

Kondisi ini mulai berdampak pada aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata.

Di Yala, taman nasional terbesar Sri Lanka yang berada di wilayah tenggara, dua dari enam blok kawasan telah ditutup untuk pengunjung akibat kekeringan.

Sementara itu, waduk-waduk air di Sri Lanka, termasuk yang memasok kebutuhan pembangkit listrik tenaga air, saat ini berada di kisaran 50 persen kapasitas.

Angka tersebut masih dinilai lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, tetapi kekhawatiran muncul jika kekeringan kembali memburuk tahun depan.

Bukan kali ini saja unsur keagamaan dilibatkan dalam menghadapi persoalan kekurangan air di Sri Lanka.

Perusahaan listrik negara tersebut sebelumnya juga pernah menggelar ritual keagamaan ketika permukaan waduk pembangkit listrik tenaga air turun terlalu rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Debit Air Menyusut, Waduk Saradan Disulap Jadi Lahan Padi

Debit Air Menyusut, Waduk Saradan Disulap Jadi Lahan Padi

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 10:00 WIB

Musim Kemarau Bikin Sungai Cisadane Surut

Musim Kemarau Bikin Sungai Cisadane Surut

Foto | Sabtu, 19 September 2026 | 07:30 WIB

Kemarau Panjang, Warga Lenteng Agung Antre Air Bersih

Kemarau Panjang, Warga Lenteng Agung Antre Air Bersih

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 17:51 WIB

Kemarau Panjang Mengintai, Industri Semen Pangkas Pengambilan Air 45 Persen

Kemarau Panjang Mengintai, Industri Semen Pangkas Pengambilan Air 45 Persen

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 10:58 WIB

Karhutla Indonesia Tembus 202 Ribu Hektare, Ilmuwan Sebut El Nino Bukan Satu-satunya Pemicu

Karhutla Indonesia Tembus 202 Ribu Hektare, Ilmuwan Sebut El Nino Bukan Satu-satunya Pemicu

News | Jum'at, 18 September 2026 | 10:55 WIB

Terkini

Kekeringan Parah Melanda Sri Lanka, Angkatan Udara Terbangkan Biksu untuk Berdoa Minta Hujan

Kekeringan Parah Melanda Sri Lanka, Angkatan Udara Terbangkan Biksu untuk Berdoa Minta Hujan

News | Senin, 21 September 2026 | 12:35 WIB

Review Film The Last Sunrise: Nikmatnya Jatuh Cinta di Detik-Detik Terakhir

Review Film The Last Sunrise: Nikmatnya Jatuh Cinta di Detik-Detik Terakhir

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:34 WIB

Novel Melodi Senin: Di Balik Kebiasaan Bolos, Ada Mimpi yang Dikejar

Novel Melodi Senin: Di Balik Kebiasaan Bolos, Ada Mimpi yang Dikejar

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:30 WIB

Mengapa Suara Nelayan Penting dalam Pembangunan Giant Sea Wall di Teluk Jakarta?

Mengapa Suara Nelayan Penting dalam Pembangunan Giant Sea Wall di Teluk Jakarta?

News | Senin, 21 September 2026 | 12:30 WIB

Pajak Toko Online Harus Terintegrasi untuk Cegah Pemungutan Berganda

Pajak Toko Online Harus Terintegrasi untuk Cegah Pemungutan Berganda

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 12:24 WIB

Ada BRIZZI ARKIV di Blok M Hub, Saatnya Jelajahi Karya Lokal

Ada BRIZZI ARKIV di Blok M Hub, Saatnya Jelajahi Karya Lokal

Bali | Senin, 21 September 2026 | 12:24 WIB

Rano Karno: Jakarta Boleh Makin Modern, Tapi Akar Sejarah Harus Makin Dalam

Rano Karno: Jakarta Boleh Makin Modern, Tapi Akar Sejarah Harus Makin Dalam

News | Senin, 21 September 2026 | 12:23 WIB

Viral Kopdes Bakal Dibangun di Lokasi Taman Poltek Rumbai Pekanbaru

Viral Kopdes Bakal Dibangun di Lokasi Taman Poltek Rumbai Pekanbaru

Riau | Senin, 21 September 2026 | 12:22 WIB

Membungkam Alarm Token Listrik: Audit Kebiasaan Kecil yang Bikin Kantong Jebol

Membungkam Alarm Token Listrik: Audit Kebiasaan Kecil yang Bikin Kantong Jebol

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:22 WIB

Bukan Sekadar Kartu, BRIZZI ARKIV Bawa Cerita Karya Lokal ke Blok M Hub

Bukan Sekadar Kartu, BRIZZI ARKIV Bawa Cerita Karya Lokal ke Blok M Hub

Sulsel | Senin, 21 September 2026 | 12:21 WIB

×