BRIN Kembangkan Teknologi Gasifikasi untuk Ubah Sampah Plastik Jadi Energi; Apa Itu?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 23 September 2026 | 15:55 WIB
BRIN Kembangkan Teknologi Gasifikasi untuk Ubah Sampah Plastik Jadi Energi; Apa Itu?
Gambar udara yang memperlihatkan orang-orang bekerja di lokasi tempat pembuangan sampah yang luas, menyoroti tantangan pengelolaan limbah. (dok.Pexels/Luqman Hakim)

Suara.com - Permasalahan sampah di Indonesia tidak hanya berhubungan dengan menumpuknya limbah di tempat pembuangan akhir (TPA). Sampah yang tidak dikelola dengan baik juga bisa menjadi sumber emisi gas rumah kaca hingga polutan berbahaya bagi kesehatan.

Hal itulah yang mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pengolahan sampah melalui gasifikasi terkontrol. 

Teknologi ini dirancang untuk mengubah biomassa dan sampah padat menjadi sumber energi, sekaligus menekan potensi pelepasan emisi dari limbah.

Peneliti dari Pusat Riset Teknologi Konversi Energi BRIN, Nina Konitat Supriatna, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah yang buruk dapat memperburuk persoalan lingkungan dan kesehatan.

"Saat ini masih banyak sekali sampah yang dibuang secara sembarangan dan tidak melalui manajemen sampah. Sampah yang tidak terkelola akan memicu metan, di mana metan ini sangat besar perannya menyebabkan naiknya gas emisi rumah kaca," ujar Nina.

Nina memandang persoalan ini tidak bisa berhenti hanya pada permasalahan sampah yang menumpuk. Pembakaran sampah secara terbuka juga mampu menghasilkan sejumlah polutan. 

"Selain itu, pembakaran yang tidak terkelola, juga akan menghasilkan emisi CO2, dioksin, dan furan yang berbahaya bagi kesehatan kita," imbuhnya.

Sampah Diolah Jadi Sumber Energi

Dalam rangka mengatasi persoalan tersebut, PRTKE BRIN mencoba untuk mengembangkan teknologi gasifikasi yang memanfaatkan biomassa dan sampah padat atau Refuse Derived Fuel (RDF).

baca juga

Jika sebelumnya sampah dibiarkan menumpuk, pada terobosan ini material-material tersebut diproses untuk menghasilkan syngas. Gas tersebut mengandung hidrogen, karbon monoksida, dan metana yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.

BRIN menilai teknologi yang dikembangkannya ini berpotensi mengurangi gas metana dan CO2 dari pengolahan sampah berkapasistas 150 ton per hari hingga 90 persen.

Pengembangan teknologinya juga meliputi sistem pemilahan sampah otomatias berbasis kecerdasan buatan atau Akal Imitasi (AI). 

Fase pertama pengembangan teknologi pemilahan tersebut telah selesai kemudian dilanjutkan ke fase berikutnya dengan fasilitas yang direncanakan berada di Parepare, Sulawesi Selatan.

Dengan adanya pemilahan dan pengolahan sampah yang lebih terkontrol, sampah tidak lagi hanya dipandang sebagai material tak bernilai guna. Limbah-limbah tersebut bisa juga dimanfaatkan sebagai bahan baku energi maupun produk turunan.

Mengubah Plastik Menjadi Material Bernilai Tinggi

Bahkan pengembangan sampah ini dikembangkan lebih mendalam. Dalam teknologi gasifikasi BRIN, limbah plastik dapat diproses pada temperatur sekitar 1.600 derajat Celsius untuk memproduksi Carbon Nanotube (CNT).

CNT merupakan sebauh material maju yang memiliki berbagai karakteristik unggul sehingga bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan teknologi tertentu. Selain itu, residu dari proses gasifikasi berupa tar dan char (arang) juga dikembangkan menjadi bahan isolator.

Upaya-upaya tersebut membuktikan bahwa pengolahan sampah bisa diarahkan tidak hanya untuk menekan volume limbah, melainkan juga untuk menghasilkan material bernilai tambah.

Pada sisi lain, BRIN turut mengembangkan teknologi untuk menangkap karbon dari sektor industri. Salah satunya adalah Calcium Looping yang dirancang bersama University of Waterloo, Kanada.

Nina menerangkan bahwa teknologi tersebut dibuat untuk menangkap hingga 90 persen CO2, terutama dari industri semen. 

Dalam sektor ini juga menghadapi permasalahan emisi bukan hanya bersumber dari penggunaan bahan bakar, tetapi juga dari proses perubahan kalsium karbonat menjadi kalsium oksida.

"Calcium looping ini bisa menangkap CO2 sampai 90 persen. Ini untuk industri semen, karena itu adalah sektor yang masalah emisinya bukan hanya dari bahan bakar," jelas Nina.

Bahkan praktisi industri dari PT CCEPC Environment Protection and Energy Comprehensive Utilization Indonesia, Daffa Khairi menilai pengolahan sampah menjadi energi atau Waste to Energy semakin diperlukan. Sebab, masih banyak didapati sampah yang belum dikelola secara maksimal.

"Mengapa ada urgensi untuk pengelolaan sampah menjadi energi? Karena pengelolaannya hampir 50 hingga 65 persen belum dilakukan secara penuh," kata Daffa.

Ia menekankan bahwa tujuan utama dari fasilitas pengolahan sampah menjadi energi tetaplah mengelola limbah. Sementara pada listrik yang diperoleh itu menjadi nilai tambah dari proses tersebut.

Melalui pendekatan ini, teknologi gasifikasi BRIN tidak hanya difokuskan untuk menghasilkan energi. Lebih dari pada itu, BRIN mencoba berkontribusi dalam upaya mengurangi emisi dan memanfaatkan kembali material yang sebelumnya berakhir sebagai limbah.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permintaan Listrik Naik, ASEAN Perlu Perkuat Jaringan Energi Terbarukan: Siapkah?

Permintaan Listrik Naik, ASEAN Perlu Perkuat Jaringan Energi Terbarukan: Siapkah?

News | Rabu, 23 September 2026 | 11:15 WIB

Setelah MBG, Prabowo Disebut Ingin Program Sepatu untuk Siswa Miskin

Setelah MBG, Prabowo Disebut Ingin Program Sepatu untuk Siswa Miskin

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:33 WIB

Dipanggil Prabowo ke Istana, BRIN Ungkap Inovasi Sepatu Sekolah Murah dan Smart Insole

Dipanggil Prabowo ke Istana, BRIN Ungkap Inovasi Sepatu Sekolah Murah dan Smart Insole

News | Selasa, 22 September 2026 | 15:02 WIB

Terkini

Usut Korupsi ATR/BPN, KPK Bidik Proses Perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan

Usut Korupsi ATR/BPN, KPK Bidik Proses Perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan

Bekaci | Minggu, 08 November 2026 | 12:26 WIB

Kawal Hilirisasi dan Kedaulatan Mineral, MIND ID Gandeng KPK Integrasikan WBS

Kawal Hilirisasi dan Kedaulatan Mineral, MIND ID Gandeng KPK Integrasikan WBS

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 12:21 WIB

Lantik 125 Pengurus, Ketum APKLI Sebut Penyadapan Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tak Stabil

Lantik 125 Pengurus, Ketum APKLI Sebut Penyadapan Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tak Stabil

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:19 WIB

Kerusuhan Tatura-Nunu Tewaskan Warga, Wali Kota Palu Minta Polisi Usut Dalang

Kerusuhan Tatura-Nunu Tewaskan Warga, Wali Kota Palu Minta Polisi Usut Dalang

Sulsel | Minggu, 08 November 2026 | 12:15 WIB

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Kunjungi Sekolah Rakyat, Lebih dari 45 Ribu Anak Kembali Bersekolah

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Kunjungi Sekolah Rakyat, Lebih dari 45 Ribu Anak Kembali Bersekolah

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:10 WIB

Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory

Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 12:10 WIB

Serukan Boikot Raffi Ahmad, Dulu Prabowo-Gibran Endorse Artis Tapi Kini Rakyat Kecewa

Serukan Boikot Raffi Ahmad, Dulu Prabowo-Gibran Endorse Artis Tapi Kini Rakyat Kecewa

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:05 WIB

Mensos Gus Ipul Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026

Mensos Gus Ipul Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:02 WIB

Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!

Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 12:00 WIB

Punya Pisang Ambon Matang? Sulap Jadi Banana Muffin Cokelat yang Lembut dan Legit!

Punya Pisang Ambon Matang? Sulap Jadi Banana Muffin Cokelat yang Lembut dan Legit!

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 11:55 WIB

×