Permintaan Listrik Naik, ASEAN Perlu Perkuat Jaringan Energi Terbarukan: Siapkah?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 23 September 2026 | 11:15 WIB
Permintaan Listrik Naik, ASEAN Perlu Perkuat Jaringan Energi Terbarukan: Siapkah?
Tampilan rinci dari transformator dan saluran listrik dengan latar belakang langit matahari terbenam. (dok.Pexels/Michael Pointner)

Suara.com - Kebutuhan listrik terus mengalami peningkatan membuat negara-negara di Asia Tenggara tidak lagi cukup hanya dengan menambah pembangkit energi. Jaringan yang mampu mengintegrasikan sumber listrik antarnegara juga menjadi bagian penting dalam proses transisi energi.

Melalui pemodelan Institute for Essential Services Reform (IESR), keterhubungan listrik regional menjadi salah satu bagian pentig untuk memperluas penggunaan energi terbarukan di ASEAN.

MENTARI Grids Project Manager, IESR, Alvin Putra Sisdwinugraha, menjelaskan peningkatan konektivitas ini memungkinkan listrik dari berbagai sumber energi terbarukan untuk ditransmisikan dan diperdagangkan antarnegara.

Dalam skenario kebijakan paling ambisius, kapasitas transmisi antarnegara ASEAN dari pemodeln tersebut dapat meningkat hingga sekitar 60 gigawatt (GW).

Perdagangan listrik juga diproyeksikan mencapai sekitar 326 TWh per tahun, jauh lebih tinggi dibandingkan sekitar 42,5 TWh pada skenario kebijakan saat ini.

Menurutnya, peningkatan tersebut juga bisa membantu ASEAN mendapatkan listrik dengan biaya lebih rendah.

Namun, pembangunan jaringan regional bukan berarti setiap negara harus bergantung pada listrik dari negara lain.

Energi Terbarukan Tak Hanya Bertumpu pada Jaringan Regional

Post-Doctoral Researcher dari LUT University, Ashish Gulagi, menilai bahwa jaringan listrik dibutuhkan untuk mengirimkan listrik dari satu wilayah ke wilayah lain. Salah satu contoh yang ia beberkan adalah peluang pengiriman listrik tenaga air dari kawasan Mekong ke beberapa negara.

baca juga

"Kita akan membutuhkan jaringan listrik, karena kita ini ingin menyalurkan listrik. Contohnya, listrik dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di wilayah Sungai Mekong ke Indonesia, Malaysia, dan Singapura," paparnya.

Meskipun demikian, ia menekankan jaringan ini bukan faktor satu-satunya yang menentukan pemanfaatan energi terbarukan.

Menurut Ashish, sebagian besar negara di kawasan itu sebenarnya memiliki sumber energi terbarukan masing-masing yang bisa dioptimalkan. Jaringan regional nantinya dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan ketika pasokan lokal tidak tersedia, khususnya pada waktu tertentu.

Dengan adanya pendekatan tersebut, pengembangan energi terbarukan dan jaringan listrik dapat berjalan bersamaan.

Negara tidak sekadar menunggu kepastikan pasokan dari negara lain, melainkan juga bisa memaksimalkan potensi energi yang tersedia di dalam negeri.

Namun, tantangannya justru timbul ketika kebutuhan tersebut mengalami peningkatan terkait permintan listrik ASEAN hingga 4—5 persen setiap tahunnya.

Ashish mengatakan bahwa kondisi ini menjadikan ASEAN harus menghadapi pekerjaan ganda. Kawasan harus terus-menerus menambah kapasitas pembangkit sekaligus memperluas jaringan listrik.

"Kawasan ASEAN harus membangun pembangkit listrik baru sekaligus memperluas jaringan listriknya secara bersamaan," kata Ashish.

ASEAN Power Grid Perlu Masuk Tahap Implementasi

Undersecretary Departement of Energy, Republic of Philippines, Felix William B. Fuentebella. (dok.Screenshot/Nisa)
Undersecretary Departement of Energy, Republic of Philippines, Felix William B. Fuentebella. (dok.Screenshot/Nisa)

Pandangan mengenai jaringan listrik regional kemudian tidak hanya berhenti pada pembangunan kabel ataupun saluran transmisi. Pengembangan ASEAN Power Grid (APG) juga memerlukan kerja sama antarnegara.

Undersecretary, Departement of Energy, Republic of Philippines, H.E. Felix W. B. Fuentebella, menyebut APG sebagai salah satu bagian penting dari kerja sama energi ASEAN.

Ia memandang bahwa interkoneksi listrik lintas negara dapat membantu diversifikasi sumber pasokan, mengoptimalkan sumber daya yang seelumnya tidak dimanfaatkan secara maksimal, sekaligus mendukung perdagangan listrik.

Namun, dalam penerapannya ternyata membutuhkan lebih dari sekadar kesepakatan.

Felix menyoroti pentingnya penyelarasan aturan dan regulasi, standar teknis yang kompatibel, pembiayaan yang mendukung, serta mekanisme kelembagaan untuk mendorong perdagangan listrik lintas negara.

Dalam kata lain, tantangan APG tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur secara fisik. Lebih dari itu, negara-negara ASEAN juga perlu menyeragamkan aturan agar listrik dapat benar-benar bergerak melintasi batas negara.

Bahkan Clean Energy Policy Manager dari EnergyLab Asia, Mardy Hout, mengusulkan kerja sama tersebut tidak hanya bertumpu pada proyek transmisi bilateral. Ia menawarkan konsep koridor energi bersih yang mengkombinasikan perdagangan listrik, investasi energi bersih, dan pengembangan industri.

Ia menilai negara-negara ASEAN memiliki keunggulan sumber energi yang berbeda. Kamboja memiliki potensi surya, Laos dengan tenaga airnya, sedangkan Vietnam memiliki potensi angin.

Mungkin dengan mengusulkan pembangunan satu koridor percontohan yang menghubungkan Kamboja, Thailand, Laos, dan Vietnam sebagai contoh integrasi listrik sekaligus pengembangan industri.

Demikian, ASEAN Power Grid tidak lagi hanya dipandang sebagai jaringan untuk memindahkan listrik. Infrastruktur tersebut juga bisa menjadi penghubung bagi potensi energi terbarukan, perdagangan listrik, sekaligus kerja sama ekonomi antarnegara.

Namun, perlu ditekankan bahwa keberhasilan ini tetap bergantung pada kemampuan negara-negara ASEAN dalam mengubah kerja sama di atas kertas menjadi jaringan yang benar-benar berfungsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Ungkap Rencana Besar Prabowo: Sulap Batu Bara Jadi Energi Alternatif

Bahlil Ungkap Rencana Besar Prabowo: Sulap Batu Bara Jadi Energi Alternatif

Video | Selasa, 22 September 2026 | 20:12 WIB

Paramount Ubah Haluan Bisnis, Kini Bidik Rumah Sakit hingga Sektor Energi

Paramount Ubah Haluan Bisnis, Kini Bidik Rumah Sakit hingga Sektor Energi

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 10:35 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Energi Bersih, Indonesia Bidik 7,5 GW pada 2034

Panas Bumi Jadi Andalan Energi Bersih, Indonesia Bidik 7,5 GW pada 2034

Bisnis | Minggu, 20 September 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Desil 10 tapi Gaji Rp3,5 Juta, Apakah Tetap Dapat BSU Kemnaker Rp900.000? Ini Penjelasannya

Desil 10 tapi Gaji Rp3,5 Juta, Apakah Tetap Dapat BSU Kemnaker Rp900.000? Ini Penjelasannya

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 12:19 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Wamen HAM Desak Pengusutan Transparan

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Wamen HAM Desak Pengusutan Transparan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS

Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Apakah Kulit Berminyak Tetap Membutuhkan Moisturizer? Simak Faktanya

Apakah Kulit Berminyak Tetap Membutuhkan Moisturizer? Simak Faktanya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Kasus Penyadapan Listyo, ICW Soroti Celah Hukum 16 Tahun yang 'Dibiarkan' Ugal-ugalan

Kasus Penyadapan Listyo, ICW Soroti Celah Hukum 16 Tahun yang 'Dibiarkan' Ugal-ugalan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:14 WIB

Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?

Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:00 WIB

Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat

Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat

Kaltim | Sabtu, 07 November 2026 | 11:55 WIB

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:47 WIB

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 11:37 WIB

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 11:31 WIB

×