- Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala BRIN Arif Satria ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 21 September 2026.
- Kepala BRIN membahas inovasi mesin kain organik limbah daun nanas serta material tekstil anti-bakteri dan anti-UV bersama para menteri.
- BRIN menargetkan komersialisasi inovasi sepatu sekolah murah, sepatu rehabilitasi stroke, dan sepatu penerjun payung pada Desember 2026.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria ke Istana Kepresidenan Jakarta. Arif mengatakan, kehadirannya untuk rapat berkaitan dengan industri tekstil dan sepatu.
Sepatu yang dimaksud ialah sepatu produk lokal hasil inovasi BRIN. Sebelumnya BRIn telah memperkenalkan sepatu tersebut kepada Prabowo dalam pertemuan dengan 150 peneliti di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Selain BRIN, turut hadir sejumlah menteri, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Mendikti Saintek Brian Yuliarto, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, dan Kepala BUMN Donny Oskaria.
Arif mengatakan ia bersama sejumlah menteri akan mendiskusikan berbagai isu, termasuk mengenai riset dan inovasi apa saja yang bisa menunjang penguatan industri tekstil.
"Memang ada sejumlah inovasi yang sudah dimiliki oleh BRIN nanti akan kami paparkan ya, dan kemudian baik mesin yang bisa digunakan oleh UMKM untuk bisa membuat sejumlah kain ya, kain-kain organik. Kain yang berasal dari limbah daun nanas ya, yang nanti akan bisa dimanfaatkan untuk pengembangan UMKM," kata Arif, Selasa (21/9/2026).
Mengeni tekstil, Arif menyampaikan banyak inovasi yang dilakukan BRIN yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan industri tekstil dalam negeri. Mulai dari pengolahan limbah, maupun dari maupun penciptaan material-material baru yang bisa membuat pakaian anti-bakteri, dan anti-UV.
Sementara itu, mengenai sepatu, Arif mengatakan BRIN tengah menyiapkan sepatu sekolah untuk siswa tidak mampu dengan harga murah dan memiliki daya tahan yang awet, serta mudah dirawat dan nyaman dikenakan.
"Karena itu Bapak Presiden sangat berharap agar kebutuhan siswa yang kurang mampu itu bisa dipenuhi ya, dengan riset dan inovasi yang memang cocok untuk mereka. Nah, sehingga kita memang dalam melakukan riset harus ada value, harus ada keberpihakan ya, persoalan-persoalan yang dihadapi saudara-saudara kita yang kurang mampu ini harus bener-bener dicarikan solusinya," kata Arif.
Selain sepatu untuk siswa kurang mampu, BRIN juga melakukan inovasi sepatu dengan smart insole. Arif menjelaskan smart insole adalah insole sepatu yang bisa digunakan untuk memantau proses rehabilitasi bagi penderita stroke.
"Jadi ini adalah insole yang cerdas ya, dan ini terus kita kembangkan risetnya dan riset ini juga bermanfaat juga yang bisa kita manfaatkan untuk para penerjun payung ya, untuk memantau posisi kakinya seperti apa ketika menginjakkan di atas tanah supaya keselamatannya lebih baik," kata Arif.
Arif menyampaikan target realisasi dari sepatu-sepatu hasil inovasi BRIN yang direncanakan selesai akhir 2026.
"Ya, kita rencananya untuk yang sepatu ini insyaallah bulan Desember ya karena kita kan ada Innovation Summit nanti ya, insya Allah sejumlah produk-produk BRIN akan kita komersialkan," kata Arif.