50 Ribu Buruh Demo di Bundaran HI! Tuntut DPR Hentikan Outsourcing hingga Lindungi Ojol

Muhamad Yasir, Adiyoga Priyambodo

Kamis, 24 September 2026 | 08:20 WIB
50 Ribu Buruh Demo di Bundaran HI! Tuntut DPR Hentikan Outsourcing hingga Lindungi Ojol
Ilustrasi-Ratusan buruh dari berbagai organisasi menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Sekitar 50 ribu buruh KBPBI akan demo di Bundaran HI Jakarta Pusat.
  • Massa menolak draf RUU Perlindungan Ketenagakerjaan dan menuntut penghapusan outsourcing, perbaikan sistem upah, serta perlindungan pekerja perempuan.
  • Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan sebagai bentuk kontrol kritis terhadap proses legislasi yang berjalan di DPR RI.

Suara.com - Sekitar 50 ribu buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) akan menggelar aksi demo di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).

Mereka membawa sejumlah tuntutan terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan yang dinilai belum berpihak kepada pekerja.

Aksi dijadwalkan dimulai pukul 11.00 WIB. Massa akan bergerak dari titik awal di Semanggi dan Jalan Jenderal Sudirman menuju kawasan Bundaran HI.

Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sunarno yang mewakili KBPBI memastikan aksi tetap digelar sesuai rencana.

“Soal aksi masih sesuai rencana,“ ujar Sunarno saat dikonfirmasi Suara.com, Selasa (22/9/2026).

Salah satu tuntutan utama buruh adalah kepastian kerja.

Mereka meminta praktik alih daya atau outsourcing dihentikan, sistem kerja kontrak yang dinilai merugikan pekerja dihapus, serta penyalahgunaan program pemagangan dicegah.

Buruh juga menuntut sistem pengupahan yang lebih layak. Mereka meminta formula koefisien nilai tertentu yang dinilai rancu dan merugikan pekerja dihapus.

Tak hanya pekerja sektor formal, perlindungan juga diminta diperluas kepada pekerja platform digital seperti pengemudi ojek online (ojol) dan pekerja media, termasuk buruh yang terdampak transisi iklim.

baca juga

Tuntut Pesangon hingga Perlindungan Pekerja Perempuan

Dalam tuntutan lainnya, buruh meminta hak pesangon dipulihkan serta pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak dicegah.

Mereka juga mendesak ruang gerak serikat pekerja dipulihkan. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) diminta menjadi prioritas, disertai penegakan sanksi terhadap perusahaan yang melanggar aturan ketenagakerjaan.

Hak pekerja perempuan juga menjadi perhatian. Buruh menuntut pekerja perempuan dapat mengambil cuti haid tanpa kewajiban melampirkan surat dokter atau alasan sakit.

Selain itu, mereka mendorong kesetaraan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya.

Di tengah meningkatnya otomatisasi, buruh juga meminta pemerintah memperkuat program peningkatan keahlian atau upskilling serta pembekalan ulang atau reskilling bagi tenaga kerja lokal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setapol Ungkap Kondisi Tahanan Demo 27 Agustus: Ada yang Patah Jari hingga Luka Kepala

Setapol Ungkap Kondisi Tahanan Demo 27 Agustus: Ada yang Patah Jari hingga Luka Kepala

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:36 WIB

Warga Jakarta Harap Waspada Macet! Ini Titik-titik Pengamanan Hari Tani Nasional Besok

Warga Jakarta Harap Waspada Macet! Ini Titik-titik Pengamanan Hari Tani Nasional Besok

News | Rabu, 23 September 2026 | 18:38 WIB

Pemerintah Siapkan Substansi RUU Pemilu, Bima Arya Soroti Soal Suara Terbuang

Pemerintah Siapkan Substansi RUU Pemilu, Bima Arya Soroti Soal Suara Terbuang

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:56 WIB

Terkini

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:12 WIB

5 Cara Menghilangkan Noda Kunyit di Blender, Kembali Bersih dan Anti Bau

5 Cara Menghilangkan Noda Kunyit di Blender, Kembali Bersih dan Anti Bau

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 08:10 WIB

6.622 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap Karhutla

6.622 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap Karhutla

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 08:04 WIB

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Jika Perang Berlanjut: Ogah Tunduk ke Amerika Serikat

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Jika Perang Berlanjut: Ogah Tunduk ke Amerika Serikat

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:00 WIB

BSI Dorong Produk Halal Lokal Naik Kelas hingga Pasar Global lewat International Expo 2026

BSI Dorong Produk Halal Lokal Naik Kelas hingga Pasar Global lewat International Expo 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 07:58 WIB

Tak Terima Hasil Sabung Ayam, Pria di Mesuji Tembak Lawan dari Jarak 2 Meter

Tak Terima Hasil Sabung Ayam, Pria di Mesuji Tembak Lawan dari Jarak 2 Meter

Lampung | Kamis, 24 September 2026 | 07:53 WIB

Di Balik Kemewahan AI Indonesia: Ada Bumi yang Kian Gerah

Di Balik Kemewahan AI Indonesia: Ada Bumi yang Kian Gerah

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 07:50 WIB

Sri Lanka Jadi Calon Markas Baru Sindikat Penipuan Siber Internasional di Asia Pasifik

Sri Lanka Jadi Calon Markas Baru Sindikat Penipuan Siber Internasional di Asia Pasifik

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:45 WIB

×