Studi: Air Hujan Surabaya Terkontaminasi Mikroplastik, Pakis Gelora Tertinggi

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 25 September 2026 | 17:15 WIB
Studi: Air Hujan Surabaya Terkontaminasi Mikroplastik, Pakis Gelora Tertinggi
Ilustrasi hujan. Sumber: Magnific.com

Suara.com - Setiap hujan yang turun di Surabaya ternyata membawa partikel mikroplastik. Riset Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) menemukan seluruh lima lokasi pemantauan terkontaminasi mikroplastik dalam air hujan.

Kontaminasi tertinggi ditemukan di kawasan Pakis Gelora, dengan 356 partikel mikroplastik per liter air hujan. Tanjung Perak menyusul dengan 309 partikel per liter.

Temuan tersebut berasal dari riset yang dilakukan Ecoton bersama tiga komunitas lingkungan, Jaringan Gen Z Jatim Tolak Plastik Sekali Pakai (Jejak), Komunitas GrowGreen, dan River Warrior, pada 11–14 November 2025.

Sampel air hujan dikumpulkan menggunakan wadah aluminium, stainless steel, dan mangkuk kaca berdiameter 20–30 sentimeter. Wadah ditempatkan lebih dari 1,5 meter dari permukaan tanah selama satu hingga dua jam saat hujan turun.

Tidak ada satu pun dari lima lokasi yang dinyatakan bebas mikroplastik. Temuan ini juga memperkuat hasil riset sebelumnya mengenai kontaminasi mikroplastik di udara pada 18 kota di Indonesia. Dalam riset tersebut, Surabaya berada di posisi keenam dengan temuan 12 partikel mikroplastik per 9 sentimeter persegi dalam waktu dua jam.

"Seluruh lokasi penelitian menunjukkan kontaminasi mikroplastik. Ini situasi yang mengkhawatirkan dan dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan warga. Kami mengimbau masyarakat agar tidak menelan air hujan secara langsung, karena hal tersebut dapat meningkatkan paparan mikroplastik dalam tubuh," kata Shofiyah, peneliti dari GrowGreen, dikutip dari laman Ecoton.

Mengapa Pakis Gelora Paling Tinggi?

Koordinator Penelitian Mikroplastik Kota Surabaya Ecoton, Alaika Rahmatullah, mengatakan karakteristik lingkungan di sekitar lokasi dapat memengaruhi tingkat kontaminasi.

Pakis Gelora, misalnya, berada dekat dengan pasar dan jalan raya serta menjadi salah satu lokasi yang kerap digunakan untuk membakar sampah.

baca juga

"Tingginya kontaminasi di Pakis Gelora dipengaruhi aktivitas pembakaran sampah serta kedekatannya dengan pasar dan jalan raya," ujar Alaika.

Menurut dia, asap dari pembakaran plastik, gesekan ban kendaraan dengan aspal, serta degradasi sampah plastik di lingkungan perkotaan dapat menjadi sumber partikel mikroplastik yang kemudian terbawa ke atmosfer dan turun bersama hujan.

Dari sisi bentuk, peneliti menemukan dua jenis mikroplastik dalam sampel. Serat atau fiber menjadi jenis yang paling dominan.

"Hanya dua jenis mikroplastik yang ditemukan, dan fiber mendominasi secara signifikan," kata peneliti Ecoton, Sofi Azilan Aini.

Pola serupa sebelumnya ditemukan dalam riset di Sidoarjo. Wilayah yang berdekatan dengan aktivitas pembakaran sampah cenderung memiliki mikroplastik berbentuk serat dalam jumlah lebih tinggi.

Mikroplastik dari Laut Bisa Turun Bersama Hujan

Sumber mikroplastik yang turun bersama hujan tidak hanya berasal dari aktivitas di daratan. Peneliti Ecoton, Ridha Fadhillah, menjelaskan partikel mikroplastik di laut juga dapat masuk ke dalam siklus hidrologi.

Partikel tersebut dapat terbawa ke atmosfer bersama uap air, kemudian mengalami proses kondensasi dan kembali turun ke permukaan dalam bentuk hujan.

"Semakin tinggi polusi mikroplastik di laut, semakin besar kemungkinan mikroplastik turut terbawa ke atmosfer dan turun bersama air hujan," jelas Ridha.

Artinya, pencemaran plastik di laut tidak hanya berdampak terhadap ekosistem dan biota perairan. Di wilayah pesisir seperti Surabaya, mikroplastik di laut juga berpotensi menjadi bagian dari pencemaran atmosfer dan air hujan.

Selain pembakaran sampah dan pencemaran laut, peneliti mengidentifikasi sejumlah sumber mikroplastik lain, seperti gesekan ban kendaraan, aktivitas mencuci dan menjemur pakaian, sampah plastik yang bocor ke lingkungan, emisi industri, serta asap kendaraan bermotor.

Dorong Pemantauan Mikroplastik Rutin

Atas temuan tersebut, Ecoton bersama jejaring komunitas mendorong sejumlah langkah untuk mengurangi sumber mikroplastik. Di antaranya menghentikan pembakaran sampah plastik secara terbuka, mencegah pembuangan sampah ke sungai dan kawasan pesisir, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Mereka juga mendorong adanya sanksi sosial bagi masyarakat yang membakar sampah atau membuang sampah sembarangan.

Selain mengurangi sumber pencemaran, Ecoton meminta pemerintah kota melakukan pengujian mikroplastik di udara dan air hujan secara rutin. Pemantauan jangka panjang diperlukan untuk mengetahui perubahan tingkat kontaminasi sekaligus mengidentifikasi sumber pencemaran yang paling dominan.

Temuan mikroplastik dalam air hujan menunjukkan bahwa persoalan sampah plastik tidak berhenti ketika sampah meninggalkan tangan manusia. Partikelnya dapat terlepas ke lingkungan, berpindah melalui udara dan air, lalu kembali ke permukaan bersama hujan.

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:59 WIB

BRIN Kembangkan Teknologi Gasifikasi untuk Ubah Sampah Plastik Jadi Energi; Apa Itu?

BRIN Kembangkan Teknologi Gasifikasi untuk Ubah Sampah Plastik Jadi Energi; Apa Itu?

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:55 WIB

Mengapa Musin Hujan Tahun Ini Telat? El Nino Kuat Jadi Dalang di Balik Kemarau Panjang

Mengapa Musin Hujan Tahun Ini Telat? El Nino Kuat Jadi Dalang di Balik Kemarau Panjang

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:18 WIB

Terkini

Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang

Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang

Jawa Tengah | Jum'at, 25 September 2026 | 17:15 WIB

Katanya Lowongan Kerja Banyak, Kenapa Cari Kerja Tetap Susah?

Katanya Lowongan Kerja Banyak, Kenapa Cari Kerja Tetap Susah?

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 17:15 WIB

Belajar dari Pohon Clusia, Ilmuwan Ungkap Cara Tanaman Hemat Air Hadapi Kekeringan

Belajar dari Pohon Clusia, Ilmuwan Ungkap Cara Tanaman Hemat Air Hadapi Kekeringan

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 17:15 WIB

Studi: Air Hujan Surabaya Terkontaminasi Mikroplastik, Pakis Gelora Tertinggi

Studi: Air Hujan Surabaya Terkontaminasi Mikroplastik, Pakis Gelora Tertinggi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 17:15 WIB

Waspada Timnas Indonesia! Winger 23 Tahun Singapura Ini Gemar Bikin Perbedaan dari Bangku Cadangan

Waspada Timnas Indonesia! Winger 23 Tahun Singapura Ini Gemar Bikin Perbedaan dari Bangku Cadangan

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 17:14 WIB

Galaxy A08 Rp2 Jutaan Bawa AI dan Update 6 Tahun, Baterai 6.000 mAh Jadi Andalan

Galaxy A08 Rp2 Jutaan Bawa AI dan Update 6 Tahun, Baterai 6.000 mAh Jadi Andalan

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 17:13 WIB

Review Film The Love Hypothesis: Trik Pacaran Pura-Pura yang Bikin Baper

Review Film The Love Hypothesis: Trik Pacaran Pura-Pura yang Bikin Baper

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 17:10 WIB

Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI

Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI

Jawa Tengah | Jum'at, 25 September 2026 | 17:02 WIB

Minta Tolong di Hadapan Profesor, Prabowo: Saya Paling Hormat Sama Pakar

Minta Tolong di Hadapan Profesor, Prabowo: Saya Paling Hormat Sama Pakar

News | Jum'at, 25 September 2026 | 17:02 WIB

Nonton Pestapora 2026 Makin Praktis, Ada Cashback 20 Persen Pakai QRIS BRImo

Nonton Pestapora 2026 Makin Praktis, Ada Cashback 20 Persen Pakai QRIS BRImo

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 17:00 WIB

×