- Anggota DPRD DKI Jakarta Manuara Siahaan mengusulkan perluasan lokasi Car Free Day pada Senin 28 September 2026.
- Rute baru seperti Blok M hingga Slipi diusulkan agar manfaat ruang terbuka tersebar merata ke seluruh penjuru kota.
- Kebijakan penambahan titik kumpul dan hari pelaksanaan wajib didasarkan pada kajian akademis serta evaluasi mobilitas harian.
Suara.com - Kawasan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day di Jakarta didorong agar tidak lagi menumpuk di jalur Sudirman-Thamrin semata.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Manuara Siahaan, mengusulkan agar bentang wilayah bebas polusi tersebut diratakan ke berbagai penjuru kota.
Beberapa koridor vital seperti rute Blok M, Kota Tua, Gatot Subroto, hingga ruas Slipi dipandang layak dievaluasi untuk lokasi anyar.
“Yang penting jangkauannya diperluas. Jadi kalau selama ini misalnya Sudirman-Thamrin, diperluas,“ ujar Manuara, Senin (28/9/2026).
Desentralisasi rute ini digadang-gadang mampu mendistribusikan faedah ruang terbuka secara merata kepada khalayak ramai.
Selain pelebaran teritori, opsi pengadaan agenda pada hari Sabtu turut mengemuka demi memfasilitasi kebutuhan rekreasi warga.
Kendati begitu, setiap langkah penambahan jalan dan titik kumpul harus berpijak kokoh pada evaluasi komprehensif atas denyut mobilitas harian.
“Prinsipnya, kami setuju, tetapi berdasarkan kajian. Tidak boleh memperluas ruas, menambah ruas jalan, dan menambah titik konsentrasi kalau tidak berdasarkan kajian akademis,“ kata Manuara.
Momentum akhir pekan tersebut juga dinilai ampuh menjadi wahana interaksi sosial, denyut UMKM, hingga jemput bola layanan administrasi kependudukan dan Samsat.
Di samping penutupan jalan raya, penyerapan polutan jahat perkotaan juga perlu dibantu secara ekologis lewat rekayasa tanaman hijau.
“Jadi secara teknologi, ini boleh secara biologis ya, yang ada tumbuhan yang menyerap karbon monoksida dan karbon dioksida. Itu bisa kita buat kok secara natural, secara alami,“ tandas Manuara.