- Bappisus menargetkan hasil investigasi temuan fasilitas mewah di Lapas Cibinong rampung pada Jumat, 2 Oktober 2026.
- Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto menyatakan penyerahan hasil akhir pemeriksaan kasus tersebut diserahkan kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
- Dirjen Pemasyarakatan Kemenimipas Mashudi sebelumnya telah memaparkan tujuh poin temuan awal kepada Komisi XIII DPR RI pada Senin.
Suara.com - Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) menargetkan hasil investigasi terkait berbagai temuan di Lapas Kelas IIA Cibinong rampung pada Jumat (2/10/2026).
Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto mengatakan investigasi tersebut masih berjalan untuk mendalami sejumlah persoalan, mulai dari temuan hunian dengan fasilitas mewah hingga dugaan transaksi dan keberadaan minuman keras di lingkungan lapas.
"Kalau kemarin waktu saya di Cibinong, Menteri Imipas meminta waktu satu minggu ya. Jadi kemungkinan ya akhir-akhir minggu ini ya, nanti untuk kasus yang di Cibinong ya," ucap Aries dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Aries mengatakan hasil investigasi nantinya akan mencakup persoalan teknis yang ditemukan di Lapas Cibinong. Namun, ia memilih tidak mendahului hasil pemeriksaan dan menyerahkan penyampaian hasil akhirnya kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
Ia meminta masyarakat mempercayai proses investigasi yang dilakukan karena pemeriksaan melibatkan pihak-pihak yang memiliki pengalaman di bidangnya.
"Hanya penyelidikannya mau dilakukan dengan benar atau tidak, itu yang jadi masalah," ungkapnya.
Menurut Aries, pemerintah perlu memastikan persoalan yang ditemukan di Lapas Cibinong tidak kembali terjadi di lapas lainnya. Negara, kata dia, harus hadir untuk menyelesaikan persoalan di lingkungan pemasyarakatan.
Sementara itu, hasil pemeriksaan sementara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenimipas sebelumnya telah disampaikan kepada Komisi XIII DPR RI dalam rapat di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (28/9).
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenimipas Mashudi menyebut terdapat tujuh poin temuan yang masih didalami tim investigasi.
Pertama, bangunan yang terlihat seperti apartemen dan ditemukan Ombudsman RI saat inspeksi mendadak pada Rabu (23/9) disebut merupakan rumah dinas atau mes pegawai yang terdiri atas 16 unit.
Kedua, televisi, perabot rumah tangga, sofa, springbed, serta kulkas yang berisi tiga botol wiski dan satu botol bir disebut merupakan barang pribadi Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban.
Ketiga, bingkai foto atas nama warga binaan Jimmy Masrin disebut sebagai barang hasil razia keamanan. Bingkai tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah terlihat berada di salah satu ruangan yang diperiksa Ombudsman.
Keempat, bangunan yang menyerupai penginapan serta kontainer di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) disebut sebagai kantor operasional penggemukan sapi dan wisma peristirahatan pegawai.
Kelima, terkait simulator golf, Mashudi menyebut fasilitas tersebut merupakan area yang sedang disiapkan menjadi loker.
Keenam, lahan SAE yang disebut digunakan sebagai tempat parkir mobil dijelaskan sebagai lokasi alternatif ketika area parkir utama penuh.
Ketujuh, berdasarkan pemeriksaan kepala lapas dan pengecekan langsung, tim investigasi Ditjenpas disebut tidak menemukan adanya jalur tikus.
Mashudi menegaskan temuan tersebut masih menjadi bagian dari pemeriksaan dan pendalaman.
"Langkah selanjutnya akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan yang lengkap," kata Mashudi di hadapan anggota Komisi XIII DPR RI.
Hasil investigasi Bappisus yang ditargetkan rampung pada Jumat nantinya akan menjadi bagian penting untuk menentukan tindak lanjut terhadap berbagai temuan di Lapas Cibinong.